Memasuki masa perkuliahan di UGM, salah satu kesulitan yang saya alami adalah mencari tempat kost.
Berawal dari keinginan untuk selalu bersama orang tua yang akan menjadi benteng pergaulan, saya menginginkan kost seperti saat masih SMA, yaitu kost yang serumah dengan tuan rumah. Maunya kost dengan bentuk rumah. Bukan kost-kostan yang berderet panjang, takkenal dan cuek siapa2 teman kost atau tuan rumah. Satu lagi, syaratnya adalah harga terjangkau bagi kami sebagai anak petani desa.
Tempat yang saya idamkan saat itu sulit saya dapatkan, berhari2 keliling sekitar kampus Peternakan UGM tak saya dapatkan, bahkan satu ketika saya ajak Mas Sarjono muter2 seharianpun juga takda hasil.
Akhirnya, karena takada yang ideal, pilihan jatuh pada kost2an kecil dengan hanya 4 kamar, walaupun bukan berbentuk rumah dengan tuan rumah, kumpulan orang2 yang sholeh saya dapatkan, mudah2an saya ikut terbawa dalam arus kesholehan, amien. Kost terletak di Karangasem berdasar ajakan Ibnu Mashar temen Peternakan 93 (dulu SMAN 1 Sragen juga, seangkatan tapi tidak kenal saat SMA). Senengnya lagi, selain saya dan Ibnu, ada juga Warsito (Klaten) yang sama2 1 kelas, sehingga bisa belajar bareng dan kuliah bareng.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment