Teringat ketua program Magister SIT; Dr. Suhartono Tjondronegoro.
Beliau orangnya sangat ideal sebagai dosen, pinter dan menguasai aplikasi dan banyak pengalaman. Kuliahnya sangat berat tapi mampu disampaikan dengan bahasa yang nyambung, istilah-istilah atau fenomena dalam teori mampu beliau jelaskan secara detail filosofinya, istilahnya kita dituntut selalu paham; "kalo begini, arti fisisnya apa".
Saking menikmatinya kuliah dengan beliau, saking susahnya juga menangkap materi, maka kita perlu berulang dan semangat belajarnya. Beliau sangat hafal siapa-siapa mahasiswanya, siapa-siapa yang kemarin mbolos, siapa-siapa yang hari ini tidak hadir. Kalo mbolos, beliau kadang menanyakan; "kemana kemarin kelihatannya tidak ada", jadi malu dekh kita.
Yang lebih penting lagi adalah, ketika kita mbolos sekali, serasa pertemuan selanjutnya jadi ndomblong, tidak paham karena ada sesuatu informasi yang terputus...wah, jadinya mikir2 kalo kalo mau mbolos, sekali mbolos nggak paham bahasan berikutnya.
Beliau Semester 1 mengajar MK Pengolahan Sinyal Digital (PSD) dan kelak PSD lanjut, MK yang sangat sulit bagi kami. Seminggu masuk 2 kali (2+1), karena ini kuliah S1 maka dalam KRS kami hanya diakui 2 SKS tapi tetep masuk kuliah 2 kali pertemuan seperti anak S1.
Tuesday, October 10, 2000
Sunday, September 17, 2000
Pengalaman pahit dikerjain teman
Naik Kereta; Dikerjaan Pak Udin dan Rusydi
Waktu itu kami kuliah awal-2 di ITB. Suatu ketika mau balik ke Bandung dari Jogja sudah ketinggalan kereta ekonomi di sts Lempuyangan. Pilihan satu2nya tinggal kereta bisnis, itupun pada stasiun yang berbeda, yaitu sts Tugu.
Kejar2an dengan waktu, kami bergegas menuju stasiun Tugu. Tapi kami belum beruntung, tiket dah habis terjual..ckckckck gimana nih, besok ada kuliah pagi....
Ada ide dari pak Udin, pokoknya asal naik kereta aja, ”lha, tiketnya gimana???” aku bingung, ”udah, naik aja” jawab pak udin mantap. Waduh, bingung nih gimana masak gakpunya tiket kok naik. Setahu saya jika naik kereta didapati tidak membawa tiket, disuruh bayar tiket 2x lipat, alamak...
Saya gaktahu skenario apa yang sedang dimainkan temen2. Mereka berdua tidur terduduk diantara gerbong, karena hanya itulah tempat yang kosong, lainya penuh. Saya sendirian gak bisa tidur,....
Plok...plok...plok... suara sepatu sangat berwibawa. Datanglah sang kondektur menagih karcis saya, gimana nih, saya bangunkan kedua temen gak ada yang bangun... kalangkabut jadinya, saya dimarahin petugas, sementara kedua temen seolah mengoda dengan tidur pulas mereka... Kemarahan petugas berakhir ketika pak Udin bangun menjelaskan pada kondektur.
Itulah kemenangan mereka ngerjain saya, dibuatnya saya bahan tertawaan. Duh nasib....
Waktu itu kami kuliah awal-2 di ITB. Suatu ketika mau balik ke Bandung dari Jogja sudah ketinggalan kereta ekonomi di sts Lempuyangan. Pilihan satu2nya tinggal kereta bisnis, itupun pada stasiun yang berbeda, yaitu sts Tugu.
Kejar2an dengan waktu, kami bergegas menuju stasiun Tugu. Tapi kami belum beruntung, tiket dah habis terjual..ckckckck gimana nih, besok ada kuliah pagi....
Ada ide dari pak Udin, pokoknya asal naik kereta aja, ”lha, tiketnya gimana???” aku bingung, ”udah, naik aja” jawab pak udin mantap. Waduh, bingung nih gimana masak gakpunya tiket kok naik. Setahu saya jika naik kereta didapati tidak membawa tiket, disuruh bayar tiket 2x lipat, alamak...
Saya gaktahu skenario apa yang sedang dimainkan temen2. Mereka berdua tidur terduduk diantara gerbong, karena hanya itulah tempat yang kosong, lainya penuh. Saya sendirian gak bisa tidur,....
Plok...plok...plok... suara sepatu sangat berwibawa. Datanglah sang kondektur menagih karcis saya, gimana nih, saya bangunkan kedua temen gak ada yang bangun... kalangkabut jadinya, saya dimarahin petugas, sementara kedua temen seolah mengoda dengan tidur pulas mereka... Kemarahan petugas berakhir ketika pak Udin bangun menjelaskan pada kondektur.
Itulah kemenangan mereka ngerjain saya, dibuatnya saya bahan tertawaan. Duh nasib....
Saturday, August 19, 2000
Kuliah S2 ITB..... pagi-sore full
Tanggal 19 Agustus 2000 mulai kuliah S2 ITB.
Dalam jadwal, kuliah full pagi-sore selama senin-jumat. Taktanggung-tanggung, kuliah S2 Teknik Elektro ITB, khususnya yang mengambil konsentrasi Telekomunikasi memang sangat berat persyaratannya dan proses yang dilalui.
Selain lulusan Telkom ITB, kami diwajibkan mengambil beberapa MK penunjang dan kuliah bareng anak2 S1 hingga total 12 SKS lebih banyak daripada Mhs S2 biasanya (36 SKS). Ngerinya lagi, MK yang pelaksanaannya 3 SKS dihitung cuma 2 SKS, lagian di ITB jika kuliah 3 SKS maka hari ini 2 SKS, besok 1 SKS, bukan digabung sebagaimana di UGM maupun di UAD, weleh2.....Udah gitu, jam keluar-masuk kuliah betul2 ditaati sama dosen, jarang yg korupsi waktu. Hebat rek, senengnya dapat ilmu banyak, dosen berdedikasi tinggi, tapi resikonya capek...takpa, namanya sekolah emang berat.
Teringat, kami mengambil MK Dasar Sistem Komunikasi (DSK) bersama anak2 S1. Kalau di S2 bagi kami tercatat 4 SKS. Ternyata itu adalah gabungan 2 MK, Siskom Analog (2+1) dan Siskom Digital (2+1)..... so, kami kuliah 4 kali dalam seminggu hanya utk MK DSK tsb, weleh2.....
Tapi yah masih mending, walaupun kami gakmungkin masuk kategori 1 (lulusan Telkom ITB, normal wajib ambil 36 SKS, kayaknya ada 2 orang dari 15 Mhs baru), kebanyakan kami termasuk kategori 2 (takperlu Pra-S2 setahun, tapi ambil 12 SKS MK S1), kategori 3 (mesti ikut Pra-S2 selama setahun), atau kategori 4 (tidak ketrima walau Pra-S2 sekalipun).
Yah, dinikmati aja, malahne tambah pinter, emang itu yg dicari dengan cara sekolah.
Dalam jadwal, kuliah full pagi-sore selama senin-jumat. Taktanggung-tanggung, kuliah S2 Teknik Elektro ITB, khususnya yang mengambil konsentrasi Telekomunikasi memang sangat berat persyaratannya dan proses yang dilalui.
Selain lulusan Telkom ITB, kami diwajibkan mengambil beberapa MK penunjang dan kuliah bareng anak2 S1 hingga total 12 SKS lebih banyak daripada Mhs S2 biasanya (36 SKS). Ngerinya lagi, MK yang pelaksanaannya 3 SKS dihitung cuma 2 SKS, lagian di ITB jika kuliah 3 SKS maka hari ini 2 SKS, besok 1 SKS, bukan digabung sebagaimana di UGM maupun di UAD, weleh2.....Udah gitu, jam keluar-masuk kuliah betul2 ditaati sama dosen, jarang yg korupsi waktu. Hebat rek, senengnya dapat ilmu banyak, dosen berdedikasi tinggi, tapi resikonya capek...takpa, namanya sekolah emang berat.
Teringat, kami mengambil MK Dasar Sistem Komunikasi (DSK) bersama anak2 S1. Kalau di S2 bagi kami tercatat 4 SKS. Ternyata itu adalah gabungan 2 MK, Siskom Analog (2+1) dan Siskom Digital (2+1)..... so, kami kuliah 4 kali dalam seminggu hanya utk MK DSK tsb, weleh2.....
Tapi yah masih mending, walaupun kami gakmungkin masuk kategori 1 (lulusan Telkom ITB, normal wajib ambil 36 SKS, kayaknya ada 2 orang dari 15 Mhs baru), kebanyakan kami termasuk kategori 2 (takperlu Pra-S2 setahun, tapi ambil 12 SKS MK S1), kategori 3 (mesti ikut Pra-S2 selama setahun), atau kategori 4 (tidak ketrima walau Pra-S2 sekalipun).
Yah, dinikmati aja, malahne tambah pinter, emang itu yg dicari dengan cara sekolah.
Monday, August 7, 2000
Mau naik Kereta; nunggu 12 jam
Cerita sedih saat awal-awal di Bandung.
Saat itu selesai urusan registrasi dan cari kost selesai, saya pulang sendirian ke Jogja karena Pak Rusydi ada mampir saudara. Saya mau naik kereta ekonomi di Kiara Condong, karena memang itulah yang tergambar saat itu cara mudah mencapainya.
Saya datang pukul 10 pagi, ternyata jadwal keretapi ke Jogja (Kahuripan, Bandung-Kediri) adanya jam 10 malam......Mau jalan2 dulu ngabisin waktu, bingung taktahu mana-mana, ke rumah temen/saudara, gak ada..
Alamak akhirnya mesti nunggu 12 jam di stasiun kayak orang hilang. Baca koran banyak capek, tidur gakbisa, gonta-ganti kursi aja ngilangin rasa jenuh...Begitulah cerita 12 jam menunggu kereta.
Saat itu selesai urusan registrasi dan cari kost selesai, saya pulang sendirian ke Jogja karena Pak Rusydi ada mampir saudara. Saya mau naik kereta ekonomi di Kiara Condong, karena memang itulah yang tergambar saat itu cara mudah mencapainya.
Saya datang pukul 10 pagi, ternyata jadwal keretapi ke Jogja (Kahuripan, Bandung-Kediri) adanya jam 10 malam......Mau jalan2 dulu ngabisin waktu, bingung taktahu mana-mana, ke rumah temen/saudara, gak ada..
Alamak akhirnya mesti nunggu 12 jam di stasiun kayak orang hilang. Baca koran banyak capek, tidur gakbisa, gonta-ganti kursi aja ngilangin rasa jenuh...Begitulah cerita 12 jam menunggu kereta.
Hunting kost, sedapetnya tp bagus
Cerita cari kost di sadang serang
Cari kost segera, itulah dalam benak kami ketika sudah positif registrasi. Maknanya besok selepas 17 Agustus 2000 kuliah dah dimulai, saya mesti dah ke Bandung dan dah punya tempat tinggal.
Disaat bingung, berdua dengan Rusydi kami tertarik dengan salah satu tempelan iklan liar di kampus tentang ”menerima kost putra, Sadang Serang”. Kita catat dan kita tanya orang dimanakah alamat rumah itu berada. Tanya sopir angkot Cicaheum-Sadang Serang, serasa jauhhh banget nggak nyampe2. Tahu2 angkot berhenti, penumpang turun semua, oh ternyata ini terminal Sdg serang ya. Alhamdulillah, ternyata rumah kost dah keliatan dari terminal, deket banget.
Harga nggakboleh nego, kalo nggak salah Rp 1,2 juta/tahun/kamar. Bagi kita sangat mahal, tapi kita nggak punya alternatif lain, lagian lumayan bagus kok. Okelah akhirnya kita sepakat ambil 2 kamar di lantai 2 bersebelahan.
Enaknya kost ini, kalo mau ke ITB, terminal di depan rumah, mesti dapat tempat duduk, nggak menggantung di pintu.
Cari kost segera, itulah dalam benak kami ketika sudah positif registrasi. Maknanya besok selepas 17 Agustus 2000 kuliah dah dimulai, saya mesti dah ke Bandung dan dah punya tempat tinggal.
Disaat bingung, berdua dengan Rusydi kami tertarik dengan salah satu tempelan iklan liar di kampus tentang ”menerima kost putra, Sadang Serang”. Kita catat dan kita tanya orang dimanakah alamat rumah itu berada. Tanya sopir angkot Cicaheum-Sadang Serang, serasa jauhhh banget nggak nyampe2. Tahu2 angkot berhenti, penumpang turun semua, oh ternyata ini terminal Sdg serang ya. Alhamdulillah, ternyata rumah kost dah keliatan dari terminal, deket banget.
Harga nggakboleh nego, kalo nggak salah Rp 1,2 juta/tahun/kamar. Bagi kita sangat mahal, tapi kita nggak punya alternatif lain, lagian lumayan bagus kok. Okelah akhirnya kita sepakat ambil 2 kamar di lantai 2 bersebelahan.
Enaknya kost ini, kalo mau ke ITB, terminal di depan rumah, mesti dapat tempat duduk, nggak menggantung di pintu.
Friday, August 4, 2000
Alhamd ketrima beasiswa BPPS
Hingga beberapa hari menjelang registrasi Mhs Baru S2 ITB, belum ada pengumuman dari Depdiknas Jakarta maupun dari ITB tentang pengumuman penerima beasiswa BPPS (Beasiswa Program Pasca Sarjana).
Saya, Rusydi Umar, dan Suhendra bingung bukan kepalang bagaimana jika sampai batas waktu akhir pendaftaran pengumuman itu juga belum ada kejelasan. Pakai biaya sendiri, jelas takkuat dan duit darimana. Mau minta dibayarin UAD, kami masih dosen baru tentu tidak diijinkan. Sementara kalau Pak Mushlihuddin yang mendaftar belakangan dan memang sedari awal mengajukan biaya dari UAD ya takda masalah, tinggal registrasi ulang aja.
saat pendaftaran dibuka selama 4 hari, senin-kamis kalo taksalah, berdasar informasi yg didapat dari sumber di Dikti Depdiknas Jakarta, walaupun keakuratannya juga tidak tahu seberapa, Pak Hendra dan pak Rusydi sudah bisa nyimpen lega hati, kerana nama mereka katanya ada dalam list penerima beasiswa Dikti, waduh....maknanya dari 4 orang tinggal saya sendiri yang belum jelas nasibnya.
Seolah masih mengalamai pertaruhan nasib, saya meminjam uang UAD utk bayar SPP dengan janji; jika keterima BPPS maka jadi sekolah dan pinjaman dikembalikan, jika tidak keterima maka tidak jadi sekolah.
Akhirnya, mereka ber-3 berangkat ke Bandung utk registrasi bisa dengan senyum manis, sementara saya dengan senyum kecut.
Alhamdulillah, puji syukur pada-Mu ya Allah, registrasi hari terakhir saya baru berangkat ke Bandung (dengan harapan dengan berjalannya waktu segera ada keputusan), ternyata pagi itu baru saja ditempel pengumuman penerima beasiswa Dikti, alhamdulillah saya salah satu diantaranya....
alhamdulillah jadi sekolah S2 beneran akhirnya diriku
Saya, Rusydi Umar, dan Suhendra bingung bukan kepalang bagaimana jika sampai batas waktu akhir pendaftaran pengumuman itu juga belum ada kejelasan. Pakai biaya sendiri, jelas takkuat dan duit darimana. Mau minta dibayarin UAD, kami masih dosen baru tentu tidak diijinkan. Sementara kalau Pak Mushlihuddin yang mendaftar belakangan dan memang sedari awal mengajukan biaya dari UAD ya takda masalah, tinggal registrasi ulang aja.
saat pendaftaran dibuka selama 4 hari, senin-kamis kalo taksalah, berdasar informasi yg didapat dari sumber di Dikti Depdiknas Jakarta, walaupun keakuratannya juga tidak tahu seberapa, Pak Hendra dan pak Rusydi sudah bisa nyimpen lega hati, kerana nama mereka katanya ada dalam list penerima beasiswa Dikti, waduh....maknanya dari 4 orang tinggal saya sendiri yang belum jelas nasibnya.
Seolah masih mengalamai pertaruhan nasib, saya meminjam uang UAD utk bayar SPP dengan janji; jika keterima BPPS maka jadi sekolah dan pinjaman dikembalikan, jika tidak keterima maka tidak jadi sekolah.
Akhirnya, mereka ber-3 berangkat ke Bandung utk registrasi bisa dengan senyum manis, sementara saya dengan senyum kecut.
Alhamdulillah, puji syukur pada-Mu ya Allah, registrasi hari terakhir saya baru berangkat ke Bandung (dengan harapan dengan berjalannya waktu segera ada keputusan), ternyata pagi itu baru saja ditempel pengumuman penerima beasiswa Dikti, alhamdulillah saya salah satu diantaranya....
alhamdulillah jadi sekolah S2 beneran akhirnya diriku
Thursday, June 22, 2000
Pelatihan Manajemen Laboratorium
Hari ini mengikuti Pelatihan Manajemen Laboratorium bersama-sama dengan dosen dan laboran se-UAD di Kampus I.
Alhamdulillah, dapat menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan dengan sesama staf UAD yang selama ini saya masih kurang banyak mengenal.
Secara materi pelatihan, hal ini sangat berguna karena dalam semester ini memang saya banyak berkecimpung di Lab, banyak banget MK praktikum yang saya tangani, baik Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, Fisika, Pendidikan Fisika, Ilmu Komputer, dll
Alhamdulillah, dapat menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan dengan sesama staf UAD yang selama ini saya masih kurang banyak mengenal.
Secara materi pelatihan, hal ini sangat berguna karena dalam semester ini memang saya banyak berkecimpung di Lab, banyak banget MK praktikum yang saya tangani, baik Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, Fisika, Pendidikan Fisika, Ilmu Komputer, dll
Tuesday, June 6, 2000
Diterima S2 Elektro ITB
Alhamdulillah, dapat surat bahwa saya diterima sbg mahasiswa S2 Teknik Elektro ITB, konsentrasi Sistem Informasi Telekomunikasi.
Padahal dari ujian tulis merasa nggak bisa jawab, apalagi saat wawancara dengan ketua program (Pak Suhartono Tjondronegoro) saya merasa orang paling bodoh dan taktahu apa2.
Apa mungkin memang yang dipilih yang bodoh2 ya hehehe.
Yang belum pasti adalah keputusan diterima-tidaknya permohonan beasiswa BPPS belum ada, jadi ya masih belum gembira betul.
Padahal dari ujian tulis merasa nggak bisa jawab, apalagi saat wawancara dengan ketua program (Pak Suhartono Tjondronegoro) saya merasa orang paling bodoh dan taktahu apa2.
Apa mungkin memang yang dipilih yang bodoh2 ya hehehe.
Yang belum pasti adalah keputusan diterima-tidaknya permohonan beasiswa BPPS belum ada, jadi ya masih belum gembira betul.
Monday, May 15, 2000
Bingung, Interview S2 UGM bersamaan Ujian Tulis ITB
Bingung, itulah yang saya alami saat ini....
S2 UGM dah lulus ujian, tinggal interview, tinggal selangkah, jadi peluangnya besar. Tapi kok UGM lagi, nanti ketemu dosen yang itu-itu lagi, jalan2 juga cuma jogja lagi. Dah gitu, ntar sekolah masih sambil ngajar.
S2 ITB belum juga ujian tertulis (belum tentu lolos), dah gitu jika lolos ada hadangan lagi berupa interview. Tapi asyik, kuliah di ITB, kampus engineering terbaik di Indonesia, asyiknya lagi: dosen baru, temen2 baru, suasana baru, daerahnya dingin, bebas tugas dari kwajiban ngajar, asyik pokoknya.
Ditimbang-timbang kalo suruh milih jika pasti keterima dua-duanya, ya jelas milih ITB lah....
Setelah berpikir panjang dan diskusi panjang juga dengan Pak Widodo (dekan FTI), akhirnya saya memilih untuk membuka peluang dengan mengikuti ujian tertulis ITB dibanding interview UGM.
Bismillah, mudah2an ini pilihan tepat dan terbaik bagi diriku di mata Allah, amien3x
S2 UGM dah lulus ujian, tinggal interview, tinggal selangkah, jadi peluangnya besar. Tapi kok UGM lagi, nanti ketemu dosen yang itu-itu lagi, jalan2 juga cuma jogja lagi. Dah gitu, ntar sekolah masih sambil ngajar.
S2 ITB belum juga ujian tertulis (belum tentu lolos), dah gitu jika lolos ada hadangan lagi berupa interview. Tapi asyik, kuliah di ITB, kampus engineering terbaik di Indonesia, asyiknya lagi: dosen baru, temen2 baru, suasana baru, daerahnya dingin, bebas tugas dari kwajiban ngajar, asyik pokoknya.
Ditimbang-timbang kalo suruh milih jika pasti keterima dua-duanya, ya jelas milih ITB lah....
Setelah berpikir panjang dan diskusi panjang juga dengan Pak Widodo (dekan FTI), akhirnya saya memilih untuk membuka peluang dengan mengikuti ujian tertulis ITB dibanding interview UGM.
Bismillah, mudah2an ini pilihan tepat dan terbaik bagi diriku di mata Allah, amien3x
Wednesday, May 10, 2000
Ujian Tertulis S2 Elektro UGM...... Alhamd Lulus
Tak ingat pasti tanggal, tapi kalo gaksalah bulan Mei 2000.
Ujian tertulis S2 Elektro UGM.... Soalnya kok susah ya, trus njawabnya gimana tuing-tuing..... Kok kayaknya dulu S1 belum dapat materi yang beginian ya, atau pas saya mbolos (itu mah biasa saya lakukan) atau pas kuliah saya tertidur (itu mah juga sering saya lakukan) heheh....
Tapi alhamdulillah, mungkin panitia tahu niat saya, walaupun bodoh tapi niatnya mulia untuk mencari ilmu lagi....
alhamdulillah akhirnya pada suatu ketika pengumuman itu ada, saya dinyatakan lolos ujian tertulis dan tinggal ujian wawancara.... selangkah lagi jadi mahasiswa pasca sarjana (keliatan tua gini).
Ujian tertulis S2 Elektro UGM.... Soalnya kok susah ya, trus njawabnya gimana tuing-tuing..... Kok kayaknya dulu S1 belum dapat materi yang beginian ya, atau pas saya mbolos (itu mah biasa saya lakukan) atau pas kuliah saya tertidur (itu mah juga sering saya lakukan) heheh....
Tapi alhamdulillah, mungkin panitia tahu niat saya, walaupun bodoh tapi niatnya mulia untuk mencari ilmu lagi....
alhamdulillah akhirnya pada suatu ketika pengumuman itu ada, saya dinyatakan lolos ujian tertulis dan tinggal ujian wawancara.... selangkah lagi jadi mahasiswa pasca sarjana (keliatan tua gini).
Sunday, April 30, 2000
Daftar S2 UGM dan ITB
Pendaftaran S2 (gelombang 1) UGM dan ITB yang sedianya ditutup 31 Maret akhirnya diperpanjang jadi 30 April.
Saya coba daftar dua-duanya, berkas diantar langsung. Sedang ITB hanya di-pos-kan saja (disertakan bukti slip transfer pembayaran pendaftaran di Bank). Syarat lain adalah copy legalisir ijazah S1, transkrip nilai, surat ijin rektor, dan CV.
Tinggal nunggu ujian tertulis dan interview. Kayak ngapa ya susahe daftar sekolah S2....Semoga Allah berikan kemudahan dan kelancaran semuanya, amien.
Saya coba daftar dua-duanya, berkas diantar langsung. Sedang ITB hanya di-pos-kan saja (disertakan bukti slip transfer pembayaran pendaftaran di Bank). Syarat lain adalah copy legalisir ijazah S1, transkrip nilai, surat ijin rektor, dan CV.
Tinggal nunggu ujian tertulis dan interview. Kayak ngapa ya susahe daftar sekolah S2....Semoga Allah berikan kemudahan dan kelancaran semuanya, amien.
Friday, March 31, 2000
Belum 2 bulan jadi dosen, mau sekolah S2 ???
Jadi dosen UAD baru terhitung 1 Feb 2000, belum juga dua bulan (pada bulan Maret), diajak temen untuk daftar S2.
S2 ???
Awalnya saya gak tertarik sama sekali, kuliah S1 Elektro aja setengah mati, masak mau setengah mati lagi dengan mengambil S2..... Jangan-jangan, setengah tambah setengah jadinya mati beneran hehe.
Teringat saat itu dosen baru yang semangat ngajak sekolah adalah Pak Suhendra (TKimia). Dia pengin daftar S2 TKimia ITB.... Baru tahu juga diriku yang bodoh ini, ternyata ada tawaran beasiswanya. Terbayang sekolah dapat uang, wah senengnya..... akhirnya mau mau mau sekolah lagi....
Terbuka pikiranku, saya sadar walau susah, khan dah ambil profesi sebagai dosen, maka kuliah S2 adalah tuntutan profesi. Akhirnya diriku semangat juga untu daftar sekolah S2.
Saya pilih Elektro UGM (ambil form langsung dan bayar di Pasca Sarjana UGM) dan juga yang lebih penting adalah daftar Elektro ITB (form bisa di-download gratis di internet).
Bismillah,
sekolah lagi semoga tambah pinter, tambah pengalaman, semakin pede ngajar, dan membawa penuh berkah, amien.....
S2 ???
Awalnya saya gak tertarik sama sekali, kuliah S1 Elektro aja setengah mati, masak mau setengah mati lagi dengan mengambil S2..... Jangan-jangan, setengah tambah setengah jadinya mati beneran hehe.
Teringat saat itu dosen baru yang semangat ngajak sekolah adalah Pak Suhendra (TKimia). Dia pengin daftar S2 TKimia ITB.... Baru tahu juga diriku yang bodoh ini, ternyata ada tawaran beasiswanya. Terbayang sekolah dapat uang, wah senengnya..... akhirnya mau mau mau sekolah lagi....
Terbuka pikiranku, saya sadar walau susah, khan dah ambil profesi sebagai dosen, maka kuliah S2 adalah tuntutan profesi. Akhirnya diriku semangat juga untu daftar sekolah S2.
Saya pilih Elektro UGM (ambil form langsung dan bayar di Pasca Sarjana UGM) dan juga yang lebih penting adalah daftar Elektro ITB (form bisa di-download gratis di internet).
Bismillah,
sekolah lagi semoga tambah pinter, tambah pengalaman, semakin pede ngajar, dan membawa penuh berkah, amien.....
Wednesday, February 2, 2000
Mengenal temen2 dosen UAD
Ada rapat perdana oleh FTI (Fakultas Teknologi Industri) dalam rangka menyambut kami para dosen baru di lingkungan FTI.
Nama-nama dosen yang baru adalah;
1. Elektro-Wahyu Sapto Aji, S.T. (S1 TE UGM 92)
2. Elektro-Sunardi, S.T. (S1 TE UGM 94)
3. Kimia-Maryudi, S.T. (S1 T.Nuklir UGM 92, sedang S2 TKim UGM)
4. Kimia-Endah Sulistyawati (S1 T.Kimia UGM, sedang S2 TKim UGM)
5. Industri-Hani Rochmanudin (S1 T.Industri UII)
6. Informatika-Taufiq Ismail (S1 T. Informatika UAD)
Nama-nama pejabat FTI saat itu;
1. Drs. Widodo, M.Si. (Dekan)
2. Drs. Muchlas, M.T. (Pembantu Dekan I)
2. Ir. Tri Budiyanto (Pembantu Dekan II)
3. Mushlihuddin, S.T. (Pembantu DEkan III)
4. Drs. Wahyu Pujiyono, M.Si. (ketua Jurusan T. Informatika)
5. Rusydi Umar, S.T. (Sekretaris Jurusan T. Informatika)
6. Ir. Dwi Sulisworo, M.T. (Ketua Jurusan T. Industri)
7. Martomo Setiawan, S.T., M.T. (Ketua Jurusan T. Kimia)
8. Drs. Abdul Fadlil, M.T. (Ketua Jurusan T. Elektro)
Nama-nama dosen senior, diantaranya;
1. Dra. Siti Salamah
2. Erna Astuti, S.T., M.T.
3. Imam Santosa, S.T.
4. Ir. Siti Jamilatun
5. Eko Aribowo, S.T.
6. Endah Utami, S.T.
7. Siti Mahsanah, S.Tp
8. Annie Purwani, S.Tp.
Nama-nama dosen yang baru adalah;
1. Elektro-Wahyu Sapto Aji, S.T. (S1 TE UGM 92)
2. Elektro-Sunardi, S.T. (S1 TE UGM 94)
3. Kimia-Maryudi, S.T. (S1 T.Nuklir UGM 92, sedang S2 TKim UGM)
4. Kimia-Endah Sulistyawati (S1 T.Kimia UGM, sedang S2 TKim UGM)
5. Industri-Hani Rochmanudin (S1 T.Industri UII)
6. Informatika-Taufiq Ismail (S1 T. Informatika UAD)
Nama-nama pejabat FTI saat itu;
1. Drs. Widodo, M.Si. (Dekan)
2. Drs. Muchlas, M.T. (Pembantu Dekan I)
2. Ir. Tri Budiyanto (Pembantu Dekan II)
3. Mushlihuddin, S.T. (Pembantu DEkan III)
4. Drs. Wahyu Pujiyono, M.Si. (ketua Jurusan T. Informatika)
5. Rusydi Umar, S.T. (Sekretaris Jurusan T. Informatika)
6. Ir. Dwi Sulisworo, M.T. (Ketua Jurusan T. Industri)
7. Martomo Setiawan, S.T., M.T. (Ketua Jurusan T. Kimia)
8. Drs. Abdul Fadlil, M.T. (Ketua Jurusan T. Elektro)
Nama-nama dosen senior, diantaranya;
1. Dra. Siti Salamah
2. Erna Astuti, S.T., M.T.
3. Imam Santosa, S.T.
4. Ir. Siti Jamilatun
5. Eko Aribowo, S.T.
6. Endah Utami, S.T.
7. Siti Mahsanah, S.Tp
8. Annie Purwani, S.Tp.
Tuesday, February 1, 2000
Mulai jadi dosen di UAD
Aktif jadi dosen UAD
Sejak 1 Feb 2000 saya resmi menjadi dosen Teknik Elektro UAD, walaupun masih masa percobaan. Saat itu Dosen Tetap TE baru 3 orang; Drs. Muchlas, M.T., Drs. Abdul Fadlil, M.T., dan Mushlihuddin, S.T.
Pada tahun ini dosen baru TE ada 2, yaitu Sunardi, S.T. (dari TE UGM 94) dan Wahyu Sapto Aji, S.T. (dari TE UGM 92)
Waktu itu Teknik Elektro masih ada di Kampus 1 Jl Kapas, Semaki. Karena banyaknya mahasiswa akibat perunbahan IKIP Muhammadiyah ke Universitas Ahmad Dahlan, maka beberapa bangunan IKIP Negeri yang persis di sebelahnya saat itu disewa UAD.
Mata Kuliah yang saya pegang ("ampu") satu-satunya adalah Dasar Sistem Telekomunikasi untuk mahasiswa semester 2 (angkatan 1999).
Selebihnya saya membantu di banyak praktikum sebagai asisten dosen di beberapa lab dan praktikum dari berbagai jurusan (Elektro, Informatika, Industri, Fisika, Ilmu Komputer).
Sejak 1 Feb 2000 saya resmi menjadi dosen Teknik Elektro UAD, walaupun masih masa percobaan. Saat itu Dosen Tetap TE baru 3 orang; Drs. Muchlas, M.T., Drs. Abdul Fadlil, M.T., dan Mushlihuddin, S.T.
Pada tahun ini dosen baru TE ada 2, yaitu Sunardi, S.T. (dari TE UGM 94) dan Wahyu Sapto Aji, S.T. (dari TE UGM 92)
Waktu itu Teknik Elektro masih ada di Kampus 1 Jl Kapas, Semaki. Karena banyaknya mahasiswa akibat perunbahan IKIP Muhammadiyah ke Universitas Ahmad Dahlan, maka beberapa bangunan IKIP Negeri yang persis di sebelahnya saat itu disewa UAD.
Mata Kuliah yang saya pegang ("ampu") satu-satunya adalah Dasar Sistem Telekomunikasi untuk mahasiswa semester 2 (angkatan 1999).
Selebihnya saya membantu di banyak praktikum sebagai asisten dosen di beberapa lab dan praktikum dari berbagai jurusan (Elektro, Informatika, Industri, Fisika, Ilmu Komputer).
Saturday, January 1, 2000
ASBUMI (Asrama Budi Mulia) Condong Catur
Mas Mahfudz Sholihin (kakak santri V, dosen ekonomi UGM) dapat tawaran sekolah S2 ke Australi. Kita dapat berkah, rumah kontrakan di Perumnas Condong Catur diserahkan untuk kita tempati karena sudah dibayar. Daripada empet2an di Budi Mulia, akhirnya kita ngungsi ke kontrakan tersebut.
Alhamdulillah, kita namakan asrama Asbumi (Asrama Budi Mulia), yang nempati para veteran-veteran di kampusnya masing2 karena dah semester tua tapi belum juga lulus, atau para pengangguran (dah selesai kuliah tapi belum dapat kerja), tapi ada juga dosen Ustadzi Hamzah (ushuludin IAIN) dan calon dosen Elektro UAD (Sunardi) hehehe
Alhamdulillah, kita namakan asrama Asbumi (Asrama Budi Mulia), yang nempati para veteran-veteran di kampusnya masing2 karena dah semester tua tapi belum juga lulus, atau para pengangguran (dah selesai kuliah tapi belum dapat kerja), tapi ada juga dosen Ustadzi Hamzah (ushuludin IAIN) dan calon dosen Elektro UAD (Sunardi) hehehe
Friday, November 19, 1999
Teman2 S1 Elektro UGM 1994
Mengngat temen2 seperjuangan
S1 Teknik Elektro angkatan tahun 1994
(mestinya ada 136 nama, tapi banyak yg lupa)
alhamdulillah diberikan list Kang Prapto yang lebih komplit dan detail
Abdullah Trimulyawan (Lintas Artha)
Ahmad Musthofa
Agung Lampung
Agung Priyambodo (XL-jkt)
Agus Kanihatu (Singapore)
Amir Murtono (Indonesia Power)
Angela (Schlumberger)
Arief Effendy (Ericsson-jkt)
Aris Triyanto
Arko
Bambang Dwi Sanyoto
Budi Wayan (Merpati)
Brilianto
Chandra (ketoke Telkom Makasar)
Cin Liong
Erick Estrada (Tripatra)
Erwin (Schlumberger)
Erwin Dodu (Dosen UNHALU)
Fuseng Manre (Telkom Papua, kayane wis manajer)
Harry Prabowo (Dosen Elektro UGM, S3 Jepang)
Indrawan
Iswandi (Dosen D3 TE UGM, S3 Tokyo Institute of Tech)
Jasree Bin Guntis
Jemly FHK (HP Singapore)
Joko Nugroho (Caltex-> Chevron Riau)
Kristianto Andi (McDermott Batam)
Kusnadi (dosen UAJY, S2 Melbourne)
Marsetyono (Indosat)
Marsono
Muhammad Ali (dosen Elektro UNY)
Murtiadi (Indonesia Power)
Nur Ubaya Brata (Plant Manager Charoen Phockpan)
Petrus (dosen USD, S2 Thailand)
Pius Agung
Prapto Nugroho (Dosen D3 Elektro UGM, S3 Jepang)
Rahmat Ali Hakim (Schlumberger, BP)
Rois Mubarok (Niaga, Garuda)
Ruli Turangga (Indosat)
Sigit (Dosen D3 TE UGM, Cork Institute of Tech, Ireland)
Sholeh (McDermott Batam)
Suharyanto (S2 S3 Jepang, dosen TE UGM)
Susan
Tulis Jojok Suryono (BATAN-jkt)
Tumirah (Pemda Batam)
Wahyu (TransTV)
Wahyu Amperawati
Warndo (Schlumberger --> Chevron)
Wisnu (dosen USD, S2 ITB)
Yovi Pandan K (PT Newmont NTB)
Yudi (Dosen UAJY)
Yulianta Ramelan (BI-jkt)
Yusuf (Chevron)
S1 Teknik Elektro angkatan tahun 1994
(mestinya ada 136 nama, tapi banyak yg lupa)
alhamdulillah diberikan list Kang Prapto yang lebih komplit dan detail
Abdullah Trimulyawan (Lintas Artha)
Ahmad Musthofa
Agung Lampung
Agung Priyambodo (XL-jkt)
Agus Kanihatu (Singapore)
Amir Murtono (Indonesia Power)
Angela (Schlumberger)
Arief Effendy (Ericsson-jkt)
Aris Triyanto
Arko
Bambang Dwi Sanyoto
Budi Wayan (Merpati)
Brilianto
Chandra (ketoke Telkom Makasar)
Cin Liong
Erick Estrada (Tripatra)
Erwin (Schlumberger)
Erwin Dodu (Dosen UNHALU)
Fuseng Manre (Telkom Papua, kayane wis manajer)
Harry Prabowo (Dosen Elektro UGM, S3 Jepang)
Indrawan
Iswandi (Dosen D3 TE UGM, S3 Tokyo Institute of Tech)
Jasree Bin Guntis
Jemly FHK (HP Singapore)
Joko Nugroho (Caltex-> Chevron Riau)
Kristianto Andi (McDermott Batam)
Kusnadi (dosen UAJY, S2 Melbourne)
Marsetyono (Indosat)
Marsono
Muhammad Ali (dosen Elektro UNY)
Murtiadi (Indonesia Power)
Nur Ubaya Brata (Plant Manager Charoen Phockpan)
Petrus (dosen USD, S2 Thailand)
Pius Agung
Prapto Nugroho (Dosen D3 Elektro UGM, S3 Jepang)
Rahmat Ali Hakim (Schlumberger, BP)
Rois Mubarok (Niaga, Garuda)
Ruli Turangga (Indosat)
Sigit (Dosen D3 TE UGM, Cork Institute of Tech, Ireland)
Sholeh (McDermott Batam)
Suharyanto (S2 S3 Jepang, dosen TE UGM)
Susan
Tulis Jojok Suryono (BATAN-jkt)
Tumirah (Pemda Batam)
Wahyu (TransTV)
Wahyu Amperawati
Warndo (Schlumberger --> Chevron)
Wisnu (dosen USD, S2 ITB)
Yovi Pandan K (PT Newmont NTB)
Yudi (Dosen UAJY)
Yulianta Ramelan (BI-jkt)
Yusuf (Chevron)
Thursday, November 18, 1999
Wisuda Sarjana UGM
Alhamdulillah, setelah sekian lama menunggu dan berkutat dengan ilmu, waktu wisudaku akhirnya datang juga.
Monday, October 11, 1999
Seleksi UMY tertidur, ...z.z.z.z..
Saat UAD belum ada kabar terakhir diterima atau tidak, ada panggilan seleksi dosen UMY. Tak ada salahnya kesempatan ini dicoba untuk cadangan seandainya di UAD gagal takditerima.
Malangnya, saat itu saya lagi mengkoordinir Pesantren Kilat di Jalan Monjali km belasan (jauh di atas Jogja). Karena sibuk, saat itu terdapat editing Buku Kenangan yang harus segera jadi, maka dari pagi hingga pagi berikutnya saya blaz tidak tidur sedikitpun, praktis badan capek, pegal, dan ngantuk takterhingga.
Pagi jam 8 selesai sudah semuanya, saya bersiap-siap dan meluncur ke kampus UMY di ringroad selatan. Saat itu ujian pertama adalah ujian teori tentang Elektro.
Sambil menahan kantuk ditambah soalnya susah, kaged saat dengar ”klotak...tek tek tek”. Terdengar suara pulpen jatuh ke lantai keramik......Bangunlah diriku.....oh ternyata saya tertidur tho hihi malu aku....walah-walah. [Tak salah jika akhirnya UMY takmemasukkan diriku untuk test tahap selanjutnya, takpa saya mesti ikhlash hehe]
Malangnya, saat itu saya lagi mengkoordinir Pesantren Kilat di Jalan Monjali km belasan (jauh di atas Jogja). Karena sibuk, saat itu terdapat editing Buku Kenangan yang harus segera jadi, maka dari pagi hingga pagi berikutnya saya blaz tidak tidur sedikitpun, praktis badan capek, pegal, dan ngantuk takterhingga.
Pagi jam 8 selesai sudah semuanya, saya bersiap-siap dan meluncur ke kampus UMY di ringroad selatan. Saat itu ujian pertama adalah ujian teori tentang Elektro.
Sambil menahan kantuk ditambah soalnya susah, kaged saat dengar ”klotak...tek tek tek”. Terdengar suara pulpen jatuh ke lantai keramik......Bangunlah diriku.....oh ternyata saya tertidur tho hihi malu aku....walah-walah. [Tak salah jika akhirnya UMY takmemasukkan diriku untuk test tahap selanjutnya, takpa saya mesti ikhlash hehe]
Tuesday, September 7, 1999
Mengikuti Seleksi Calon Dosen UAD
Taklama setelah gambling asal kirim lamaran, saya dipanggil untuk seleksi di UAD. Nah, ini peluang saya jadi dosen telah tiba, saatnya dicoba mengadu nasib.
Waduh, kok ternyata banyak banget saingannya. Saya heran, mereka daftarnya lewat mana. Tahunya informasi ada lowongan darimana. Apa juga gambling asal kirim seperti saya.... biarin lah, sekarang saatnya berkompetisi, siapa yang terbaik dalam pandangan UAD atau bernasib baik, dialah yang ketrima.
Saat itu peserta test dari banyak jurusan. Kalo gaksalah Elektro ada belasan pendaftar. Sistem seleksi diterapkan sistem gugur, bagi yang tidak lolos tahap 1 tidak akan diikutkan lagi tahap selanjutnya.
Test pertama test tertulis, presentasi, wawancara akademik, wawancara keagamaan dan baca al Qur an, dan terakhir komitmen dengan rektorat/yayasan. Alhamdulillah lancar dan tidak gugur hingga tahap terakhir. Semua seleksi telah berakhir sebelum wisuda, harapannya setelah wisuda sudah ada kabar pengumuman ketrima atau diterima hehehe.
[taklama setelah wisuda 18 November 1999 alhamdulillah ada surat yang menyatakan saya diterima dan mulai bekerja sebagai dosen UAD 1 Februari 2000, alhamdulillah....kini saya sudah punya jalan hidup, bukan pengangguran lagi].
Yang special, ini adalah test pertama saya melamar kerja dan alhamdulillah pertama juga diterima kerja. Elektro nerima 2 dosen baru; Wahyu Sapto Aji (alumnus TE UGM 92) dan saya (alumnus TE UGM 94).
Waduh, kok ternyata banyak banget saingannya. Saya heran, mereka daftarnya lewat mana. Tahunya informasi ada lowongan darimana. Apa juga gambling asal kirim seperti saya.... biarin lah, sekarang saatnya berkompetisi, siapa yang terbaik dalam pandangan UAD atau bernasib baik, dialah yang ketrima.
Saat itu peserta test dari banyak jurusan. Kalo gaksalah Elektro ada belasan pendaftar. Sistem seleksi diterapkan sistem gugur, bagi yang tidak lolos tahap 1 tidak akan diikutkan lagi tahap selanjutnya.
Test pertama test tertulis, presentasi, wawancara akademik, wawancara keagamaan dan baca al Qur an, dan terakhir komitmen dengan rektorat/yayasan. Alhamdulillah lancar dan tidak gugur hingga tahap terakhir. Semua seleksi telah berakhir sebelum wisuda, harapannya setelah wisuda sudah ada kabar pengumuman ketrima atau diterima hehehe.
[taklama setelah wisuda 18 November 1999 alhamdulillah ada surat yang menyatakan saya diterima dan mulai bekerja sebagai dosen UAD 1 Februari 2000, alhamdulillah....kini saya sudah punya jalan hidup, bukan pengangguran lagi].
Yang special, ini adalah test pertama saya melamar kerja dan alhamdulillah pertama juga diterima kerja. Elektro nerima 2 dosen baru; Wahyu Sapto Aji (alumnus TE UGM 92) dan saya (alumnus TE UGM 94).
Sunday, September 5, 1999
Ada/tiada lowongan, asal kirim aja lamaran
Keinginan untuk segera ada kepastian dalam meniti karir dan melanjutkan perjuangan dalam hidup, menuntun saya coba lirak-lirik alamat kampus islam yang ada di Jogja.
Terbersit keinginan, kalo tidak keterima di PTN, PTS tak masalah yang penting PTS islam sehingga bisa mengabdikan diri secara akademis, tapi dari sisi religius juga dapat suasana yang kondusif untuk menjadi muslim yang baik.
Tercatat dalam target saya ada tiga PTS islam yang besar di Jogja, yaitu UII (Universitas Islam Indonesia), UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), dan UAD (Universitas Ahmad Dahlan, sebelum 1994 bernama IKIP Muhammadiyah).
Sambil cari informasi dan alamat, teringat untuk alamat UAD saya dapatkan di reklame besar di perigaan jalan Kolombo dan Gejayan. Berdasar alamat tsb, saya kirimkan lamaran ke ketiga kampus tersebut.
Respon tercepat saya dapatkan dari UAD, bahwa akan diadakan seleksi. Alhamdulillah, tidak sia-sia asal kirim lamaran walaupun tak tahu ada lowongan atau tidak. Yang penting nglamar ada kemungkinan diterima, kalo tidak nglamar nggak mungkin ketrima hehe.
Terbersit keinginan, kalo tidak keterima di PTN, PTS tak masalah yang penting PTS islam sehingga bisa mengabdikan diri secara akademis, tapi dari sisi religius juga dapat suasana yang kondusif untuk menjadi muslim yang baik.
Tercatat dalam target saya ada tiga PTS islam yang besar di Jogja, yaitu UII (Universitas Islam Indonesia), UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), dan UAD (Universitas Ahmad Dahlan, sebelum 1994 bernama IKIP Muhammadiyah).
Sambil cari informasi dan alamat, teringat untuk alamat UAD saya dapatkan di reklame besar di perigaan jalan Kolombo dan Gejayan. Berdasar alamat tsb, saya kirimkan lamaran ke ketiga kampus tersebut.
Respon tercepat saya dapatkan dari UAD, bahwa akan diadakan seleksi. Alhamdulillah, tidak sia-sia asal kirim lamaran walaupun tak tahu ada lowongan atau tidak. Yang penting nglamar ada kemungkinan diterima, kalo tidak nglamar nggak mungkin ketrima hehe.
Lapor dah lulus, ”tapi maaf, saat ini gak ada posisi”
Setelah dinyatakan lulus, dengan berbekal Surat Keterangan Lulus (SKL) saya segera mempersiapkan semua berkas-berkas yang mendukung untuk resmi melamar sebagai dosen Riau, tepatnya melapor bahwa saya telah selesai S1, telah siap untuk diberdayakan mengajar sebagai dosen atau siap disekolahkan dulu. Terbayang dan bersiap-siap sudah akan pindahan ke Riau utk mengajar atau pindahan ke Inggris utk sekolah.
Tapi yang membuat kalangkabut adalah kok jawaban yang saya terima aneh: ”maaf, saat ini gak ada nerima posisi dosen”. Lho-lho gimana nih, dulu buka pendaftaran calon dosen, dikasih beasiswa, setelah lulus gakmau nerima, siapa yang salah nih... Sedih banget mendengar kabar ini, rencana yang telah terbayang jadi berantakan nich.
Mulailah ketidakpastian itu muncul, kemana akan melangkah. Akhirnya, bersama teman2 menjadi jobseeker, cari-cari pengumuman lowongan kerja di surat kabar maupun di kampus (Jurusan, Fakultas, Universitas). Semua lowongan kerja yang sekiranya kualifikasi lulusan S1 Teknik Elektro boleh daftar, saya daftar aja. Test sana-sini entah nanti jalan hidup mana untuk diriku biar Allah yang menentukan....
Ya Allah, semua rencana awal telah bubar, tunjukkan rencana-Mu yang terbaik untuk diriku ya Allah....
Tapi yang membuat kalangkabut adalah kok jawaban yang saya terima aneh: ”maaf, saat ini gak ada nerima posisi dosen”. Lho-lho gimana nih, dulu buka pendaftaran calon dosen, dikasih beasiswa, setelah lulus gakmau nerima, siapa yang salah nih... Sedih banget mendengar kabar ini, rencana yang telah terbayang jadi berantakan nich.
Mulailah ketidakpastian itu muncul, kemana akan melangkah. Akhirnya, bersama teman2 menjadi jobseeker, cari-cari pengumuman lowongan kerja di surat kabar maupun di kampus (Jurusan, Fakultas, Universitas). Semua lowongan kerja yang sekiranya kualifikasi lulusan S1 Teknik Elektro boleh daftar, saya daftar aja. Test sana-sini entah nanti jalan hidup mana untuk diriku biar Allah yang menentukan....
Ya Allah, semua rencana awal telah bubar, tunjukkan rencana-Mu yang terbaik untuk diriku ya Allah....
Friday, September 3, 1999
Daftar Dosen Elektro UGM, gak boleh....
Ada info dari teman-teman tapi taktahu pasti kebenarannya karena tidak ada pengumuman resmi, bahwa Elektro UGM membuka lowongan dosen baru.
Rasanya lumayan tertarik, cuma rasanya kok malu ntar kalo sebelumnya jadi mahasiswa kok jadi kolega bapak-ibu dosen saya, apa tidak kikuk nantinya ya. Tapi okelah, belum daftar aja kok mikir sampai situ. Kalo Allah menghendaki saya ketrima, ya biarlah nanti berproses dengan waktu, tak usah dipikir terlalu jauh.
Saya siapkan semua persyaratan yang sekiranya mendukung; Surat lamaran, SKL, Transkrip nilai, CV, dll. Saya serahkan semua dokumen tersebut ke TU jurusan, eh ditolak: ”mana Ijazah, gak diterima kalo belum punya ijazah, gakbisa kalo hanya SKL”.
Waduh, SKL yang nerbitkan Jurusan sini, kok tidak diakui, wah berarti ya gakbisa dech. Pening dech jadinya. Jika harus punya ijazah, mesti nunggu wisuda Nopember, padahal lowongan kayaknya September/Oktober dah tutup. Menyesali diri, kurang dikit saya bisa wisuda Agustus, coba kalo udah wisuda kemarin.....
Yah, karena telanjur sudah berniat daftar dosen TE UGM dan sudah siap berkasnya, ya udah, daripada mubadzir, berkas tersebut daya masukkan amplop dan saya kirim via pos hehehe. Nekadz juga saya, diantar langsung gakditerima, kalo diantar pak pos paling diterima berkasnya, urusan diproses atau tidak, itu haknya mereka hehe....
[akhirnya, takpernah sekalipun saya nerima balasan dan tindak lanjut dari surat ini] . Ya udah, memang bukan rejeki saya. Allah punya banyak rencana lainyang baik untuk diriku, InsyaAllah.
Rasanya lumayan tertarik, cuma rasanya kok malu ntar kalo sebelumnya jadi mahasiswa kok jadi kolega bapak-ibu dosen saya, apa tidak kikuk nantinya ya. Tapi okelah, belum daftar aja kok mikir sampai situ. Kalo Allah menghendaki saya ketrima, ya biarlah nanti berproses dengan waktu, tak usah dipikir terlalu jauh.
Saya siapkan semua persyaratan yang sekiranya mendukung; Surat lamaran, SKL, Transkrip nilai, CV, dll. Saya serahkan semua dokumen tersebut ke TU jurusan, eh ditolak: ”mana Ijazah, gak diterima kalo belum punya ijazah, gakbisa kalo hanya SKL”.
Waduh, SKL yang nerbitkan Jurusan sini, kok tidak diakui, wah berarti ya gakbisa dech. Pening dech jadinya. Jika harus punya ijazah, mesti nunggu wisuda Nopember, padahal lowongan kayaknya September/Oktober dah tutup. Menyesali diri, kurang dikit saya bisa wisuda Agustus, coba kalo udah wisuda kemarin.....
Yah, karena telanjur sudah berniat daftar dosen TE UGM dan sudah siap berkasnya, ya udah, daripada mubadzir, berkas tersebut daya masukkan amplop dan saya kirim via pos hehehe. Nekadz juga saya, diantar langsung gakditerima, kalo diantar pak pos paling diterima berkasnya, urusan diproses atau tidak, itu haknya mereka hehe....
[akhirnya, takpernah sekalipun saya nerima balasan dan tindak lanjut dari surat ini] . Ya udah, memang bukan rejeki saya. Allah punya banyak rencana lainyang baik untuk diriku, InsyaAllah.
Wednesday, September 1, 1999
Kembali tinggal BM
Setelah diriku lulus sekolah UGM, saat itu pula Baihaqi dapat kerja jadi sarjana pendamping di Kupang NTT melalui program Depnakertrans.
Daripada kost seorang diri, saya putuskan kembali ke habitat lama, yaitu bersama beberapa teman yang belum lulus menjadi santri senior di Budi Mulia.
Saatnya klontang-klantung gak punya kerja dan gak punya status, gak enak banget heheehe...
Daripada kost seorang diri, saya putuskan kembali ke habitat lama, yaitu bersama beberapa teman yang belum lulus menjadi santri senior di Budi Mulia.
Saatnya klontang-klantung gak punya kerja dan gak punya status, gak enak banget heheehe...
Tuesday, August 31, 1999
30 Ags 1999; Yudisium, Resmi Sunardi, S.T.
Pagi hari ini, 30 Agustus 1999, kami (dari semua angkatan) yang sudah dinyatakan selesai semua urusan administrasi (SPP, transkrip nilai) dan urusan akademik (MK, Praktikum, KP, KKN, TA, dll) dikumpulkan dalam satu ruang.
Kami dinyatakan sudah lulus beneran dan berhak menyandang gelar Sarjana Teknik (S.T.) beserta hak dan kewajiban yang melekat pada gelar tersebut. Untuk sementara kami diberikan SKL (Surat Keterangan Lulus) yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan atau melamar anak mertua hehehe.
Untuk selanjutnya kami hanya tinggal menunggu wisuda 18 November 1999 (mestinya 19 November, tapi diajukan karena hari Jumat). Ijazah resmi akan diberikan saat wisuda. Duh senengnya dah tinggal nunggu wisuda....
Alhamdulillah satu langkah telah selesai, pekerjaan selanjutnya sudah menunggu.
(faidza faraghta fanshab, wa ilaa rabbika farghaab)
Kami dinyatakan sudah lulus beneran dan berhak menyandang gelar Sarjana Teknik (S.T.) beserta hak dan kewajiban yang melekat pada gelar tersebut. Untuk sementara kami diberikan SKL (Surat Keterangan Lulus) yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan atau melamar anak mertua hehehe.
Untuk selanjutnya kami hanya tinggal menunggu wisuda 18 November 1999 (mestinya 19 November, tapi diajukan karena hari Jumat). Ijazah resmi akan diberikan saat wisuda. Duh senengnya dah tinggal nunggu wisuda....
Alhamdulillah satu langkah telah selesai, pekerjaan selanjutnya sudah menunggu.
(faidza faraghta fanshab, wa ilaa rabbika farghaab)
Friday, August 13, 1999
13 Ags 1999 Pendadaran/ujian skripsi
Hari ini merupakan salah satu hari yang menentukan bagi diriku utk lulus tidaknya dari Teknik Elektro UGM.
Ujian pendadaran jam 09.00 - 11.00
dag dig dug derr hati rasanya berdebar sangat kencang dan seolah pengin pendadaran sebentar aja, segera selesai dan lulus....
Awalnya, pembimbing 1 (Pak Adhi Susanto) lama tak datang, pembimbing 2 (pak Budi Setiyanto) dah datang, lalu para penguji yang sudah siap bertanya ini itu kayak serasa dah ujian beneran... sekira 1 jam.
Begitu Pak Adhi datang, saya kira tinggal dilanjutkan atau dibuat kesimpulan trus ditutup, eh ternyata oleh para penguji minta untuk dibuka dulu, whe lha, trus tadi itu apa namanya, ternyata belum mulai toh... padahal keringat dingin dah bercucuran ternyata belum ada apa-apanya weleh2..
Alhamdulillah, presentasi lancar, sesi tanya jawab lancar (baca: semaksimal yang saya mampu), dewan penguji akhirnya meluluskan saya, Alhamdulillah akhirnya selesai juga sekolahku disini.
Alhamdulillah, bisa lulus 5 tahun akhirnya (program S1 Teknik Elektro UGM 150 SKS utk 8 semester), gakperlu ada semester 11.
Ujian pendadaran jam 09.00 - 11.00
dag dig dug derr hati rasanya berdebar sangat kencang dan seolah pengin pendadaran sebentar aja, segera selesai dan lulus....
Awalnya, pembimbing 1 (Pak Adhi Susanto) lama tak datang, pembimbing 2 (pak Budi Setiyanto) dah datang, lalu para penguji yang sudah siap bertanya ini itu kayak serasa dah ujian beneran... sekira 1 jam.
Begitu Pak Adhi datang, saya kira tinggal dilanjutkan atau dibuat kesimpulan trus ditutup, eh ternyata oleh para penguji minta untuk dibuka dulu, whe lha, trus tadi itu apa namanya, ternyata belum mulai toh... padahal keringat dingin dah bercucuran ternyata belum ada apa-apanya weleh2..
Alhamdulillah, presentasi lancar, sesi tanya jawab lancar (baca: semaksimal yang saya mampu), dewan penguji akhirnya meluluskan saya, Alhamdulillah akhirnya selesai juga sekolahku disini.
Alhamdulillah, bisa lulus 5 tahun akhirnya (program S1 Teknik Elektro UGM 150 SKS utk 8 semester), gakperlu ada semester 11.
Friday, July 16, 1999
TA di CPI cukup 2 bulan selesai
Alhamdulillah, cukup 2 bulan akhirnya perjuangan saya mengerjakan Tugas Akhir (TA/skripsi) di PT CPI Duri, Riau resmi berakhir hari ini (16 Juli 1999).
Setelah 2 minggu menunggu koreksi sambil ditinggal jalan-jalan ke Sumut dan Sumbar, akhirnya skripsi saya telah dikoreksi dengan baik oleh Mbak Ina (Ir. Made Ayu Arina Satiani, IT Engineer), dah gitu dalam sertifikat tertulis semua nilai A untuk semua kategori penilaian (inisiatif, kerjasama, disiplin, pengetahuan dasar)... alhamdulillah, makasih sangat mbak.
Untuk sementara saya balik ke Jogja sendirian, karena temen berangkat seperjuangan (kang Makmur) masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan terkait penelitianya.
Setelah 2 minggu menunggu koreksi sambil ditinggal jalan-jalan ke Sumut dan Sumbar, akhirnya skripsi saya telah dikoreksi dengan baik oleh Mbak Ina (Ir. Made Ayu Arina Satiani, IT Engineer), dah gitu dalam sertifikat tertulis semua nilai A untuk semua kategori penilaian (inisiatif, kerjasama, disiplin, pengetahuan dasar)... alhamdulillah, makasih sangat mbak.
Untuk sementara saya balik ke Jogja sendirian, karena temen berangkat seperjuangan (kang Makmur) masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan terkait penelitianya.
Monday, July 12, 1999
Naik pesawat ke-2, gratis lagi, lagi-lagi gratis...
Alhamdulillah rejekiku datang lagi, bisa naik pesawat lagi.
Kini rute perjalanan dari Jakarta-Pekanbaru, mau ngerjakan skripsi 2 bulan di PT Caltex Pacific Indonesia (PTCPI), perusahaan minyak terbesar di Indonesia.
Niat lain selain skripsi adalah jalan2 ke kota/propinsi terdekat, yaitu Padang (Sumatera Barat) dan Medan (Sumatera Utara).
Jauh lebih penting, saya ingin silaturahmi ke rumah kakak Suparno yang sejak 1986 tinggal di Kabupaten Kampar, tapi dekat dengan kota Pekanbaru (gak ada satu jam naik kendaraan).
Syukur ahamdulillah atas luasnya nikmat-Mu ya Allah
Kini rute perjalanan dari Jakarta-Pekanbaru, mau ngerjakan skripsi 2 bulan di PT Caltex Pacific Indonesia (PTCPI), perusahaan minyak terbesar di Indonesia.
Niat lain selain skripsi adalah jalan2 ke kota/propinsi terdekat, yaitu Padang (Sumatera Barat) dan Medan (Sumatera Utara).
Jauh lebih penting, saya ingin silaturahmi ke rumah kakak Suparno yang sejak 1986 tinggal di Kabupaten Kampar, tapi dekat dengan kota Pekanbaru (gak ada satu jam naik kendaraan).
Syukur ahamdulillah atas luasnya nikmat-Mu ya Allah
Friday, July 9, 1999
Saatnya jalan2 Ke Padang
Seminggu jalan2 di Sumatera Utara, baliklah kami ke Caltex Duri Riau. Menhadap Mbak Ina, kata beliau belum sempat ngoreksi skripsi saya...wah gimana ya. Tapi langsung otak berputar, ke Sumatera sudah, saatnya ke Sumatera Barat...ckckckck cekatan deh kalo urusan jalan2.
Yah, akhirnya saya ke Pekanbaru dan mencari travel ke Padang. Alhamdulillah sudah ada kontak Sudirman (mhs IKIP Padang) yang sebelumnya telah menyelesaikan KP di Caltex Duri dah dah balik lagi ke Padang.
Malam jam 9 berangkat, pagi jam 5 nyampai di kost-nya Sudirman, daerah Air Tawar Padang. Teringat saya kehilangan jaket Masrukin, maafkan ya Kin.
Di Padang, alhamdulillah ketemu banyak komunitas alumni KP/Skripsi Caltex, juga temen2 kost mereka sehingga tambah rame. Tercatat juga ada Kak Susi (Mhs Teknik Industri Univ Bung Hatta) dan Adek (SMA, mau kuliah di Jogja, kelak jadi mhs Psikologi UAD) yang juga bergabung.
Kita jalan2 ke Pantai Air Manis, ada kapal pecah yang sudah membatu beserta Malin Kundang yang sedang bersujud (Legenda Malin Kundang sangat termasyur), melihat pantai Teluk Bayur, makan di tepi pantai bersama, asyiknya rame-rame...
Di hari lain, kita bersama-sama naik bus jalan2 ke Bukit Tinggi, ada lorong Jepang, jam Gadang, Kebun Binatang, dll.
Alahmdulillah tambah banyak teman dan akrab jalan2 seminggu di Padang dan sekitarnya.
Yah, akhirnya saya ke Pekanbaru dan mencari travel ke Padang. Alhamdulillah sudah ada kontak Sudirman (mhs IKIP Padang) yang sebelumnya telah menyelesaikan KP di Caltex Duri dah dah balik lagi ke Padang.
Malam jam 9 berangkat, pagi jam 5 nyampai di kost-nya Sudirman, daerah Air Tawar Padang. Teringat saya kehilangan jaket Masrukin, maafkan ya Kin.
Di Padang, alhamdulillah ketemu banyak komunitas alumni KP/Skripsi Caltex, juga temen2 kost mereka sehingga tambah rame. Tercatat juga ada Kak Susi (Mhs Teknik Industri Univ Bung Hatta) dan Adek (SMA, mau kuliah di Jogja, kelak jadi mhs Psikologi UAD) yang juga bergabung.
Kita jalan2 ke Pantai Air Manis, ada kapal pecah yang sudah membatu beserta Malin Kundang yang sedang bersujud (Legenda Malin Kundang sangat termasyur), melihat pantai Teluk Bayur, makan di tepi pantai bersama, asyiknya rame-rame...
Di hari lain, kita bersama-sama naik bus jalan2 ke Bukit Tinggi, ada lorong Jepang, jam Gadang, Kebun Binatang, dll.
Alahmdulillah tambah banyak teman dan akrab jalan2 seminggu di Padang dan sekitarnya.
Friday, July 2, 1999
Pencarian; Ada telponnya, tapi taktahu nomornya
Pencarian Keluarga Makmur ada cerita yang sangat menarik.
Sejak masih di Duri Riau, yang kami tangkap dari Makmur adalah dia sudah tahu nomor telepon Pakliknya. Dia bilang ada nomor telpon pakliknya, tinggal di daerah Danau Toba, kalo gitu okelah ntar sampai di Medan kita telpon.
Nah perjalanan naik bus dari Pematang Siantar (rummah Sehat) ke Danau Toba kita nikmati dengan asyiknya, alhamdulillah akhirnya bisa melihat danau Toba dan bermain2 di pinggiran danau. Akhirnya tibalah saatnya kita mencari tempat berteduh utk bermalam, kalo utk hotel jelas gakada uang cukup.
Saatnya kami menagih Makmur untuk call pakliknya, kami lalu menuju wartel. Tapi diluar dugaan kami, apa jawaban Makmur; saya gak ada nomor telponnya....walah piye, "katanya ada nomor telponnya paklik", jawabnya dengan seolah tanpa dosa; "saya cuma bilang, paklik saya ada nomor telpon rumahnya, tapi saya gaktahu nomornya berapa"....weleh-weleh-weleh......
BIngung deh semuanya, wah kita salah menafsirkan ada nomor telpon.....
Akhirnya di kegalauan hati kita bertiga, ada teringat bahwa Pakliknya kerja di Hotel di daerah Danau Toba. Namanya Hotel Natour Garuda.
Oke, kita punya ide ke wartel, kita cari nomor telpon Hotel. Ternyata, takada hotel Natour Garuda di Danau Toba. alamak.
Tapi yang agak melegakan, ada hotel Natour, kita tahu nomornya dari Indeks Yellow Pages, nah siapa tahu hotel ini maksudnya. Kita call, jawabnya; "tidak ada nama spt itu, dulu memang ada tapi dah lama keluar, takda info lagi". wah.... belum berhasil.
Kita putar otak lagi, mungkin bukan Hotel Natour, tapi mungkin Hotel Garuda. Di Danau Toba takada Hotel Garuda, adanya Hotel Garuda di Medan, tapi okelah kita coba call, jawabnya; "tidak ada nama karyawan yang bapak cari".
Waduh kalang kabut rek kita, mana kalau mau pulang ke Pematang Siantar sudah kesorean lagi, mau nginap nggak cukup uang...........
Pertolongan Allah datang, disaat kami bertiga terlihat seperti orang kebingungan (emang bener), petugas wartel coba bertanya; "nyari alamat siapa?", Makmur bilang paklik (nama lupa saya), kemudian ditambahkan info tentang kerja di Hotel Natour Garuda Danau Toba.
Alhamdulillah, petunjuk itu cukup untuk mengingatkan petugas wartel pada nama seseorang. "Apa dia punya anak namanya (lupa saya)", makmur (gaktahu beneran atau cuma mengiyakan), "Oh ya, anaknya itu temen sekolah saya dulu, rumahnya di atas sana"....
Alhamdulillah. Ternyata petunjuk itu telah datang dan benar, kita ketemu keluarga Pakliknya Makmur (gaktahu dah berapa tahun atau puluh tahun mereka terpisah).
Alhamdulillah akhirnya happy ending........
Sejak masih di Duri Riau, yang kami tangkap dari Makmur adalah dia sudah tahu nomor telepon Pakliknya. Dia bilang ada nomor telpon pakliknya, tinggal di daerah Danau Toba, kalo gitu okelah ntar sampai di Medan kita telpon.
Nah perjalanan naik bus dari Pematang Siantar (rummah Sehat) ke Danau Toba kita nikmati dengan asyiknya, alhamdulillah akhirnya bisa melihat danau Toba dan bermain2 di pinggiran danau. Akhirnya tibalah saatnya kita mencari tempat berteduh utk bermalam, kalo utk hotel jelas gakada uang cukup.
Saatnya kami menagih Makmur untuk call pakliknya, kami lalu menuju wartel. Tapi diluar dugaan kami, apa jawaban Makmur; saya gak ada nomor telponnya....walah piye, "katanya ada nomor telponnya paklik", jawabnya dengan seolah tanpa dosa; "saya cuma bilang, paklik saya ada nomor telpon rumahnya, tapi saya gaktahu nomornya berapa"....weleh-weleh-weleh......
BIngung deh semuanya, wah kita salah menafsirkan ada nomor telpon.....
Akhirnya di kegalauan hati kita bertiga, ada teringat bahwa Pakliknya kerja di Hotel di daerah Danau Toba. Namanya Hotel Natour Garuda.
Oke, kita punya ide ke wartel, kita cari nomor telpon Hotel. Ternyata, takada hotel Natour Garuda di Danau Toba. alamak.
Tapi yang agak melegakan, ada hotel Natour, kita tahu nomornya dari Indeks Yellow Pages, nah siapa tahu hotel ini maksudnya. Kita call, jawabnya; "tidak ada nama spt itu, dulu memang ada tapi dah lama keluar, takda info lagi". wah.... belum berhasil.
Kita putar otak lagi, mungkin bukan Hotel Natour, tapi mungkin Hotel Garuda. Di Danau Toba takada Hotel Garuda, adanya Hotel Garuda di Medan, tapi okelah kita coba call, jawabnya; "tidak ada nama karyawan yang bapak cari".
Waduh kalang kabut rek kita, mana kalau mau pulang ke Pematang Siantar sudah kesorean lagi, mau nginap nggak cukup uang...........
Pertolongan Allah datang, disaat kami bertiga terlihat seperti orang kebingungan (emang bener), petugas wartel coba bertanya; "nyari alamat siapa?", Makmur bilang paklik (nama lupa saya), kemudian ditambahkan info tentang kerja di Hotel Natour Garuda Danau Toba.
Alhamdulillah, petunjuk itu cukup untuk mengingatkan petugas wartel pada nama seseorang. "Apa dia punya anak namanya (lupa saya)", makmur (gaktahu beneran atau cuma mengiyakan), "Oh ya, anaknya itu temen sekolah saya dulu, rumahnya di atas sana"....
Alhamdulillah. Ternyata petunjuk itu telah datang dan benar, kita ketemu keluarga Pakliknya Makmur (gaktahu dah berapa tahun atau puluh tahun mereka terpisah).
Alhamdulillah akhirnya happy ending........
Monday, June 28, 1999
Jalan2 ke Sumatera Utara (Danau Toba dll)
Alahmdulillah, laporan skripsi selama 1.5 bulan telah selesai saya buat dan saya print. Dah saya serahkan Mbak Ina sebagai pembimbing lapangan. Sambil menunggu revisi, saatnya dolan jauh dimulai.... Yuk Pergi Medan
Saat itu ada temen yang lagi KP juga di Caltex duri dan merencanakan pulang kampung ke Sumatera Utara tepatnya di Pematang Siantar, yaitu Sehat dan Marwan. Akhirnya saya ajak Makmur untuk turut serta jalan2 bersama mereka.
Perjalanan bus Duri-Pematang Siantar semalam penuh. Kami tidur menumpang di rumah Sehat. Salah satu motif Makmur adalah silaturahmi ke rumah paklik dan saudara2nya di Medan katanya banyak, cuma taktahu pasti tempatnya. Kalo saya motifnya full jalan2 saja.
Muter2 kota Medan (Masjid besar, Istana Maimun, dll), Kota Pematang Siantar, dan taklupa Danau Toba (danau terbesar di Indonesia) beserta nyebrang ke Pulau Samosir di tengah2 danau Toba.
Selama seminggu di Medan, pencarian keluarganya Makmur alhamdulillah ketemu (ada cerita menarik, liat posting setelah ini).
Saat itu ada temen yang lagi KP juga di Caltex duri dan merencanakan pulang kampung ke Sumatera Utara tepatnya di Pematang Siantar, yaitu Sehat dan Marwan. Akhirnya saya ajak Makmur untuk turut serta jalan2 bersama mereka.
Perjalanan bus Duri-Pematang Siantar semalam penuh. Kami tidur menumpang di rumah Sehat. Salah satu motif Makmur adalah silaturahmi ke rumah paklik dan saudara2nya di Medan katanya banyak, cuma taktahu pasti tempatnya. Kalo saya motifnya full jalan2 saja.
Muter2 kota Medan (Masjid besar, Istana Maimun, dll), Kota Pematang Siantar, dan taklupa Danau Toba (danau terbesar di Indonesia) beserta nyebrang ke Pulau Samosir di tengah2 danau Toba.
Selama seminggu di Medan, pencarian keluarganya Makmur alhamdulillah ketemu (ada cerita menarik, liat posting setelah ini).
Wednesday, May 12, 1999
Skripsi dan jalan ke Riau-Medan-Padang
12 Mei 1999
Mulai Skripsi di PT Caltex Riau
Ada skripsi yang sudah saya buat dan selesai di akhir 1998, namun melihat IPK yang belm ada 3 rasanya takberani saya lulus semester 9.
Setelah berpikir masak-masak, akhirnya saya bulatkan niat untuk mengulang beberapa mata kuliah dengan harapan bisa menaikkan IPK, 3.01 takpa asal tak kurang dari 3.
Namun perkuliahan yang hanya mengulang, rasanya bosan juga.
Bersama teman PPBM yang juga kakak kelas (Makmur Hidayat) kami membuat surat pemohonan beserta proposal untuk jalan-jalan ke Riau dengan judul ; ”Penyusunan Skripsi Melalui Studi Kasus” di PT Caltex Pacific Indonesia (PTCPI).
Alhamdulillah, rejeki tersebut datang. Saya dan Makmur bisa bergabung ke sana. Tiket pesawat dibayarin, tempat tinggal disediakan, dan diberi uang saku.
Ke Jakarta naik kereta, nginap di rumah Ami di Pulomas Jaktim (adik kelas TE).
Orangtuanya baikan banget, diberikan tempat tinggal seolah2 kami tamu beneran. Kami jadi nggak enak benernya, diantar jalan2, diantar ke airport Halim Perdana Kusuma. Soalnya kami bukan temen dekat, hanya kenal dikit aja, semoga Allah balas berlipat, jazakallahu khairan katsiiraa.
Misi memperbaiki nilai agak terbengkalai karena selama 2 bulan (itu batas minimal yang dipersyaratkan). Saya mendatangi dosen satu per satu minta ujian duluan atau tugas pengganti ujian, ada yang membolehkan ada yang tidak.
Kami ditempatkan di distrik Duri, jauh sekira 4 jam perjalanan darat dari Pekanbaru
Berkat Skripsi di CPI pula, saya bisa berkali-kali mengunjungi rumah Mas Parno (kakak ke-1) dan Medan, juga Padang walah-walah jalan2 terus.
Mulai Skripsi di PT Caltex Riau
Ada skripsi yang sudah saya buat dan selesai di akhir 1998, namun melihat IPK yang belm ada 3 rasanya takberani saya lulus semester 9.
Setelah berpikir masak-masak, akhirnya saya bulatkan niat untuk mengulang beberapa mata kuliah dengan harapan bisa menaikkan IPK, 3.01 takpa asal tak kurang dari 3.
Namun perkuliahan yang hanya mengulang, rasanya bosan juga.
Bersama teman PPBM yang juga kakak kelas (Makmur Hidayat) kami membuat surat pemohonan beserta proposal untuk jalan-jalan ke Riau dengan judul ; ”Penyusunan Skripsi Melalui Studi Kasus” di PT Caltex Pacific Indonesia (PTCPI).
Alhamdulillah, rejeki tersebut datang. Saya dan Makmur bisa bergabung ke sana. Tiket pesawat dibayarin, tempat tinggal disediakan, dan diberi uang saku.
Ke Jakarta naik kereta, nginap di rumah Ami di Pulomas Jaktim (adik kelas TE).
Orangtuanya baikan banget, diberikan tempat tinggal seolah2 kami tamu beneran. Kami jadi nggak enak benernya, diantar jalan2, diantar ke airport Halim Perdana Kusuma. Soalnya kami bukan temen dekat, hanya kenal dikit aja, semoga Allah balas berlipat, jazakallahu khairan katsiiraa.
Misi memperbaiki nilai agak terbengkalai karena selama 2 bulan (itu batas minimal yang dipersyaratkan). Saya mendatangi dosen satu per satu minta ujian duluan atau tugas pengganti ujian, ada yang membolehkan ada yang tidak.
Kami ditempatkan di distrik Duri, jauh sekira 4 jam perjalanan darat dari Pekanbaru
Berkat Skripsi di CPI pula, saya bisa berkali-kali mengunjungi rumah Mas Parno (kakak ke-1) dan Medan, juga Padang walah-walah jalan2 terus.
Wednesday, March 3, 1999
Bersama Baihaqi kost di Karanggayam
Setelah program di Budi Mulia selesai, saatnya adik-adik santri angkatan VII menempati asrama, kami mesti kembali cari kost karena belum selesai kuliah di kampus.
Saya dan Baihaqi memutuskan kost bareng sekamar di daerah Karanggayam. Anak kost cuma kita berdua saja, alhamdulillah ibu bapak kost sangat baikan, masjid dekat, dan walau gak bagus amat tapi rumahnya adhem (murah jelas, emang kantong terbatas kok).
Saya dan Baihaqi memutuskan kost bareng sekamar di daerah Karanggayam. Anak kost cuma kita berdua saja, alhamdulillah ibu bapak kost sangat baikan, masjid dekat, dan walau gak bagus amat tapi rumahnya adhem (murah jelas, emang kantong terbatas kok).
Sunday, January 31, 1999
wisuda santri Padepokan Budi Mulia
Temen2 PPBM angk 6 (1996-1999)
Mengingat temen PPBM angkatan 6 (total awal ada 50)
Agus Himmawan Utomo (Fisafat UGM 93, dosen Filsafat UGM)
Ali Mahrus AlKafi (Pendidikan Luar Sekolah IKIP 94)
Aliyuddin (Syariah IAIN 94)
Sunardi (Elektro UGM 94, dosen Elektro UAD)
Akmal Rahmadi (Kedokteran UGM 94)
Anung Noto Nugroho (Kedokteran UGM 93, spesialis Bedah)
Asep Dadang (Perikanan UGM 93)
Atrios Martha (Fisika UGM 93, PT Badak)
Aunurrochim (Sasta Arab UGM 94, Boss toko Bata Kudus)
Baihaqi (Peternakan UGM 93, pendamping peternak Magelang)
Didin Sholahudin (Ekonomi UII 93, Kepala Sekolah)
Giyanto (Tek. Pertanian UGM 93, dosen LPP Medan)
Harimuddin (Hukum UGM 93, staf setneg)
Heri Sudarsono (Ekonomi UII 93, dosen Ekonomi UII)
Idi Pramono (Peternakan UGM 94)
Imam Budiono (Ekonomi UII 93, PNS Banten)
Irwan (Industri UII 94, dosen Industri UPN)
Khairul Anshori (KU UGM 94)
M. Noor (Industri UII 93)
Mahroji (Pend. Matematika IKIP 94, Guru SMA Tangerang)
Makmur Hidayat (Elektro UGM 93, Perkebunan PTPN5 PknBaru)
Masrukin (Tek. Pertanian UGM 93, Perkebunan PTPN5 PknBaru)
Mulki Sholahuddin (Tarbiyah IAIN)
Muskinul Fuad (Dakwah IAIN 93, dosen STAIN PwKerto)
Ngusman (Perikanan UGM 93)
Nur Arif Budiyono (Elektro IKIP 93, SGM Jogja)
Toto Sukisno (Elektro IKIP/UNY 93, dosen TE UNY)
Pujo Sumantoro (Kehutanan UGM 94, Perhutani Cepu)
Ryzka Maryanta Rahmawan (Ekonomi UGM 94, pengusaha)
Sholihuddin Arif (Sastra Arab UGM 94, pengusaha)
Sudarmaji (Fisika UGM 93, dosen Geofisika UGM)
Syarif Achmad (Komputer UGM 92, Qatar)
Ustadzi Hamzah (Ushuluddin IAIN/UIN 94, dosen Ushuluddin UIN)
Agus Himmawan Utomo (Fisafat UGM 93, dosen Filsafat UGM)
Ali Mahrus AlKafi (Pendidikan Luar Sekolah IKIP 94)
Aliyuddin (Syariah IAIN 94)
Sunardi (Elektro UGM 94, dosen Elektro UAD)
Akmal Rahmadi (Kedokteran UGM 94)
Anung Noto Nugroho (Kedokteran UGM 93, spesialis Bedah)
Asep Dadang (Perikanan UGM 93)
Atrios Martha (Fisika UGM 93, PT Badak)
Aunurrochim (Sasta Arab UGM 94, Boss toko Bata Kudus)
Baihaqi (Peternakan UGM 93, pendamping peternak Magelang)
Didin Sholahudin (Ekonomi UII 93, Kepala Sekolah)
Giyanto (Tek. Pertanian UGM 93, dosen LPP Medan)
Harimuddin (Hukum UGM 93, staf setneg)
Heri Sudarsono (Ekonomi UII 93, dosen Ekonomi UII)
Idi Pramono (Peternakan UGM 94)
Imam Budiono (Ekonomi UII 93, PNS Banten)
Irwan (Industri UII 94, dosen Industri UPN)
Khairul Anshori (KU UGM 94)
M. Noor (Industri UII 93)
Mahroji (Pend. Matematika IKIP 94, Guru SMA Tangerang)
Makmur Hidayat (Elektro UGM 93, Perkebunan PTPN5 PknBaru)
Masrukin (Tek. Pertanian UGM 93, Perkebunan PTPN5 PknBaru)
Mulki Sholahuddin (Tarbiyah IAIN)
Muskinul Fuad (Dakwah IAIN 93, dosen STAIN PwKerto)
Ngusman (Perikanan UGM 93)
Nur Arif Budiyono (Elektro IKIP 93, SGM Jogja)
Toto Sukisno (Elektro IKIP/UNY 93, dosen TE UNY)
Pujo Sumantoro (Kehutanan UGM 94, Perhutani Cepu)
Ryzka Maryanta Rahmawan (Ekonomi UGM 94, pengusaha)
Sholihuddin Arif (Sastra Arab UGM 94, pengusaha)
Sudarmaji (Fisika UGM 93, dosen Geofisika UGM)
Syarif Achmad (Komputer UGM 92, Qatar)
Ustadzi Hamzah (Ushuluddin IAIN/UIN 94, dosen Ushuluddin UIN)
Thursday, January 28, 1999
PPBM putra piknik ke Bandung
selepas Idul Fitri
Santri Putra Piknik ke Bandung
Kami para santri putra PPBM berkeinginan untuk mengadakan semacam perpisahan dengan perekat wisata bersama ke Bandung.
Kami menyewa dua kendaraan kijang agar muatnya banyak, sekira 18an orang yang bisa ikut. Saking banyaknya muatan, berangkatnya sampai 2x mengalami ban bocor.
Karena masih mahasiswa yang tidak kaya, lagian biar tambah akrab dan rasa kekeluargaan terbina erat, dan yang pasti berbiaya murah, kami menekan pos pengeluaran disana-sini. Cara-cara yang kami lakukan diantaranya adalah;
1. Sebelum berangkat pastikan sudah makan dulu. Makan malam mampir Cilacap, rumah salah satu peserta, yaitu Muskinul Fuad.
2. Pulang dari Bandung, mampir makan siang di Tasikmalaya, rumah orangtua salah satu peserta juga.
3. Selama di Bandung, banyak muter2 aja, kalo dah malam baru tidur di masjid yang dikelola oleh saudara salah satu peserta
Hebat khan......betul2 mahasiswa dan santri yang cerdik hehe
Selama di Bandung, kita mengunjungi beberapa tempat;
1. PP Muthahhari pimpinan KH Jalaluddin Rahmat
2. PP Daarut Tauhid pimpinan KH Abdullah Gymnastiar
3. Salman ITB
4. Gunung Tangkuban Perahu
5. Pemandian Ciater (karena mahal, gakjadi mandi hehe)
Santri Putra Piknik ke Bandung
Kami para santri putra PPBM berkeinginan untuk mengadakan semacam perpisahan dengan perekat wisata bersama ke Bandung.
Kami menyewa dua kendaraan kijang agar muatnya banyak, sekira 18an orang yang bisa ikut. Saking banyaknya muatan, berangkatnya sampai 2x mengalami ban bocor.
Karena masih mahasiswa yang tidak kaya, lagian biar tambah akrab dan rasa kekeluargaan terbina erat, dan yang pasti berbiaya murah, kami menekan pos pengeluaran disana-sini. Cara-cara yang kami lakukan diantaranya adalah;
1. Sebelum berangkat pastikan sudah makan dulu. Makan malam mampir Cilacap, rumah salah satu peserta, yaitu Muskinul Fuad.
2. Pulang dari Bandung, mampir makan siang di Tasikmalaya, rumah orangtua salah satu peserta juga.
3. Selama di Bandung, banyak muter2 aja, kalo dah malam baru tidur di masjid yang dikelola oleh saudara salah satu peserta
Hebat khan......betul2 mahasiswa dan santri yang cerdik hehe
Selama di Bandung, kita mengunjungi beberapa tempat;
1. PP Muthahhari pimpinan KH Jalaluddin Rahmat
2. PP Daarut Tauhid pimpinan KH Abdullah Gymnastiar
3. Salman ITB
4. Gunung Tangkuban Perahu
5. Pemandian Ciater (karena mahal, gakjadi mandi hehe)
Sunday, January 17, 1999
PIR ke-16, pengabdian resmi terakhir
Pengajian I'tikaf Ramadhan (PIR) ke-16
Tanggal 7-17 Januari 1999 bertepatan dengan 19-29 Ramadhan 1419 H.
Pengabdian resmi terakhir santri PPBM angkatan 6.
Kegiatan PIR kali ini yang dikomandani oleh Ustadzi Hamzah merupakan pengabdian resmi kami yang terakhir. Walau demikian, secara personal dan insidental, hati-hati kami tentu akan senantiasa terjalin dengan PPBM, dengan kakak-adik santri, bapak yayasan, dll.
Setelah ini, kami akan diwisuda dan mungkin akan berpencar berdakwah, melanjutkan menuntut ilmu yang belum selesai atau mengambil jenjang yang lebih tinggi, bekerja mencari rejeki, dll tujuan dan jalan hidup masing-masing.
Alhamdulillah semua berjalan lancar dan takda masalah berarti.
Tanggal 7-17 Januari 1999 bertepatan dengan 19-29 Ramadhan 1419 H.
Pengabdian resmi terakhir santri PPBM angkatan 6.
Kegiatan PIR kali ini yang dikomandani oleh Ustadzi Hamzah merupakan pengabdian resmi kami yang terakhir. Walau demikian, secara personal dan insidental, hati-hati kami tentu akan senantiasa terjalin dengan PPBM, dengan kakak-adik santri, bapak yayasan, dll.
Setelah ini, kami akan diwisuda dan mungkin akan berpencar berdakwah, melanjutkan menuntut ilmu yang belum selesai atau mengambil jenjang yang lebih tinggi, bekerja mencari rejeki, dll tujuan dan jalan hidup masing-masing.
Alhamdulillah semua berjalan lancar dan takda masalah berarti.
Saturday, September 12, 1998
Tawaran Beasiswa, bagi yang mau jadi dosen
Papan pengumuman di jurusan TE UGM dipampang pendaftaran beasiswa yang kelak setelah lulus S1 berminat jadi dosen.
Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa S1 tingkat akhir (Elektro, Mesin, Kimia), akan diberikan beasiswa sampai lulus S1 dengan catatan setelah lulus mengabdi pada perguruan tinggi yang memberikan beasiswa. Ada juga informasi iming-iming, kelak disekolahkan dulu S2 di luar negeri (denger2 di Inggris) sebelum mengajar...wah, seneng dan minat banget, sekolah S2 walaupun susah, tapi jalan2nya itu lho yang membuat saya tertarik.
Penawaran ada dari 2 perguruan tinggi negeri, yaitu di Riau (Sumatera) dan Mataram (Nusa Tenggara Barat). Takperlu lama berpikir, Oke, minat daftar sudah bulat. Tinggal milih mana ya diantara 2 tersebut. Cuma masalahnya, kok dua2nya luar jawa ya, kok jauh dari bapak-ibu, apa ya saya kuat ninggalin mereka.
Mataram? Walaupun dekat, rasanya kok hati kurang sreg, kurang familier. Riau walau jauh terkenal daerah kaya, lagian ada kakak pertama (mas Suparno) yang sudah menetap di Riau.
Ok, bismillah akhirnya saya putuskan daftar beasiswa calon dosen Riau aja.
Tak tahu pasti berapa akhirnya yang menjadi saingan, alhamdulillah saya termasuk salah 1 dari 5 mahasiswa (selang berapa lama ada susulan 5 nama lagi) yang diterima beasiswa calon dosen Riau dari Elektro UGM..... Beruntung, beberapa nama diantaranya akrab yang akan jadi kolega nun jauh disana, seperti Seto Miko 93 (dulu sekelas SMA), Makmur 93 (se-Budi Mulia), dll.
Alhamdulillah, sudah bisa mulai merajut dan menata serta menatap masa depan kelak mau jadi dosen di Riau, sebelum itu terbayang kelak akan sekolah dulu S2 di Inggris...ckckckckck.
Kalo taksalah beasiswa lumayan besar, kalo saat itu beasiswa PPA, Supersemar, Johanna per bulan sekira Rp 100.000, beasiswa ini sekira 320.000 sip dech.
Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa S1 tingkat akhir (Elektro, Mesin, Kimia), akan diberikan beasiswa sampai lulus S1 dengan catatan setelah lulus mengabdi pada perguruan tinggi yang memberikan beasiswa. Ada juga informasi iming-iming, kelak disekolahkan dulu S2 di luar negeri (denger2 di Inggris) sebelum mengajar...wah, seneng dan minat banget, sekolah S2 walaupun susah, tapi jalan2nya itu lho yang membuat saya tertarik.
Penawaran ada dari 2 perguruan tinggi negeri, yaitu di Riau (Sumatera) dan Mataram (Nusa Tenggara Barat). Takperlu lama berpikir, Oke, minat daftar sudah bulat. Tinggal milih mana ya diantara 2 tersebut. Cuma masalahnya, kok dua2nya luar jawa ya, kok jauh dari bapak-ibu, apa ya saya kuat ninggalin mereka.
Mataram? Walaupun dekat, rasanya kok hati kurang sreg, kurang familier. Riau walau jauh terkenal daerah kaya, lagian ada kakak pertama (mas Suparno) yang sudah menetap di Riau.
Ok, bismillah akhirnya saya putuskan daftar beasiswa calon dosen Riau aja.
Tak tahu pasti berapa akhirnya yang menjadi saingan, alhamdulillah saya termasuk salah 1 dari 5 mahasiswa (selang berapa lama ada susulan 5 nama lagi) yang diterima beasiswa calon dosen Riau dari Elektro UGM..... Beruntung, beberapa nama diantaranya akrab yang akan jadi kolega nun jauh disana, seperti Seto Miko 93 (dulu sekelas SMA), Makmur 93 (se-Budi Mulia), dll.
Alhamdulillah, sudah bisa mulai merajut dan menata serta menatap masa depan kelak mau jadi dosen di Riau, sebelum itu terbayang kelak akan sekolah dulu S2 di Inggris...ckckckckck.
Kalo taksalah beasiswa lumayan besar, kalo saat itu beasiswa PPA, Supersemar, Johanna per bulan sekira Rp 100.000, beasiswa ini sekira 320.000 sip dech.
Friday, September 11, 1998
Efek KP; Setelah lulus mau kerja apa?
Berat kerja di perusahaan, apalagi di Jakarta. Terpikir utk melirik profesi dosen.
Salah satu hikmah yang saya didapatkan saat KP adalah melunturnya keinginan saya untuk kelak bekerja di perusahaan. Terbayang pagi berangkat, sore pulang. Pekerjaan itu-itu saja, serasa kurang dinamis. Kok rasanya hidup monoton banget jadinya.
Kerja di kota besar seperti Jakarta? Wah, takterbayang betapa lebih beratnya. Di perusahaan yang tersedia dalam satu kompleks dengan perumahan saja serasa jenuh, apalagi jika harus naik kendaraan. Bahkan banyak cerita, karena tiap hari macet, kerja di Jakarta tak jarang yang berangkat pagi setelah Shubuh dan pulang dari kantor setelah Maghrib. Berangkat sebelum matahari terbit, pulang setelah matahari tenggelam. Meninggalkan rumah saat anak masih tidur, pulang sampai rumah anak sudah tidur....wah, gak nyaman banget kalo hidup seperti itu.
Sering berpikir, trus setelah lulus mau berprofesi jadi apa. Entah datangnya darimana, muncul keinginan untuk menjadi akademisi/dosen aja. Profil dosen dalam benak saya waktu itu diantaranya adalah; waktu fleksibel, tidak harus berangkat jam7 pagi dan pulang jam5 sore, tidak terlalu birokratis, atasan kajur/dekan/rektor yang sewaktu-waktu bisa dijabat bergantian (bukan seperti bos dan anak buah di perusahaan), merdeka secara penilaian dan akademis pada umumnya, kelak bisa sekolah lagi bahkan di luar negeri (bisa jalan2 dong hehehe), dan masih banyak lagi kelebihannya.
Kekurangan dosen yang terbayang adalah gajinya kecil. Tapi buru2 terjawab, pegawai negeri pun gajinya juga kecil, semua juga bisa pada hidup. Lagian, sebesar apapun gaji tetep kurang, yang penting bagaimana kita mensyukuri dan rizki Allah tidak terlalu sempit jika kita mau berusaha.... kayaknya dah mantep jadi dosen nih. Yah bismillah, kalo ada kesempatan jadi dosen, saya jadi dosen aja ah....
Salah satu hikmah yang saya didapatkan saat KP adalah melunturnya keinginan saya untuk kelak bekerja di perusahaan. Terbayang pagi berangkat, sore pulang. Pekerjaan itu-itu saja, serasa kurang dinamis. Kok rasanya hidup monoton banget jadinya.
Kerja di kota besar seperti Jakarta? Wah, takterbayang betapa lebih beratnya. Di perusahaan yang tersedia dalam satu kompleks dengan perumahan saja serasa jenuh, apalagi jika harus naik kendaraan. Bahkan banyak cerita, karena tiap hari macet, kerja di Jakarta tak jarang yang berangkat pagi setelah Shubuh dan pulang dari kantor setelah Maghrib. Berangkat sebelum matahari terbit, pulang setelah matahari tenggelam. Meninggalkan rumah saat anak masih tidur, pulang sampai rumah anak sudah tidur....wah, gak nyaman banget kalo hidup seperti itu.
Sering berpikir, trus setelah lulus mau berprofesi jadi apa. Entah datangnya darimana, muncul keinginan untuk menjadi akademisi/dosen aja. Profil dosen dalam benak saya waktu itu diantaranya adalah; waktu fleksibel, tidak harus berangkat jam7 pagi dan pulang jam5 sore, tidak terlalu birokratis, atasan kajur/dekan/rektor yang sewaktu-waktu bisa dijabat bergantian (bukan seperti bos dan anak buah di perusahaan), merdeka secara penilaian dan akademis pada umumnya, kelak bisa sekolah lagi bahkan di luar negeri (bisa jalan2 dong hehehe), dan masih banyak lagi kelebihannya.
Kekurangan dosen yang terbayang adalah gajinya kecil. Tapi buru2 terjawab, pegawai negeri pun gajinya juga kecil, semua juga bisa pada hidup. Lagian, sebesar apapun gaji tetep kurang, yang penting bagaimana kita mensyukuri dan rizki Allah tidak terlalu sempit jika kita mau berusaha.... kayaknya dah mantep jadi dosen nih. Yah bismillah, kalo ada kesempatan jadi dosen, saya jadi dosen aja ah....
Wednesday, September 9, 1998
Adik Sukamti, santai alhamd banyak rejeki
Perempuan satu2nya, alhamd rejeki mudah
Lain adik Suranto, lain adik Sukamti (satu2nya perempuan dari 8 bersaudara). Adik perempuan ini alhamdulillah mudah rejeki. Untuk urusan sekolah, karena memang niatnya jadi bidan, maka tak ikut UMPTN. Satu2nya ya mesti kuliah di Akademi Kebidanan (Akbid) yang saat itupun memang masih sangat langka. Saat itu, Akbid Negeri belum ada, yang ada Akademi Perawat (Akper) negeri hampir di tiap kota besar ada.
Oleh karenanya, untuk perempuan satu2nya ini, ada perlakuan khusus, boleh kuliah di PTS karena jurusan yang diminati takada yang PTN. Pilihannya Akbid Aisyiyah Yogyakarta (berubah dan baru buka Akbid tahun ini, sebelumnya Akper), harapannya (saya, Suranto, Sukamti ngumpul di Jogja), juga dengan PTS islam mudah2an menjadikan dia lebih tahu tentang agama.
Alhamdulillah, walaupun cuma daftar 1 tempat, alhamdulillah keterima. Cuma satu yang aneh, saat pengumuman tidak datang ke Jogja karena pasrah : ”paling nggak ketrima”.. walah-walah saking pasrahnya dan pesimisnya, eh malah Allah memberikan dia rejeki ketrima, alhamdulillah.
Tahun ini, Sukamti juga masuk Akbid Aisyiyah Yogyakarta. Jadi 2 adik masuk kuliah bersamaan, bisa dibayangkan beratnya pontang-panting ortu cari biaya.
Kalau Suranto okelah, biaya kuliah di PTN standard, tapi yang Sukamti.... di Akbid sudah kebayang biayanya mahal, apalagi sumbangannya duh....duh... Kalo tak salah kami sudah ambil batas sumbangan yang minimal Rp 3 juta, itupun masih keteteran. Tiap semester minta penangguhan, hingga lunas baru pada tahun ke-3... kebayang saat yang sama membiayai 3 anak kuliah.
Lain adik Suranto, lain adik Sukamti (satu2nya perempuan dari 8 bersaudara). Adik perempuan ini alhamdulillah mudah rejeki. Untuk urusan sekolah, karena memang niatnya jadi bidan, maka tak ikut UMPTN. Satu2nya ya mesti kuliah di Akademi Kebidanan (Akbid) yang saat itupun memang masih sangat langka. Saat itu, Akbid Negeri belum ada, yang ada Akademi Perawat (Akper) negeri hampir di tiap kota besar ada.
Oleh karenanya, untuk perempuan satu2nya ini, ada perlakuan khusus, boleh kuliah di PTS karena jurusan yang diminati takada yang PTN. Pilihannya Akbid Aisyiyah Yogyakarta (berubah dan baru buka Akbid tahun ini, sebelumnya Akper), harapannya (saya, Suranto, Sukamti ngumpul di Jogja), juga dengan PTS islam mudah2an menjadikan dia lebih tahu tentang agama.
Alhamdulillah, walaupun cuma daftar 1 tempat, alhamdulillah keterima. Cuma satu yang aneh, saat pengumuman tidak datang ke Jogja karena pasrah : ”paling nggak ketrima”.. walah-walah saking pasrahnya dan pesimisnya, eh malah Allah memberikan dia rejeki ketrima, alhamdulillah.
Tahun ini, Sukamti juga masuk Akbid Aisyiyah Yogyakarta. Jadi 2 adik masuk kuliah bersamaan, bisa dibayangkan beratnya pontang-panting ortu cari biaya.
Kalau Suranto okelah, biaya kuliah di PTN standard, tapi yang Sukamti.... di Akbid sudah kebayang biayanya mahal, apalagi sumbangannya duh....duh... Kalo tak salah kami sudah ambil batas sumbangan yang minimal Rp 3 juta, itupun masih keteteran. Tiap semester minta penangguhan, hingga lunas baru pada tahun ke-3... kebayang saat yang sama membiayai 3 anak kuliah.
Sunday, August 30, 1998
Kaltim udah, saatnya ke Kalsel. Pesawat udah, saatnya kapal
Selepas KP selesai, alhamdulillah kami diberikan uang saku karena telah bekerja selama 2 bulan (benernya bukan kerja, tapi ngangguin orang kerja heheh).
Selain itu, kami juga diberikan pilihan dibelikan tiket pesawat Balikpapan-Jogja atau bisa diminta cash saja. Saya dan Ahmad pilih pilihan kedua, minta cash. Ada alasannya, yaitu ingin berpetualang jalan darat naik bus Balikpapan (Kaltim)-Banjarmasin (Kalsel), naik kapal Banjarmasin-Surabaya, lalu naik bus Surabaya-Jogjakarta.
Kaltim udah, saatnya ke propinsi Kalsel. Naik pesawat sudah, saatnya naik kapal. Nggak mau kepenak, malah cari rekoso hehe tapi menyenangkan mau cari banyak pengalaman. Alhamdulillah pula, Ahmad juga nggak masalah dengan rencanaku.
Walaupun badan masih sakit, alhamdulillah selama perjalanan lancar. Pagi dari Bontang, malam naik bus Balikpapan-Banjarmasin, tapi sayang karena malam yang terlihat hanya gelapnya malam, gakbisa lihat pemandangan. Pagi selepas shubuh baru bisa lihat jalan dan kanan-kiri rumah di Martapura sebelum masuk kota Banjarmasin.
Alhamdulillah akhirnya berhasil juga diriku menginjakkan kaki di kota Banjarmasin. Senangnya hatiku.....
Selain itu, kami juga diberikan pilihan dibelikan tiket pesawat Balikpapan-Jogja atau bisa diminta cash saja. Saya dan Ahmad pilih pilihan kedua, minta cash. Ada alasannya, yaitu ingin berpetualang jalan darat naik bus Balikpapan (Kaltim)-Banjarmasin (Kalsel), naik kapal Banjarmasin-Surabaya, lalu naik bus Surabaya-Jogjakarta.
Kaltim udah, saatnya ke propinsi Kalsel. Naik pesawat sudah, saatnya naik kapal. Nggak mau kepenak, malah cari rekoso hehe tapi menyenangkan mau cari banyak pengalaman. Alhamdulillah pula, Ahmad juga nggak masalah dengan rencanaku.
Walaupun badan masih sakit, alhamdulillah selama perjalanan lancar. Pagi dari Bontang, malam naik bus Balikpapan-Banjarmasin, tapi sayang karena malam yang terlihat hanya gelapnya malam, gakbisa lihat pemandangan. Pagi selepas shubuh baru bisa lihat jalan dan kanan-kiri rumah di Martapura sebelum masuk kota Banjarmasin.
Alhamdulillah akhirnya berhasil juga diriku menginjakkan kaki di kota Banjarmasin. Senangnya hatiku.....
Saturday, August 29, 1998
Seharian main air laut, sakit menjelang pulang KP, terpaksa minum obat
Alhamdulillah, KP 2 bulan telah selesai kami jalani dengan baik (anggap aja baik2 saja). Saya dan Ahmad Musthofa (tim TE UGM) telah menyelesaikan semua urusan, dari menyusun laporan KP, presentasi di hadapan seluruh member team maintenance department, hingga jilid laporan. Saatnya pulang balik ke Jogja...
Sehari sebelum pulang dari KP, kami mengadakan acara dolan bersama. Kami temen2 KP jalan2 ke Pulau Beras Basah di tengah laut, difasilitasi oleh seorang staf, mas Farouk (alumni Metalurgi UI) sehingga perjalanan pakai speed boat gratis. Terimakasih sangat Mas Farouk.
Seharian main air, mandi di laut, main pasir...... malamnya langsung teler alias sakit keras, demam, panas tinggi, flu, batuk dll datang bareng2 tanpa ampun. Habislah kesehatanku. Atas desakan teman2, saya dipaksa ke klinik tapi saya tidak mau, akhirnya terakhir dipaksa minum obat. Padahal,seinget saya, saya gakpernah minum obat sejak sakit kaki menjelang lulus SMA tahun 1993 (dah 5 tahunan).
Yah, demi perjalanan dan dolan-dolan esok hari pulang ke Jogja lewat Balikpapan (Kaltim) dan Banjarmasin (Kalsel), saya mengikuti saran baik teman2.
Sehari sebelum pulang dari KP, kami mengadakan acara dolan bersama. Kami temen2 KP jalan2 ke Pulau Beras Basah di tengah laut, difasilitasi oleh seorang staf, mas Farouk (alumni Metalurgi UI) sehingga perjalanan pakai speed boat gratis. Terimakasih sangat Mas Farouk.
Seharian main air, mandi di laut, main pasir...... malamnya langsung teler alias sakit keras, demam, panas tinggi, flu, batuk dll datang bareng2 tanpa ampun. Habislah kesehatanku. Atas desakan teman2, saya dipaksa ke klinik tapi saya tidak mau, akhirnya terakhir dipaksa minum obat. Padahal,seinget saya, saya gakpernah minum obat sejak sakit kaki menjelang lulus SMA tahun 1993 (dah 5 tahunan).
Yah, demi perjalanan dan dolan-dolan esok hari pulang ke Jogja lewat Balikpapan (Kaltim) dan Banjarmasin (Kalsel), saya mengikuti saran baik teman2.
Saturday, August 15, 1998
adik Suranto; Kegigihan dafrar kuliah
Perjuangan Gigih adik Suranto
Adik yang satu ini semangat/keinginan kuliahnya sangat-sangat luar biasa. Kami semua bersaudara sudah ditanamkan sedari awal, ortu hanya mampu dan mau mebiayai kuliah jika ketrima di PTN, tidak mau menyekolahkan di PTS karena mahal sementara anak banyak. Suranto salah satu yang mesti banting tulang untuk memenuhi persyaratan tsb.
Lulus SMA 96 dah ikut Bimbel dan mengikuti bimbingan dan arahan saya, tapi UMPTN gagal. Semua program D3 yang ada di UGM hampir semua juga didaftar (saat itu yang ada hanya D3 Teknik, D3 Ekonomi)
Tahun 97 ikut Bimbel lagi dan saya arahkan lagi, tapi UMPTN gagal lagi. D3 UGM yang ada juga banyak yang didaftarin tetapi tetep gak ada yang nyangkut.
Kesempatan terakhir, tahun 98 saya sudah pasrah ditambah sedang sibuk KKN Wonosobo dilanjutkan KP di Kaltim, saya serahkan semuanya ke dia untuk menentukan pilihannya.
Alhamdulillah, bulan 8 saat saya masih di Kaltim dapat telepon dari dia, alhamdulillah ketrima UMPTN di Administrasi Negara UNSOED Purwokerto...alhamdulillah, perjuanganmu taksia-sia, akhirnya membuahkan hasil, semoga sukses, amien.
Tahun ini, Sukamti juga masuk Akbid Aisyiyah Yogyakarta. Jadi 2 adik masuk kuliah bersamaan, bisa dibayangkan beratnya pontang-panting ortu cari biaya.
Adik yang satu ini semangat/keinginan kuliahnya sangat-sangat luar biasa. Kami semua bersaudara sudah ditanamkan sedari awal, ortu hanya mampu dan mau mebiayai kuliah jika ketrima di PTN, tidak mau menyekolahkan di PTS karena mahal sementara anak banyak. Suranto salah satu yang mesti banting tulang untuk memenuhi persyaratan tsb.
Lulus SMA 96 dah ikut Bimbel dan mengikuti bimbingan dan arahan saya, tapi UMPTN gagal. Semua program D3 yang ada di UGM hampir semua juga didaftar (saat itu yang ada hanya D3 Teknik, D3 Ekonomi)
Tahun 97 ikut Bimbel lagi dan saya arahkan lagi, tapi UMPTN gagal lagi. D3 UGM yang ada juga banyak yang didaftarin tetapi tetep gak ada yang nyangkut.
Kesempatan terakhir, tahun 98 saya sudah pasrah ditambah sedang sibuk KKN Wonosobo dilanjutkan KP di Kaltim, saya serahkan semuanya ke dia untuk menentukan pilihannya.
Alhamdulillah, bulan 8 saat saya masih di Kaltim dapat telepon dari dia, alhamdulillah ketrima UMPTN di Administrasi Negara UNSOED Purwokerto...alhamdulillah, perjuanganmu taksia-sia, akhirnya membuahkan hasil, semoga sukses, amien.
Tahun ini, Sukamti juga masuk Akbid Aisyiyah Yogyakarta. Jadi 2 adik masuk kuliah bersamaan, bisa dibayangkan beratnya pontang-panting ortu cari biaya.
Wednesday, July 29, 1998
Pulau Beras Basah

Sumber Jawapos [ Minggu, 06 Juni 2010 ]
Pulau Beras Basah, Keelokan Pantainya Sungguh Menggugah
Menikmati Kesendirian tanpa Kesepian
Mercusuar itu masih berdiri tegak di Pulau Beras Basah. Pantainya yang berpasir lembut masih memesona dengan air laut yang sebening kristal. Penggemar fotografi juga menganggapnya sebagai sasaran bidik yang mengundang. Tapi, Pula Beras Basah sesungguhnya sedang gelisah.
Irfan, Bontang
---
PULAU Beras Basah -atau disebut juga Sand Island- tercatat sebagai salah satu tujuan wisata yang cukup dikenal di Bontang, Kalimantan Timur. Karena jaraknya kurang dari sejam perjalanan dengan speed boat, pulau kecil nan elok itu sudah lama jadi sarana rekreasi andalan karyawan kilang gas PT LNG Badak.
Pengunjung dari luar Kalimantan bisa memanfaatkan jalur penerbangan ke Balikpapan yang cukup ramai. Dari Balikpapan, pengunjung naik bus ke Bontang. Dengan waktu perjalanan sekitar lima jam, tarif bus AC Balikpapan-Bontang sekitar Rp 85 ribu. Jika dari Samarinda, perjalanan cukup dua jam dengan ongkos bus Rp 20 ribu.
Tiba di Bontang, pengunjung bisa langsung ke Pelabuhan Tanjung Laut. Dari sana, tidak sulit menemukan kapal yang siap membawa kita ke Beras Basah. Tarif sewa kapal Rp 300 ribu-Rp 400 ribu. Satu kapal bisa memuat 10 penumpang. Hanya perlu 40 menit dari pelabuhan untuk sampai ke Pulau Beras Basah.
Yang perlu diingat, jangan lupa membawa bekal. Sebab, kita tidak akan menemukan warung makan-minum di Pulau Beras Basah. Penginapan juga tidak ada.
Pengunjung pulau itu biasanya memang tidak menginap. Mereka datang untuk menikmati hamparan pasir putihnya yang lembut, air lautnya yang bening berkilat seperti kristal, atau mercusuar setinggi 15 meter yang berdiri tegak di sana. Bagi penghobi fotografi, mercusuar yang tegak dalam kesendirian itu seolah menantang untuk diabadikan.
"Saya tertarik saat melihat posisi tegak mercusuar di Pulau Beras Basah. Saya menggunakan lensa wide untuk mendapatkan kesan dramatis dengan posisi low angle," tutur Taufiqurakhman, Kabid Statistik Bappeda Bontang yang juga dikenal sebagai fotografer.
Pulau Beras Basah berada di Selat Makassar. Letaknya cukup strategis di antara kawasan kilang PT LNG Badak dan Pulau Segajah yang muncul saat laut surut dan menghilang saat laut pasang.
Pulau Beras Basah berjarak sekitar tujuh kilometer arah selatan Kota bontang dengan hamparan Selat Makassar di sekelilingnya. Cukup jauh untuk menikmati privasi, tapi tak cukup jauh untuk merasa terisolasi. Pulau itu menawarkan lokasi yang pas bagi mereka yang ingin lepas dari rutinitas sehari-hari.
Menurut cerita warga, nama Pulau Beras Basah muncul saat kapal besar yang membawa beras dari Sulawesi diterjang ombak besar. Khawatir tenggelam, awak kapal menurunkan muatan di pulau tersebut dan menjadi basah. Sebutan Pulau Beras Basah dipakai orang sejak saat itu.
Tidak jelas apakah pernah ada perkampungan di pulau tersebut. Yang jelas, saat ini Pulau Beras Basah hanya dihuni satu keluarga nelayan. Pengunjung Pulau Beras Basah juga tidak seramai dulu.
"Pulau ini pernah ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara pada 1990-an. Tapi, sejak 2000, pulau ini seolah kian terlupakan," kata Samnur, satu-satunya nelayan yang tinggal di Pulau Beras Basah.
Sebagai penghuni yang telah 33 tahun tinggal di Pulau Beras Basah, Samnur menilai pulau tersebut menyimpan sejuta potensi alam yang layak dikembangkan menjadi objek wisata andalan. Sayang, pulau cantik itu seolah lepas dari perhatian pemkot. Jangankan membangun fasilitas baru, mercusuar yang ada pun tak terawat. Kini, sebagian dinding bangunan setinggi 15 meter tersebut jebol.
Yang lebih mengkhawatirkan, luas Pulau Beras Basah terus mengerut akibat abrasi. Dua tiga tahun lalu, luas pulau tersebut diperkirakan 1,5 hektare. Kini, luas pulau itu paling tinggal satu hektare. "Kalau dibiarkan, bisa-bisa pulau ini tinggal kenangan. Terkikis sejengkal demi sejengkal, hilang ditelan ombak," keluhnya. (jpnn/c6/soe)
Wednesday, July 1, 1998
Pertama naik pesawat
Alhamdulillah, sebagai orang kampung akhirnya diriku bisa juga naik pesawat. Gratis lagi heheh.....
Awalnya kami (saya dan Ahmad Musthofa) bingung juga, peswat namanya apa, dimana beli tiket, gimana caranya belinya, naiknya gimana, nanti di peswat gimana, dll. Alhamdulillah tanya kawan sana-sini akhirnya bisa juga.
Kami beli tiket Sempati Jogja-Surabaya(transit)-Balikpapan, bayar Rp 600.000an saja karena dapat discount 30% dengan membawa transkrip nilai jika IP diatas 3,00. (walaupun gratis, sistemnya bayar dulu baru ntar diganti sesampainya di PT Badak).
Alahmdulillah sehari langsung dapat pengalaman naik-turun pesawat dua kali karena pake transit, akhirnya terbiasa juga kaged ketika take off dan landing, biasa pakai seta belt, foto-foto, dll.
Sebenarnya, Balikpapan-Badak akan naik pesawat lagi (meh 3x sehari), pake khusus perusahaan, tapi sayangnya sat itu penumpang penuh. Takpelah, malahan saya suka berpetualang juga menerobos hutan Kaltim dengan bus perusahaan, lebih kurang 5 jam.
Awalnya kami (saya dan Ahmad Musthofa) bingung juga, peswat namanya apa, dimana beli tiket, gimana caranya belinya, naiknya gimana, nanti di peswat gimana, dll. Alhamdulillah tanya kawan sana-sini akhirnya bisa juga.
Kami beli tiket Sempati Jogja-Surabaya(transit)-Balikpapan, bayar Rp 600.000an saja karena dapat discount 30% dengan membawa transkrip nilai jika IP diatas 3,00. (walaupun gratis, sistemnya bayar dulu baru ntar diganti sesampainya di PT Badak).
Alahmdulillah sehari langsung dapat pengalaman naik-turun pesawat dua kali karena pake transit, akhirnya terbiasa juga kaged ketika take off dan landing, biasa pakai seta belt, foto-foto, dll.
Sebenarnya, Balikpapan-Badak akan naik pesawat lagi (meh 3x sehari), pake khusus perusahaan, tapi sayangnya sat itu penumpang penuh. Takpelah, malahan saya suka berpetualang juga menerobos hutan Kaltim dengan bus perusahaan, lebih kurang 5 jam.
Kerja Praktek di Kaltim, ayik jalan2 gratis
Juli-Agustus 1998
Kerja Praktek di PT Badak Kaltim
Niat jalan2 gratis tumbuh ketika sudah semester 6 saatnya untuk Kerja Praktek (KP).
KP bisa dilaksanakan di perusahaan manapun asal apa yang nanti kita kerjakan masih ada terkait dengan Elektro, bahkan di Lab pun bisa. Namun demikian, bagi saya KP di perusahaan, apalagi perusahaan besar dan jauh, dengan fasilitas enak tentu sangat menggiurkan dan menarik hati.
Saya menemukan ide utk jalan2 dan KP di PT Badak Kaltim. Salah satu sebabnya diberikan sedikit gambaran oleh temen di PPBM yang ayahnya kerja disana. Pesawat pp dibayarin, tempat tinggal disediakan, dikasih uang saku...wah ena sekali.
Saya masukkan surat permohonan (yang dibuatkan oleh jurusan) lengkap dengan proposal tentang apa yang ingin saya pelajari. Dalam proposal saya ingin mempelajari bidang kontrol (bukan Telkom, soalnya biar sama dengan temen yang saja ajak dari bidang kontrol, Ahmad Musthofa). Saya mengalokasikan libur akhir semester saja (Juli-Agustus 1998) biar betul2 tidak meninggalkan kuliah.
Karena jauh-jauh hari (lebih dari 6 bulan) kita masukkan proposal dan selalu minta dikawal temen saya, alhamdulillah akhirnya dikabulkan sesuai dengan permintaan kita.
Pesawat Merpati rute Jogjakarta-Surabaya, dilanjutkan ke Balikpapan, lalu naik bus perusahaan sekira 5jam.
Baru sekali ini saya merasakan naik pesawat, duh duh betul2 pengalaman yang sangat berharga.....
di depan masih sangat pengalaman berharga yang insyaAllah akan saja alami, amien.
Kerja Praktek di PT Badak Kaltim
Niat jalan2 gratis tumbuh ketika sudah semester 6 saatnya untuk Kerja Praktek (KP).
KP bisa dilaksanakan di perusahaan manapun asal apa yang nanti kita kerjakan masih ada terkait dengan Elektro, bahkan di Lab pun bisa. Namun demikian, bagi saya KP di perusahaan, apalagi perusahaan besar dan jauh, dengan fasilitas enak tentu sangat menggiurkan dan menarik hati.
Saya menemukan ide utk jalan2 dan KP di PT Badak Kaltim. Salah satu sebabnya diberikan sedikit gambaran oleh temen di PPBM yang ayahnya kerja disana. Pesawat pp dibayarin, tempat tinggal disediakan, dikasih uang saku...wah ena sekali.
Saya masukkan surat permohonan (yang dibuatkan oleh jurusan) lengkap dengan proposal tentang apa yang ingin saya pelajari. Dalam proposal saya ingin mempelajari bidang kontrol (bukan Telkom, soalnya biar sama dengan temen yang saja ajak dari bidang kontrol, Ahmad Musthofa). Saya mengalokasikan libur akhir semester saja (Juli-Agustus 1998) biar betul2 tidak meninggalkan kuliah.
Karena jauh-jauh hari (lebih dari 6 bulan) kita masukkan proposal dan selalu minta dikawal temen saya, alhamdulillah akhirnya dikabulkan sesuai dengan permintaan kita.
Pesawat Merpati rute Jogjakarta-Surabaya, dilanjutkan ke Balikpapan, lalu naik bus perusahaan sekira 5jam.
Baru sekali ini saya merasakan naik pesawat, duh duh betul2 pengalaman yang sangat berharga.....
di depan masih sangat pengalaman berharga yang insyaAllah akan saja alami, amien.
Tuesday, June 9, 1998
KKN berakhir sudah
Bertempat di rumah bapak Kades, pada hari ini tanggal 9 Juni 1998 kami peserta KKN UGM delepas oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemuda.
Trenyuh rasanya, kebersamaan selama 2 bulan memang takseberapa terkait dengan apa yang bisa berikan, namun sebaliknya selama 2 bulan telah memberikan banyak arti pada diri kami.
Semoga apa yang dijalani dan telah sama-sama diberikan (baik oleh peserta KKN maupun penduduk) semakin menguatkan diri selalu membangun diri dan masyarakat, amien.
Trenyuh rasanya, kebersamaan selama 2 bulan memang takseberapa terkait dengan apa yang bisa berikan, namun sebaliknya selama 2 bulan telah memberikan banyak arti pada diri kami.
Semoga apa yang dijalani dan telah sama-sama diberikan (baik oleh peserta KKN maupun penduduk) semakin menguatkan diri selalu membangun diri dan masyarakat, amien.
Wednesday, May 20, 1998
KKN pulkam, ikut demo damai 20 Mei 1998

Pose sebelum longmarch bersama temen2 PPBM
Di sela-sela mengikuti KKN, suasana perpolitikan tanah air sedang menghangat terkait tuntutan reformasi. Beberapa malam sebelumnya, saya pernah ke IKIP Jogja, menakutkan karena suasana demonstrasi mencekam hingga tengah malam.
Saya termasuk salah satu yang balik kampus untuk ikut menyemarakkan demonstrasi damai yang dilaksanakan secara serentak se-Indonesia secara besar-besaran pada tanggal 20 Mei 1998. Saya turut serta (walaupun tidak aktif di garda terdepan) parade massa dari Bunderan UGM menuju Alun-2 Utara Keraton Yogyakarta.
Keesokan harinya, 21 Mei 1998 yang berbarengan dengan ultah saya, di tempat KKN kami menyaksikan layar televisi disiarkan acara langsung pengunduran diri presiden Soeharto dan menyerahkan kekuasaan kepada wapres BJ Habibie. Sontak, masyarakat luas menyambut antusias.
Thursday, April 30, 1998
Beberapa Program Kerja KKN
Selama dua minggu pertama KKN, kami menjalani tahap survei (penduduk, desa, potensi, dll). Keliling kampung ketemu penduduk, apa yang dirasakan, ada masalah apa, ide atau keinginan, dll. Ikut yasinan, barzanji, arisan, kumpulan RT, dll.
Tibalah saatnya menyusun program kerja selama 6 minggu ke depan. Program sesuai dengan background pendidikan masing-masing dan diusahakan ada/banyak program yang saling bersinergi atau kerjasama, setiap kegiatan semua peserta KKN mesti terlibat aktif membantu. Alhamdulillah kami semua kompak pak pak....
Pembangunan fisik (Sunardi Elektro), kesehatan (dokter), Sosial (Dion sastra dan Bu Dewi statistik), pertanian (Yulianto kehutanan dan Riasih perikanan).
Diantara beberapa program kerja kami adalah;
1. Plangisasi. Program ecek-ecek tapi hampir semua melakukan jadi program takterlupakan saat KKN. Kita buat plang-plang penunjuk arah yang sekiranya perlu dan memudahkan orang. Kita kerjasama dengan tukang kayu deket dengan rumah tinggal kami.
2. Pembuatan kolam ikan. Kolam ikan sudah ada dan banyak, tapi kita ingin perbaiki salah satu sebagai percontohan, kita buat secara gotong royong dengan penduduk desa. Ikan kita belikan. ..... Sayang sekali, banyak yang mati karena beli anakan ikan jauh adanya di Magelang. Akhirnya kita belikan lagi, dapet ilmu, mbawanya mesti pakai jerigen dan tanpa ditutup.
3. Perbaikan taman di kantor Kades yang difungsikan sebagai TK. Celakanya, begitu rumput liar diberisihkan, tanaman lama kita rapikan, lho kok malah jadi jelek ya hehehe.... takpa, kita datangkan tanaman-tanaman bunga yang lebih menarik.
4. Perbaikan bak mandai dan bak wudhu masjid. Alhamdulillah dapat dukungan penuh dari warga, minimal dalam bentuk tenaga kerja sukarela. Bak mandi dan tempat wudhu yang sebelumnya rusak dan kotor alhamdulillah kini lebih nyaman dipakai. Mesjid persis di depan tempat tinggal kita.
5. Pekarangan buatan untuk menanam sayuran yang terbuat dari bambu. Juga kita membuat jamur merang. Alhamdulillah, bisa berhasil dengan baik. Teringat kita ragu; ”mengandung racun gak ya tanaman kita”. Kita yang nanam, eh kita pula takut. Tapi alhamdulillah, semua hasil panen ludes termakan dan tak ada efek samping.
6. Praktek kesehatan gigi anak TK, mengajar sekolah SD/SMP, maen sepakbola melawan pemuda kampung, dll asyiknya rame-rame hehe.
Itulah diantara kegiatan KKN yang membuat kita diantara peserta KKN dan warga berbaur dan bercampur menyukseskan program-program bersama, kebersamaan, kekeluargaan, dan keakraban sangat-2 merindukan untuk dikenang.
Tibalah saatnya menyusun program kerja selama 6 minggu ke depan. Program sesuai dengan background pendidikan masing-masing dan diusahakan ada/banyak program yang saling bersinergi atau kerjasama, setiap kegiatan semua peserta KKN mesti terlibat aktif membantu. Alhamdulillah kami semua kompak pak pak....
Pembangunan fisik (Sunardi Elektro), kesehatan (dokter), Sosial (Dion sastra dan Bu Dewi statistik), pertanian (Yulianto kehutanan dan Riasih perikanan).
Diantara beberapa program kerja kami adalah;
1. Plangisasi. Program ecek-ecek tapi hampir semua melakukan jadi program takterlupakan saat KKN. Kita buat plang-plang penunjuk arah yang sekiranya perlu dan memudahkan orang. Kita kerjasama dengan tukang kayu deket dengan rumah tinggal kami.
2. Pembuatan kolam ikan. Kolam ikan sudah ada dan banyak, tapi kita ingin perbaiki salah satu sebagai percontohan, kita buat secara gotong royong dengan penduduk desa. Ikan kita belikan. ..... Sayang sekali, banyak yang mati karena beli anakan ikan jauh adanya di Magelang. Akhirnya kita belikan lagi, dapet ilmu, mbawanya mesti pakai jerigen dan tanpa ditutup.
3. Perbaikan taman di kantor Kades yang difungsikan sebagai TK. Celakanya, begitu rumput liar diberisihkan, tanaman lama kita rapikan, lho kok malah jadi jelek ya hehehe.... takpa, kita datangkan tanaman-tanaman bunga yang lebih menarik.
4. Perbaikan bak mandai dan bak wudhu masjid. Alhamdulillah dapat dukungan penuh dari warga, minimal dalam bentuk tenaga kerja sukarela. Bak mandi dan tempat wudhu yang sebelumnya rusak dan kotor alhamdulillah kini lebih nyaman dipakai. Mesjid persis di depan tempat tinggal kita.
5. Pekarangan buatan untuk menanam sayuran yang terbuat dari bambu. Juga kita membuat jamur merang. Alhamdulillah, bisa berhasil dengan baik. Teringat kita ragu; ”mengandung racun gak ya tanaman kita”. Kita yang nanam, eh kita pula takut. Tapi alhamdulillah, semua hasil panen ludes termakan dan tak ada efek samping.
6. Praktek kesehatan gigi anak TK, mengajar sekolah SD/SMP, maen sepakbola melawan pemuda kampung, dll asyiknya rame-rame hehe.
Itulah diantara kegiatan KKN yang membuat kita diantara peserta KKN dan warga berbaur dan bercampur menyukseskan program-program bersama, kebersamaan, kekeluargaan, dan keakraban sangat-2 merindukan untuk dikenang.
Thursday, April 9, 1998
KKN UGM di Ds Rejosari, kec. Kepil, Wonosobo
9 April - 9 Juni 1998
Saya mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat masa aktif perkuliahan pada semester 8. Awalnya sih mau ikut pas liburan akhir semester 8, tapi karena saat leburan Juli-Agustus sudah ada rencana Kerja Praktek (KP) di PT Badak NGL, Co. Bontang, Kaltim, maka mau tidak mau saya mesti ikut di semester aktif. Padahal saya masih mengulang beberapa mata kuliah yang nilainya jelek (C atau D), tapi mudah2an KKN bisa berjalan lancar, kuliah juga bisa disambi (walaupun tentu sering mbolos kuliah) karena mesti kadang pulang ke Jogja dari Kepil Wonosobo naik motor sekira 3 jam.
Temen2 KKN di Kepil Wonosobo
1. Dion (Sastra Prancis 93)
2. Riasih (Perikanan UGM 93)
3. Dewi (Statistik UGM alih jalur)
4. Agung Rahmadi (Kedokteran 91)
5. Yulianto (Kehutanan 93)
6. Sunardi (Elektro 94)
Kami ditempatkan di desa Rejosari, menginap di salah satu rumah penduduk. Dibagi dalam 2 kamar (kamar laki-laki dan kamar perempuan). Alhamdulillah tambah akrab dan betul2 menikmati suasana hidup di desa (padahal saya emang orang desa). Yang membedakan, mandi di pancuran desa wuih.....
Saya mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat masa aktif perkuliahan pada semester 8. Awalnya sih mau ikut pas liburan akhir semester 8, tapi karena saat leburan Juli-Agustus sudah ada rencana Kerja Praktek (KP) di PT Badak NGL, Co. Bontang, Kaltim, maka mau tidak mau saya mesti ikut di semester aktif. Padahal saya masih mengulang beberapa mata kuliah yang nilainya jelek (C atau D), tapi mudah2an KKN bisa berjalan lancar, kuliah juga bisa disambi (walaupun tentu sering mbolos kuliah) karena mesti kadang pulang ke Jogja dari Kepil Wonosobo naik motor sekira 3 jam.
Temen2 KKN di Kepil Wonosobo
1. Dion (Sastra Prancis 93)
2. Riasih (Perikanan UGM 93)
3. Dewi (Statistik UGM alih jalur)
4. Agung Rahmadi (Kedokteran 91)
5. Yulianto (Kehutanan 93)
6. Sunardi (Elektro 94)
Kami ditempatkan di desa Rejosari, menginap di salah satu rumah penduduk. Dibagi dalam 2 kamar (kamar laki-laki dan kamar perempuan). Alhamdulillah tambah akrab dan betul2 menikmati suasana hidup di desa (padahal saya emang orang desa). Yang membedakan, mandi di pancuran desa wuih.....
Saturday, July 12, 1997
Pesantren Anak dan Remaja (PAR) ke-9
30 Juni - 12 Juli 1987 kami para santri Budi Mulia mengadakan kegiatan pesantren kilat untuk anak-anak SD dan SMP yang kami bernama PAR (Pesantren Anak dan Remaja).
Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun oleh Budi Mulia, tahun ini merupakan pelaksanaan ke-9, berarti kegiatan ini sudah berlangsung sejak 9 tahun lalu (tepatnya tahun 1989), berarti sejak jaman santri Budi Mulia angkatan 2 atau 3.
Peserta tahun ini banyak, sekira 120 anak dari berbagai penjuru tanah air, terutama Jawa.
Ketua PAR IX ; Ali Mahrus Al Kafi
Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun oleh Budi Mulia, tahun ini merupakan pelaksanaan ke-9, berarti kegiatan ini sudah berlangsung sejak 9 tahun lalu (tepatnya tahun 1989), berarti sejak jaman santri Budi Mulia angkatan 2 atau 3.
Peserta tahun ini banyak, sekira 120 anak dari berbagai penjuru tanah air, terutama Jawa.
Ketua PAR IX ; Ali Mahrus Al Kafi
Monday, July 7, 1997
Potong2an info mencari jejak guru
Sedikit potongsan2 info, tak menyurutkan langkah kami untuk mencari dan silaturahmi kepada guru SMP kami, dulu lebih dari 5th yang lalu.
Waktu itu saya (sdg kuliah di Jogja) dan Turono (sdg kerja di Surabaya) janjian pulang ke Sragen. Kita merencanakan menjumpai bu Ery. Kami takpunya info lengkap tentang keberadaan beliau saat ini selepas meninggalkan kami sejak 1989/1990, yang jelas lebih dri 5 th.
Potongan2 info yang kita dapat tentang beliau adalah: suami polisi, rumah dekat alun2 kabupaten Ngawi, itu aja.
Ide kami dapatkan ketika lihat2 anak sekolah SMP pada pulang sekolah.
Kita tanya sekolah SMP di Ngawi ada berapa, ada gak guru Matematika yang namanya bu Ery (padahal kita gaktahu apakah beliau sekarang memang masih ngajar/tdk, ngajar SMP/SMA atau sekolah apa/dimana kita juga taktahu)....beberapa murid berbagai sekolah kita tanya takada hasil positif.
Kita mutar2 dekat alun2 juga tidak ada yang kenal dengan beliau. Mungkin ada sekira 5 kali kita tanya sama orang, bahkan ada satu orang yang sampai marah-marah: ”nyari orang kok gaktahu alamatnya, mana bisa”, dalam hati kami: ”kalo kami tahu alamat persis, ya mungkin tidak sampai bingung begini pak”
Ide kami muncul lagi... ohya, suaminya khan polisi.
Akhirnya kita datangi satu kompleks perumahan polisi. Alhamdulillah, ada titik terang benderang, ada warga yang juga polisi gakkenal sih tapi pernah tahu ada polisi yang kerjanya di Ponorogo punya istri guru, eh kebetulan anak tetangga yang kita tanya juga muridnya bu Ery tsb, kloplah....
akhirnya ketemulah kita sama guru yang telah mengajari kita banyak ilmu.. Gak mengira kami bisa berjumpa lagi.
Waktu itu saya (sdg kuliah di Jogja) dan Turono (sdg kerja di Surabaya) janjian pulang ke Sragen. Kita merencanakan menjumpai bu Ery. Kami takpunya info lengkap tentang keberadaan beliau saat ini selepas meninggalkan kami sejak 1989/1990, yang jelas lebih dri 5 th.
Potongan2 info yang kita dapat tentang beliau adalah: suami polisi, rumah dekat alun2 kabupaten Ngawi, itu aja.
Ide kami dapatkan ketika lihat2 anak sekolah SMP pada pulang sekolah.
Kita tanya sekolah SMP di Ngawi ada berapa, ada gak guru Matematika yang namanya bu Ery (padahal kita gaktahu apakah beliau sekarang memang masih ngajar/tdk, ngajar SMP/SMA atau sekolah apa/dimana kita juga taktahu)....beberapa murid berbagai sekolah kita tanya takada hasil positif.
Kita mutar2 dekat alun2 juga tidak ada yang kenal dengan beliau. Mungkin ada sekira 5 kali kita tanya sama orang, bahkan ada satu orang yang sampai marah-marah: ”nyari orang kok gaktahu alamatnya, mana bisa”, dalam hati kami: ”kalo kami tahu alamat persis, ya mungkin tidak sampai bingung begini pak”
Ide kami muncul lagi... ohya, suaminya khan polisi.
Akhirnya kita datangi satu kompleks perumahan polisi. Alhamdulillah, ada titik terang benderang, ada warga yang juga polisi gakkenal sih tapi pernah tahu ada polisi yang kerjanya di Ponorogo punya istri guru, eh kebetulan anak tetangga yang kita tanya juga muridnya bu Ery tsb, kloplah....
akhirnya ketemulah kita sama guru yang telah mengajari kita banyak ilmu.. Gak mengira kami bisa berjumpa lagi.
Tuesday, March 11, 1997
Mas Sarjono wisuda jadi Sarjana
Sarjana pertama di keluarga/kampung kami
Alhamdulillah, perjuangan mas Sarjono untuk menyelesaikan kuliah di Pendidikan Kimia UNS Solo akhirnya terwujud. Sempat putus asa, susah, gak semangat, mesti dilaju dari Sragen, sering ke Jogja untuk diketikkan oleh diriku, dll penuh perjuangan hebat.
Alhamdulillah sekarang sudah menjadi Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Semua terasa istimewa karena dia satu2nya dan pertama menjadi sarjana di keluarga kami, pertama di keluarga besar kami (baik dari trah ibu maupun bapak), dan pertama di kampung kami. (InsyaAllah yang kedua adalah saya segera menyusul, amien).
Alhamdulillah, perjuangan mas Sarjono untuk menyelesaikan kuliah di Pendidikan Kimia UNS Solo akhirnya terwujud. Sempat putus asa, susah, gak semangat, mesti dilaju dari Sragen, sering ke Jogja untuk diketikkan oleh diriku, dll penuh perjuangan hebat.
Alhamdulillah sekarang sudah menjadi Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Semua terasa istimewa karena dia satu2nya dan pertama menjadi sarjana di keluarga kami, pertama di keluarga besar kami (baik dari trah ibu maupun bapak), dan pertama di kampung kami. (InsyaAllah yang kedua adalah saya segera menyusul, amien).
Friday, February 7, 1997
Pengajian I'tikaf Ramadhan (PIR) ke-14
Selain PAR untuk anak dan Remaja, kami santri Budi Mulia juga mengemban amanah untuk mengadakan kegiatan i'tikaf di Budi Mulia, namanya PIR (Pengajian I'tikaf Ramadhan).
Tahun ini adalah pelaksanaan yang ke-14, maknanya sudah dilaksanakan 14 tahun sejak 1984 (santri angkatan pertama).
PIR ini mengambil konsep i'tikaf seperti jaman rasulullah SAW, dimana pada 10 hari terakhir Ramadhan, umat muslim diminta untuk berdiam di masjid memperbanyak amal ibadah. Namun, karena belum terbiasa atau belum memasyarakat pada saat ini, kami membungkusnya sebagai kegiatan pengajian di hari-hari yang seharusnya i'tikaf.
Kegiatan ini juga diperuntukkan bagi mengumpulkan aktivis-aktivis kerohanian islam di seluruh kampus di Indonesia, peserta hampir semua universitas ada, dari Aceh, Medan, Padang, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dll
Tahun ini PIR ke-14 dilaksanakan 29 Januari s.d 7 Februari 1997 bertepatan dengan 20 - 29 Ramadhan 1417 H. Ketua; Aunurrohim.
Tahun ini adalah pelaksanaan yang ke-14, maknanya sudah dilaksanakan 14 tahun sejak 1984 (santri angkatan pertama).
PIR ini mengambil konsep i'tikaf seperti jaman rasulullah SAW, dimana pada 10 hari terakhir Ramadhan, umat muslim diminta untuk berdiam di masjid memperbanyak amal ibadah. Namun, karena belum terbiasa atau belum memasyarakat pada saat ini, kami membungkusnya sebagai kegiatan pengajian di hari-hari yang seharusnya i'tikaf.
Kegiatan ini juga diperuntukkan bagi mengumpulkan aktivis-aktivis kerohanian islam di seluruh kampus di Indonesia, peserta hampir semua universitas ada, dari Aceh, Medan, Padang, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dll
Tahun ini PIR ke-14 dilaksanakan 29 Januari s.d 7 Februari 1997 bertepatan dengan 20 - 29 Ramadhan 1417 H. Ketua; Aunurrohim.
Sunday, July 7, 1996
Kuliah Kerja Lapangan/Tour Jakarta
Tahun 1996, tanggal dan bulan persisnya lupa
Kami mahasiswa Teknik Elektro UGM angkatan 1994 mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (=study tour) ke Jakarta.
Tujuan:
1. Pameran Komputer di Jakarta Convention Centre
2. PLN Pusat Gambir
3. Indosat Jatiluhur
4. Scheider
5. Unindo
Foto-foto kenangan yang di-share oleh temen di facebook saya copy-paste disini ya.




Kami mahasiswa Teknik Elektro UGM angkatan 1994 mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (=study tour) ke Jakarta.
Tujuan:
1. Pameran Komputer di Jakarta Convention Centre
2. PLN Pusat Gambir
3. Indosat Jatiluhur
4. Scheider
5. Unindo
Foto-foto kenangan yang di-share oleh temen di facebook saya copy-paste disini ya.




Sunday, March 3, 1996
aksyen disela-sela rutinitas ngaji
Monday, January 1, 1996
Nyantri di PPBM awal1996-awal1999
Kisah menarik masuk Pondok Pesantren Budi Mulia.
Saya awalnya taktahu apa-apa. Suatu sore, datanglah Baihaqi ke kost saya di Asrama Putra UGM Cemara Lima. Dia membawa brosur pengumuman penerimaan santri baru angkatan 6 di Pondok Pesantren Budi Mulia (PPBM) di bawah naungan Yayasan Shalahuddin pimpinan Prof. Dr. Amien Rais, MA. Lokasi PPBM lumayan jauh dari UGM, yaitu Jl. Kaliurang Km 8, itupun masuk masuk 1 km kedalam.
Dia ngajak saya untuk mendaftar bersama. Saya kaged, hah... pesantren. Saya takut, saya gaktahu apa-apa tentang agama, saya bodoh, ngaji cuma bisa dikit......
Tapi Baihaqi takhenti2 menasehati, kita coba aja, yang penting niatnya untuk memperbaiki keagamaan kita, justru kalo merasa belum bagus lebih baik ikut...akhirnya ikut ajalah, walau masih ragu apa saya mungkin diterima.
Kita berdua naik sepeda sore itu juga ke PPBM. Dia pakai sepeda balap dan saya pakai sepeda federal kesukaan kita masing2 (tepatny: suka-tidak punyanya ya cuma sepeda itu). Ada sedikit nasib malang, Baihaqi sempat terjungkal dari sepeda ketika melewati jalan yang curam, alhamdulillah gak luka. Hebat benar, perjuangan mencari ilmu, smg Allah meridhoi usaha kami, amien.
Kami disambut kakak santri yang sedang bertugas, namanya bagus; Mas Elvis Idris dari Palembang. Kami sampaikan hasil diskusi kita dan beliau sangat mengharapkan kami mencoba mendaftar dan bergabung. Beliau memberikan banyak penjelasan, diantaranya;
1. PPBM adalah pesantren untuk mahasiswa, sehingga program perkuliahan (materi maupun waktu pelaksanaan) disesuaikandengan kondisi mahasiswa yang beragam. kalau kampus ujian semester, PPBM juga libur. Ngaji menggunakan waktu malam hingga pagi, siang silakan di kampus.
2.PPBM santrinya berasal dari berbagai disiplin ilmu dan bebagai perguruan tinggi di Jogja; UGM, IKIP, IAIN, UII, dll sehingga bisa bergaul dengan banyak teman dan bertukar pikiran banyak ilmu.
3. PPBM bukan mencari yang sudah pinter ngaji, yang belum pinter asal punya keinginan kuat utk memperdalam dan memperbaiki agama, sangat dihargai.
Alhamdulillah, akhirnya kami berdua semakin mantap untuk melengkapi persyaratan (surat permohonan, transkrip nilai, foto) dan akan mendaftar secepatnya.
Tibalah saatnya mendaftar, selang berapa hari tibalah menghadapi ujian, ada ujian baca tulis al qur’an dengan kakak santri (yang paling susah menerjemahkan), wawancara tentang wawasan, juga wawancara dengan pengurus yayasan.... waduh malu banget ya kelihatan bodonya.
Alhamdulillah, saya dinyatakan sebagai salah satu yang diberikan kesempatan untuk belajar di PPBM. Kalo nggak salah pendafatr sekira 80-an dan diterima 50 saja.
Program PPBM selama 6 semester (3 tahun), bagi saya bersamaan dengan kuliah di TE UGM semester 4 s.d 9 (bermula awal 1996 hingga awal 1999). Mudah2an kuliah di TE dan di PPBM bisa rampung hampir bersamaan, amien.
Saya awalnya taktahu apa-apa. Suatu sore, datanglah Baihaqi ke kost saya di Asrama Putra UGM Cemara Lima. Dia membawa brosur pengumuman penerimaan santri baru angkatan 6 di Pondok Pesantren Budi Mulia (PPBM) di bawah naungan Yayasan Shalahuddin pimpinan Prof. Dr. Amien Rais, MA. Lokasi PPBM lumayan jauh dari UGM, yaitu Jl. Kaliurang Km 8, itupun masuk masuk 1 km kedalam.
Dia ngajak saya untuk mendaftar bersama. Saya kaged, hah... pesantren. Saya takut, saya gaktahu apa-apa tentang agama, saya bodoh, ngaji cuma bisa dikit......
Tapi Baihaqi takhenti2 menasehati, kita coba aja, yang penting niatnya untuk memperbaiki keagamaan kita, justru kalo merasa belum bagus lebih baik ikut...akhirnya ikut ajalah, walau masih ragu apa saya mungkin diterima.
Kita berdua naik sepeda sore itu juga ke PPBM. Dia pakai sepeda balap dan saya pakai sepeda federal kesukaan kita masing2 (tepatny: suka-tidak punyanya ya cuma sepeda itu). Ada sedikit nasib malang, Baihaqi sempat terjungkal dari sepeda ketika melewati jalan yang curam, alhamdulillah gak luka. Hebat benar, perjuangan mencari ilmu, smg Allah meridhoi usaha kami, amien.
Kami disambut kakak santri yang sedang bertugas, namanya bagus; Mas Elvis Idris dari Palembang. Kami sampaikan hasil diskusi kita dan beliau sangat mengharapkan kami mencoba mendaftar dan bergabung. Beliau memberikan banyak penjelasan, diantaranya;
1. PPBM adalah pesantren untuk mahasiswa, sehingga program perkuliahan (materi maupun waktu pelaksanaan) disesuaikandengan kondisi mahasiswa yang beragam. kalau kampus ujian semester, PPBM juga libur. Ngaji menggunakan waktu malam hingga pagi, siang silakan di kampus.
2.PPBM santrinya berasal dari berbagai disiplin ilmu dan bebagai perguruan tinggi di Jogja; UGM, IKIP, IAIN, UII, dll sehingga bisa bergaul dengan banyak teman dan bertukar pikiran banyak ilmu.
3. PPBM bukan mencari yang sudah pinter ngaji, yang belum pinter asal punya keinginan kuat utk memperdalam dan memperbaiki agama, sangat dihargai.
Alhamdulillah, akhirnya kami berdua semakin mantap untuk melengkapi persyaratan (surat permohonan, transkrip nilai, foto) dan akan mendaftar secepatnya.
Tibalah saatnya mendaftar, selang berapa hari tibalah menghadapi ujian, ada ujian baca tulis al qur’an dengan kakak santri (yang paling susah menerjemahkan), wawancara tentang wawasan, juga wawancara dengan pengurus yayasan.... waduh malu banget ya kelihatan bodonya.
Alhamdulillah, saya dinyatakan sebagai salah satu yang diberikan kesempatan untuk belajar di PPBM. Kalo nggak salah pendafatr sekira 80-an dan diterima 50 saja.
Program PPBM selama 6 semester (3 tahun), bagi saya bersamaan dengan kuliah di TE UGM semester 4 s.d 9 (bermula awal 1996 hingga awal 1999). Mudah2an kuliah di TE dan di PPBM bisa rampung hampir bersamaan, amien.
Sunday, December 31, 1995
Lepas semua aktivitas kampus, fokus di PPBM
Mengakhiri tahun 1995, semua urusan aktivitas kemahasiswaan di KOPMA dan BEM UGM yang telah memberikan banyak pengalaman mesti saya tinggalkan.
Saatnya saya fokus nyantri di PPBM (Pondok Pesantren Budi Mulia). Terlalu riskan jika semua masih saya ikuti dan jalani, takutnya malah gak ada yang beres. Sudah jauh, malam dan pagi selalu ada kegiatan di pondok, siang kuliah....
satu dua kegiatan yang masih berjalan sambil diselesaikan, terutama juga kegiatan di Sie Kerohanian Islam (SKI) Jurusan Teknik Elektro yang diamanahi sebagai ketua Bidang Pewarnaan Kampus periode akademik 1995/1996.
