Tengah tahun 1990
Terlepas berhasil atau tidak meraih lulusan terbaik dari SMPN Mondokan, telah lama ada keinginan dalam diri saya untuk bisa melanjutkan sekolah ke kota Sragen. Soalnya, saya yakin akan banyak pengalaman dan alam kompetisi yang lebih baik bagi saya kedepan. Namun sayangnya saat itu, adalah masa yang bersamaan dibuka SMA Negeri Sukodono yang jaraknya Cuma 2 km dari rumah kami. Kalo SMP saya mesti menempuh sekira 8 km, jarak ini tentulah sangat dekat. Wah, mengacaukan keinginanku saja nih.
Pertentangan akhirnya terjadi. Bapak ngotot untuk menyekolahkan saya di SMA baru ini, betul2 baru, gedung pun baru sebagian. Beliau berkata; ”dekat, gakperlu kost, bisa mbantu kerja orangtua”. Saya tidak menafikan apa yang disampaikan bapak, tapi hati ini rasanya mau berontak, saya mau sesuatu yang baru.
Alhamdulillah, satu hari kami ketemu rekan bapak, beliau dipahamkan bahwa sebaiknya mengikuti kemauan anak, lagian sebagai hadiah karena juara 1, sayang kalo hanya sekolah SMA di desa, alhamdulillah akhirnya hati bapak luluh.
Akhirnya saya diantar bapak mendaftar SMAN 2 Sragen, sekolahnya Mas Sar yang baru saja lulus.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment