Saya sejak kelas 1 selalu rangking 1 atau 2 pada setiap catur wulan (cawu), selalu bergantian dengan Wiryawan yang masih ada tali saudara keluarga.
Mempertahankan tradisi juara saya lakukan karena begitu bangganya saya ketika melihat mas sutris menerima hadiah buku tulis dari sekolah ketika bisa menjuarai kelas. Setelah itu, terpompa semangat saya untuk bisa menjadi juara kelas dan mendapatkan hadiah buku. Terlebih, saat itu mbak Sri juga memberikan hadiah jika saya bisa menjadi juara kelas.
Tapi begitu lulus, eh Nilai Ebtanas Murni (NEM) saya nomor 2, selisih dikit dengan Haris Triyanto (awal kelas 6 dia pindah dari MIM). NEM saya 35.76, kalo taksalah Haris 35.80.
Nilai NEM saya tertanggal 6 Juni 1987
1. PMP 7.07
2. Bahasa Indonesia 8.15
3. IPA 6.67
4. IPS 7.87
5. Matematika 6.00
Jumlah 35.76
Konstelasi NEM nasional, atau bahkan sekedar di kota Sragen, kita gak paham dan gak kita hiraukan, karena memang nggak kita pakai kecuali utk syarat masuk ke-3 SMP negeri yang terdekat. Saya akhirnya masuk ke SMP N Mondokan, Haris ke SMP N Sukodono, dan Wiryawan ke SMP N Gesi. Kelak, saya dan Haris ketemu lagi di SMA N 1 Sragen, udah gitu satu kelas lagi (1 D).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment