Tengah 1990
Teringat lika-liku masuk SMA, mas Sar yang paling berperan sehingga akhirnya saya masuk SMAN 1 Sragen. Mas Sar sangat rajin mengajak saya tiap hari ke sekolah SMA1 dan SMA2 utk memantau perkembangan pendaftar. Setiap siang, kedua sekolah tsb menempel jumlah total pendaftar untuk setiap nilai, misalanya pendaftar dengan NEM 35 berapa orang, pendaftar dengan NEM 36 berapa orang dst.
Dengan hitung2an yang dilakukan mas Sar, saya masih bisa bersaing di SMA 1. Akhirnya diputuskan bahwa pada hari terakhir dan di jam-jam terakhir pendaftaran, saya cabut pendaftaran di SMA 2 dan saya mendaftar di SMA 1. Hitung2anya, NEM saya masih masuklah pada kelompok kelas terakhir (total ada 8 kelas @48 siswa).
Pengumuman tiba, alhamdulillah, ternyata benar perhitungan kami, saya masih bisa diterima di SMAN 1 Sragen, alhamdulillah,...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment