Friday, June 4, 1993

SMA 3 thn, 3 tempat kost

Tiga tahun di SMA, 3 tempat kost pula saya berada.

Kost saat kelas 1
Kost pertama saya tinggal sekira 300 meter di utara sekolah, bersama dengan Thohir (Suwatu) dan Sujar (Pantirejo), keduanya kakak kelas. Thohir II Fisika, Sujar II Sosial. Kalau taksalah biaya kost Rp 3000/bulan. Dalam 1 kost tersebut juga ada 2 anak kost putri sekolah di SMEA Negeri Sragen, tapi saya lupa namanya. Keduanya masih ada talian saudara dengan ibu kost, asalnya Jenar. Anak kost laki-laki di kamar sebelah kiri sedang perempuang di sebelah kanan dari bangunan rumah induk bu kost sehingga kita terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selama satu tahun saya, Thohir, dan Sujar tinggal disitu. Kita masak nasi bareng, masing-masing setiap minggu pulang kampung dan datang mbawa beras, kadang mbawa lauk sebisanya. Untuk hari-hari biasa, kita iuran dan bergantian beli lauk/sayur, paling sering beli sayur buncis di kantin RSU Sragen, sekira 1 km, tapi kalo nrabas lewat sawah Cuma ½ km. Biasanya setiap beli sekali, untuk makan 2x. Kadang pakai sepeda, kadang jalan kaki.

kost saat kelas dua
Kost kedua saya tinggal persis di selatan sekolah, cuma dipisahkan pagar sekolah. Saya pindah karena diajak Thohir yang mencari suasana baru dan temen2nya banyak. Tercatat ada Thohir, Yatno, Supri yang sesama kelas III Fisika. Sedang kelas III biologi ada Harsono dan II sosial ada Suprapto. Sedang kelas II Fisika hanya saya seorang. Kalau taksalah biaya kost Rp 3000/bulan.

Dari kost ini, nuansa belajar sangat terasa, terlebih banyak yang kelas III yang tentu akan mempersiapkan diri sebaik2nya untuk menghadapi Ebtanas dan UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri), pengganti nama Sipenmaru. Saya juga terpacu untuk semangat belajar, dan sedikit-sedikit mencoba untuk mengerjakan soal-soal UMPTN, terutama Matematika dan Fisika. Pernah satu ketika dilarang oleh Yatno: Jangan belajar UMPTN dulu, kamu baru kelas dua, takutnya nanti malah gak fokus, prematuer, dan pada saatnya kelas tiga nanti malah sudah drop semangat.

Pemilik kost ini sangat baik memperlakukan dan melayani anak-anak kost yang semuanya laki-laki. Walaupun bukan dari keluarga yang berkecukupan, suami pengemudi becak, istri jualan sayur di pasar, tapi keluarga ini sedari awal bertekad untuk selalu menyediakan sayur untuk makan malam kami. Kami hanya masak nasi aja, sedang sayur disediakan oleh ibu kost, udah gitu gratis alias gak bayar.

Bu kost ini punya 2 anak; Tarwoko saat itu masih SMP dan Tarwati saat itu belum sekolah.

Kost ketiga saat kelas tiga
Menginjak tahun ketiga, setelah Thohir dan temen2 pada lulus, saya ketemu Sugimin (temen SMP Mondokan yg sekarang sekolah di STM Muhammadiyah) dan mengajak kost bareng dengan dia, agak jauh, di Widoro, sekira 1 km dari sekolah.

Kalau taksalah biaya kost masih juga sama dengan kost-kost sebelumnya, yaitu Rp 3000/bulan. Yang membedakan adalah fasilitas. Walaupun tambah jauh, ada free sarapan pagi, duh enak dan murahnya.

Lagipula, tahun ini saya berhasil mengajak Edy Suharsono (temen sekelas sejak kelas 1) utk kost bersama, sebelumnya selama 2 tahun dia nglaju dari Banaran, Sambungmacan.

No comments:

Post a Comment