Tuesday, June 22, 1993

Duh Kakiku kayak mati rasa

Sakit kaki; bengkak, agak mati rasa

Saat-saat ini, saya sedang terserang penyakit yang aneh. Kaki bengkak, membesar, lemas, dipijit tidak terasa/mati rasa, jalan kaki tak bertenaga, mesti diseret dikit. Sudah dipijitkan dan diobato dokter dimana-mana belum sembuh.

Teringat sudah disuntik di Puskesmas, tidak sembuh. Ke dokter di Gemolong, tidak sembuh. Ke RS di Solo, tidak sembuh. Alhamdulillah, terakhir bisa sembuh lewat seorang dokter di Batu Jamus.

Masih ingat, suatu sore, 2 hari menjelang UMPTN, saya diajak bapak dengan Yamaha L2Super warna merah ke Batu Jamus. Dokter pasiennya suangat banyak, sehingga antrian sudah sedemikian panjang. Saya dapat antrian ke-61 walah-walah, tengah malam pun bisa jadi belum diobati, padahal dokter juga perlu istirahat. Akhirnya saya disarankan tetep ambil nomor, tapi datangnya besok pagi-pagi saja. Sip, akhirnya kita ikuti saran suster.

Pagi setelah shubuh, saya dan bapak kesana lagi, alhamdulillah antrian belum panjang dan takberapa lama dilayani. Oleh dokter, saya dikatakan sakit yang terkait dengan sistem syaraf. Saya diberondong oleh 8 suntikan sekaligus, 4 di kaki kanan dan 4 di kaki kiri. Walah-walah, kayaknya baru kali ini suntikan yang sedemikian banyak.

Karena besok pagi mau UMPTN di Jogja, maka pagi itu saya langsung naik bus ke Jogja. Alhamdulillah, sampai di Jogja serasa perkembangan kaki sudah sembuh 50% persih, esoknya saat UMPTN seolah sudah sembuh 75%, dan pulang ke Sragen setelah UMPTN hari kedua seolah sudah betul2 sembuh 100%. Alhamdulillah, bersyukur pada-MU...kakiku sudah sembuh seperti sedia kala.

No comments:

Post a Comment