Saatnya saya fokus nyantri di PPBM (Pondok Pesantren Budi Mulia). Terlalu riskan jika semua masih saya ikuti dan jalani, takutnya malah gak ada yang beres. Sudah jauh, malam dan pagi selalu ada kegiatan di pondok, siang kuliah....
satu dua kegiatan yang masih berjalan sambil diselesaikan, terutama juga kegiatan di Sie Kerohanian Islam (SKI) Jurusan Teknik Elektro yang diamanahi sebagai ketua Bidang Pewarnaan Kampus periode akademik 1995/1996.
Tuesday, December 12, 1995
Kursus latihan pakai komputer
Komputer adalah barang mahal dan takpernah saya miliki hingga hari ini.
Ada kesempatan (karena mendapat diskon khusus sebagai orang KOPMA UGM) saya ikut kursus latian pakai komputer, tepatnya Kursus Word Perfect 5.1 di Gama Informatika Jl. Gejayan (sengaja cari yang deket kost, biar jalan kaki saja cukup). Kursus selama 1 bulan (18 November s.d 12 Des 1995)
Mau dilanjutkan dengan kursus Microsoft Word, Microsoft Excel...ntar dulu, gak ada diskon sich, duitnya siapa.
Walaupun di Teknik Elektro UGM ada konsentrasi Ilmu Komputer dan satunya lagi Informatika, rasanya saya gak mungkin masuk konsentrasi tsb, komputer aja gakpunya, minta dibelikan orangtua gaktega, beli sendiri gakpunya uang.... yah, masuk konsentrasi lainnya aja.
Muga kedepan ada rejeki untuk memperdalam ilmu komputer, amien.
Ada kesempatan (karena mendapat diskon khusus sebagai orang KOPMA UGM) saya ikut kursus latian pakai komputer, tepatnya Kursus Word Perfect 5.1 di Gama Informatika Jl. Gejayan (sengaja cari yang deket kost, biar jalan kaki saja cukup). Kursus selama 1 bulan (18 November s.d 12 Des 1995)
Mau dilanjutkan dengan kursus Microsoft Word, Microsoft Excel...ntar dulu, gak ada diskon sich, duitnya siapa.
Walaupun di Teknik Elektro UGM ada konsentrasi Ilmu Komputer dan satunya lagi Informatika, rasanya saya gak mungkin masuk konsentrasi tsb, komputer aja gakpunya, minta dibelikan orangtua gaktega, beli sendiri gakpunya uang.... yah, masuk konsentrasi lainnya aja.
Muga kedepan ada rejeki untuk memperdalam ilmu komputer, amien.
Saturday, September 9, 1995
Mulai dapat Beasiswa
Semester 3 (Sept 1995)
Alhamdulillah, yang ditunggu2 akhirnya datang juga. Saatnya menginjak semester 3, sudah punya nilai 2 semester (jika prestasi layak) berhak untuk mengajukan beasiswa.
Beberapa beasiswa yang bisa diraih diantaranya yang umum adalah Supersemar, PPA (Peningkatan Prestasi Akademik), PII (Persatuan Insinyur Indonesia). Saya nyoba daftar beasiwa yang saat itu belum umum dan hanya ditawarkan utk jurusan-jurusan yang terbatas, yaitu Johanna de Rider Foundation (gaktahu sebenarnya lembaga apa ini, Cuma kedengarannya seperti nama Perancis). Semua persyaratan saya lengkapi, diantaranya transkrip nilai, surat keterangan dari kelurahan, kartu keluarga, dll.
Setelah menunggu beberapa lama, alhamdulillah saya termasuk dalam daftar mahasiswa penerima beasiswa Johanna de Rider Foundation....Alhamdulillah ya Allah, bisa mengurangi beban orang tua dalam menanggung mahalnya biaya kuliah.
[alhamdulillah, tiap tahun beasiswa bisa diperpanjang hingga lulus asal prestasi akademik bisa dipertahankan, dan terbukti saya mendapatkan beasiswa tersebut hingga lulus, berawal dari Rp 50.000/bulan s.d terakhir Rp 150.000/bulan] .
Alhamdulillah, yang ditunggu2 akhirnya datang juga. Saatnya menginjak semester 3, sudah punya nilai 2 semester (jika prestasi layak) berhak untuk mengajukan beasiswa.
Beberapa beasiswa yang bisa diraih diantaranya yang umum adalah Supersemar, PPA (Peningkatan Prestasi Akademik), PII (Persatuan Insinyur Indonesia). Saya nyoba daftar beasiwa yang saat itu belum umum dan hanya ditawarkan utk jurusan-jurusan yang terbatas, yaitu Johanna de Rider Foundation (gaktahu sebenarnya lembaga apa ini, Cuma kedengarannya seperti nama Perancis). Semua persyaratan saya lengkapi, diantaranya transkrip nilai, surat keterangan dari kelurahan, kartu keluarga, dll.
Setelah menunggu beberapa lama, alhamdulillah saya termasuk dalam daftar mahasiswa penerima beasiswa Johanna de Rider Foundation....Alhamdulillah ya Allah, bisa mengurangi beban orang tua dalam menanggung mahalnya biaya kuliah.
[alhamdulillah, tiap tahun beasiswa bisa diperpanjang hingga lulus asal prestasi akademik bisa dipertahankan, dan terbukti saya mendapatkan beasiswa tersebut hingga lulus, berawal dari Rp 50.000/bulan s.d terakhir Rp 150.000/bulan] .
punya sepeda, saatnya tambah aktif dan nyari penghasilan
Bermodalkan sepeda, saya bisa sedikit lincah untuk bergerak, tambah aktif di organisasi, dan mencoba mencari penghasilan.
Saya pergunakan kemampuan saya untuk menambah uang saku dengan jalan menjadi tentor lembaga pendidikan privat bagi anak-anak SD-SMP-SMA. Teringat ada siswa SD di baratnya Kraton dan anak SMA di sawit sari pernah saya ajar. Selain itu, saya juga menjadi penjaga toko KOPMA 2x seminggu, sempat juga di Wartel KOPMA.
Untuk berorganisasi, saya aktif di Sie Kerohanian Islam Teknik Elektro, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, dan KOPMA UGM sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Sebelumnya saat di Peternakan UGM, saya aktif di Pramuka (tepatnya ikut2an Baihaqi), terutama seneng ikut saat Bakti Sosial.
Saya pergunakan kemampuan saya untuk menambah uang saku dengan jalan menjadi tentor lembaga pendidikan privat bagi anak-anak SD-SMP-SMA. Teringat ada siswa SD di baratnya Kraton dan anak SMA di sawit sari pernah saya ajar. Selain itu, saya juga menjadi penjaga toko KOPMA 2x seminggu, sempat juga di Wartel KOPMA.
Untuk berorganisasi, saya aktif di Sie Kerohanian Islam Teknik Elektro, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, dan KOPMA UGM sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Sebelumnya saat di Peternakan UGM, saya aktif di Pramuka (tepatnya ikut2an Baihaqi), terutama seneng ikut saat Bakti Sosial.
Thursday, August 31, 1995
BEM UGM sebulan penuh kegiatan 50 Th Indonesia Merdeka
1-31 Agustus 1995 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM mengadakan penuh kegiatan dalam Rangkaian Merah Putih UGM, menyambut 50 tahun merdeka.
Kegiatan yang saya ikuti (jadi panitia dan peserta) diantaranya adalah seminar, bakti sosial, dan hening malam (istilahnya lupa).
Banyak temen2 yang tergabung dalam kegiatan ini sehingga makin akrab dengan teman2 yang aktif di berbagai organisasi kegiatan kemahasiswaan.
Kegiatan yang saya ikuti (jadi panitia dan peserta) diantaranya adalah seminar, bakti sosial, dan hening malam (istilahnya lupa).
Banyak temen2 yang tergabung dalam kegiatan ini sehingga makin akrab dengan teman2 yang aktif di berbagai organisasi kegiatan kemahasiswaan.
Tuesday, August 8, 1995
naik sepeda onthel Sragen-Solo-Jogja
Keinginan untuk memiliki kendaraan alhamdulillah kesampaian. Di rumah ada sepeda nganggur, karena adikku Kamti dibelikan sepeda jengki, sepeda federal yang dia miliki akhirnya bisa saya pakai. Apalagi sekarang kost di asrama Cemara Lima jauh kalo mesti jalan kaki.
Takterpikir paket karena mahal bagi kami, maka pagi-pagi sehabis shubuh sekira jam5 saya mulai mengayuh sepeda onthel federal. Ternyata terengah2 juga saya dibuatnya. sekira jam9 baru sampai kota Solo. Sekitar Ashar baru nyampe Jogja.
Betul-betul perjuangan hebat
Takterpikir paket karena mahal bagi kami, maka pagi-pagi sehabis shubuh sekira jam5 saya mulai mengayuh sepeda onthel federal. Ternyata terengah2 juga saya dibuatnya. sekira jam9 baru sampai kota Solo. Sekitar Ashar baru nyampe Jogja.
Betul-betul perjuangan hebat
Friday, July 7, 1995
kost 4; Asrama Mhs, OPSPEKnya hiii ngeri
Nomaden lagi......
Menjelang akan habisnya masa kost di Karangmalang D7, ada informasi bahwa asrama mahasiswa UGM Cemara Lima Jl. Kaliurang km 5.5 membuka pendaftaran penghuni baru. Saya tertarik mendaftar karena murah (kalo gaksalah Rp 15.000/bulan). Gedung berupa flat 5 lantai, tiap rumah berisi 3 kamar utk bertiga (lengkap dengan kamar mandi, dapur, ruang tamu).
Saya mencoba daftar dan alhamdulillah ketrima, walaupun sangat pahit menjalani masa-masa orientasi sebagai warga baru. Serasa OPSPEK di UGM selama 4 hari tidak ada apa-apanya dibanding OPSPEK asrama yang betul2 diuji mental luar biasa.
Opspek tiap sabtu sore s.d minggu selama 1 bulan, selama itu pula kami dianggap sebagai penghuni kelas kedua, saat hari2 biasa akrab, eh saat opspek dicuekin dan dibentak2, terlebih atribut yang kami pakai terkesan lucu2.
Yang paling ngeri adalah opspek terakhir, waktu itu malam hari, semua dikumpulkan dan satu persatu suruh masuk kubiran dan wajib mengunjungi pos-pos yang telah ditentukan, lengkap dengan lilin, petunjuk arah, dan arahan/tugas. Diantaranya yang ngeri adalah;
1. Diminta duduk menghadap kuburan seseorang yang baru dikubur tadi sore serasa diminta mendoakan
2. Diminta menimba di sumur tua kuburan, ternyata dalam ember ada guling putih dan muncul kakak asrama berteriak mengagetkan dari ujung depan....hiii takut hampir copot jantungku....
Alhamdulillah akhirnya semua bisa dilalui dan menjadi warga asrama normal seperti yang lain.
Teringat temen2 seperjuangan masuk asrama Cemara Lima
1. Muhammad Yasin (peternakan UGM 94)
2. Abeng (Ilmu Komunikasi UGM 93)
3. Widiantoro (Kehutanan UGM 94)
4. Aulia Muflih
Menjelang akan habisnya masa kost di Karangmalang D7, ada informasi bahwa asrama mahasiswa UGM Cemara Lima Jl. Kaliurang km 5.5 membuka pendaftaran penghuni baru. Saya tertarik mendaftar karena murah (kalo gaksalah Rp 15.000/bulan). Gedung berupa flat 5 lantai, tiap rumah berisi 3 kamar utk bertiga (lengkap dengan kamar mandi, dapur, ruang tamu).
Saya mencoba daftar dan alhamdulillah ketrima, walaupun sangat pahit menjalani masa-masa orientasi sebagai warga baru. Serasa OPSPEK di UGM selama 4 hari tidak ada apa-apanya dibanding OPSPEK asrama yang betul2 diuji mental luar biasa.
Opspek tiap sabtu sore s.d minggu selama 1 bulan, selama itu pula kami dianggap sebagai penghuni kelas kedua, saat hari2 biasa akrab, eh saat opspek dicuekin dan dibentak2, terlebih atribut yang kami pakai terkesan lucu2.
Yang paling ngeri adalah opspek terakhir, waktu itu malam hari, semua dikumpulkan dan satu persatu suruh masuk kubiran dan wajib mengunjungi pos-pos yang telah ditentukan, lengkap dengan lilin, petunjuk arah, dan arahan/tugas. Diantaranya yang ngeri adalah;
1. Diminta duduk menghadap kuburan seseorang yang baru dikubur tadi sore serasa diminta mendoakan
2. Diminta menimba di sumur tua kuburan, ternyata dalam ember ada guling putih dan muncul kakak asrama berteriak mengagetkan dari ujung depan....hiii takut hampir copot jantungku....
Alhamdulillah akhirnya semua bisa dilalui dan menjadi warga asrama normal seperti yang lain.
Teringat temen2 seperjuangan masuk asrama Cemara Lima
1. Muhammad Yasin (peternakan UGM 94)
2. Abeng (Ilmu Komunikasi UGM 93)
3. Widiantoro (Kehutanan UGM 94)
4. Aulia Muflih
Saturday, April 1, 1995
jadi Penjaga Toko Kopma UGM
01 April - 30 Juni 1995 (4 bulan) kedepan disela-sela tugas belajar saya membuat kontrak kesepakatan dengan KOPMA UGM untuk menjadi penjaga toko KOPMA UGM.
Pengalaman baru bagi saya, sebagai anak petani yang merasa asing dengan jual-beli, apalagi jaga toko. Bismillah, mencari pengalaman dan sedikit penghasilan.
Saya kebagian di lantai 2 (cinderamata; pakaian, stieker, dll).
Pengalaman baru bagi saya, sebagai anak petani yang merasa asing dengan jual-beli, apalagi jaga toko. Bismillah, mencari pengalaman dan sedikit penghasilan.
Saya kebagian di lantai 2 (cinderamata; pakaian, stieker, dll).
Sunday, December 11, 1994
Studi Islam Efektif (SIE) Masjid Syuhada
18 Sept s.d 11 Des 1994 mengikuti Studi Islam Efektif (SIE) di Masjid Syuhada.
Kegiatan dilaksanakan seminggu 2x (kalo taksalah) dan biasanya hari Sabtu malam s.d Ahad pagi ada acara menginap.
Saya awalnya diajak sama ketua penyelenggara (Mufti, temen se-kost di Karangmalang), Juga Baihaqi. Eh ketemu Hakim (elektro 94) yg juga ikutan.
Nggak nyangka juga, sering ketemu Andi Wijanarko (temen sekelas SMA) yang sekarang di Akabri AU Jogja sering serombongan diwajibkan ngaji di masjid Syuhada tiap Ahad pagi.
Alhamdulillah, banyak ilmu, banyak teman.
Kegiatan dilaksanakan seminggu 2x (kalo taksalah) dan biasanya hari Sabtu malam s.d Ahad pagi ada acara menginap.
Saya awalnya diajak sama ketua penyelenggara (Mufti, temen se-kost di Karangmalang), Juga Baihaqi. Eh ketemu Hakim (elektro 94) yg juga ikutan.
Nggak nyangka juga, sering ketemu Andi Wijanarko (temen sekelas SMA) yang sekarang di Akabri AU Jogja sering serombongan diwajibkan ngaji di masjid Syuhada tiap Ahad pagi.
Alhamdulillah, banyak ilmu, banyak teman.
Sunday, December 4, 1994
DikDasKop
26-27 November 1994 saya mengikuti Pendidikan Dasar Koperasi ke-26 tingkat DIY yang diselenggarakan oleh KOPMA (Koperasi Mahasiswa) UGM.
Materi pendidikan;
1. Pemuda dan Koperasi
2. Kewirausahaan
3. Sejarah dan Ideologi Koperasi
4. Pelaku-pelaku Ekonomi Indonesia
5. Organisasi dan Manajemen KOPMA
6. Sistem Ekonomi Nasional dan Internasional
Alhamdulillah dapat nilai A. Ketua KOPMA saat itu adalah Mas Alvitra Bermana
Materi pendidikan;
1. Pemuda dan Koperasi
2. Kewirausahaan
3. Sejarah dan Ideologi Koperasi
4. Pelaku-pelaku Ekonomi Indonesia
5. Organisasi dan Manajemen KOPMA
6. Sistem Ekonomi Nasional dan Internasional
Alhamdulillah dapat nilai A. Ketua KOPMA saat itu adalah Mas Alvitra Bermana
Monday, October 24, 1994
Pendidikan Manajemen Koperasi
24 Oktober 1994 mengikuti Pendidikan Manajemen Koperrasi dengan materi Manajemen Pemasaran (teori dan praktek).
Saturday, October 1, 1994
kost 3; Karangmalang D7
Lagi-lagi saya mulai muncul sifat suka hidup nomaden hehe... Menginjak tahun ke-2 di Jogja, dan berpindah kuliah dari Peternakan ke Teknik Elektro, saya mencari suasana kost baru.
Awalnya sih mau mencari di daerah Pogung yang dekat dengan Teknik, tapi fulus tidak terjangkau, biaya kost terlalu mahal bagi saya. Akhirnya saya tetep di Karangmalang, cuma beda rumah, dulu di E22 sekarang di D7, rumah lebih sepi dan bergabung dengan tuan rumah, harga kost juga Rp 250.000 berdua sama Muniroh (temen se-kost sebelumnya, tapi beda kamar).
Karangmalang ada di timur UGM, sementara Teknik adalah UGM paling barat. Karena saya takda kendaraan sepeda maupun motor, mau naik bus juga terlalu mahal bagi saya (Rp 100 utk mahasiswa), maka tiap hari saya mesti jalan kaki dari Karangmalang ke kampus, menerobos lembah UGM yang masih banyak rumput liar dengan jalan setapak, nglewati Fak Hukum, Fisipol, Gd Pusat, Farmasi/MIPA, KU, dan barulah sampai Teknik.
Awalnya sih mau mencari di daerah Pogung yang dekat dengan Teknik, tapi fulus tidak terjangkau, biaya kost terlalu mahal bagi saya. Akhirnya saya tetep di Karangmalang, cuma beda rumah, dulu di E22 sekarang di D7, rumah lebih sepi dan bergabung dengan tuan rumah, harga kost juga Rp 250.000 berdua sama Muniroh (temen se-kost sebelumnya, tapi beda kamar).
Karangmalang ada di timur UGM, sementara Teknik adalah UGM paling barat. Karena saya takda kendaraan sepeda maupun motor, mau naik bus juga terlalu mahal bagi saya (Rp 100 utk mahasiswa), maka tiap hari saya mesti jalan kaki dari Karangmalang ke kampus, menerobos lembah UGM yang masih banyak rumput liar dengan jalan setapak, nglewati Fak Hukum, Fisipol, Gd Pusat, Farmasi/MIPA, KU, dan barulah sampai Teknik.
Friday, September 9, 1994
Penataran lagi, Opspek lagi...
Pernah kuliah setahun di Peternakan UGM, mestinya tidak wajib lagi bagi diriku utk mengikuti Penataran P4 100 jam (sekira 2 minggu). Namun, saya malas mengurus prosedur yang kadang susah dan berbelit, akhirnya saya ikutin lagi aja penataran.
Udah mbayar, tinggal duduk manis dengarkan ceramah, makan dikasih, malahan sekalian sebagai ajang berkenalan dengan teman2 baru di Elektro. Akhirnya saya ikuti aja penataran lagi, jenuh juga sih, tapi yah dinikmati aja. Saat itu, saya kebagian penataran di KU, gabungan antara KU dan Teknik.
OPSPEK benernya saya malas ngikuti lagi. Mestinya saya bisa takperlu ikut OPSPEK tingkat Universitas yang berlangsung selama 2 hari (tahun lalu sudah), tapi ya kembali lagi malas ribet urus sana-sini. Lagian, OPSPEK 2 hari yang diselenggarakan fakultas Teknik mesti saya ikuti (tahun lalu khan beda fakultas). Akhirnya saya ikuti juga.
Tapi banyak pengalaman menarik dan merasa ringan OPSPEK tahun ini. Saya pernah merasakan OPSPEK, yang dipentingkan adalah mental kita mesti kuat, harus kompak, disiplin, dimarahin karena salah, temen salah ikut dihukum, gakberbuat salah juga dihukum karena gaktoleran, dll ya udahlah santai aja, lakukan sebisanya. Bahkan saking santainya, terlebih sudah punya banyak pasukan temen se-kost, saya bisa masih sempat nyuci dan nyetrika. Tugas-2 saya pasrahkan sama temen2; tlg kamu buatin slempang, tolong kamu dengerin berita malam ini, tolong si C carikan aku ini-itu, dll.
Alhamdulillah semua berjalan lancar, termasuk acara nyebur ke sungai Code di belakang Teknik hingga Maghrib juga lancar.
Udah mbayar, tinggal duduk manis dengarkan ceramah, makan dikasih, malahan sekalian sebagai ajang berkenalan dengan teman2 baru di Elektro. Akhirnya saya ikuti aja penataran lagi, jenuh juga sih, tapi yah dinikmati aja. Saat itu, saya kebagian penataran di KU, gabungan antara KU dan Teknik.
OPSPEK benernya saya malas ngikuti lagi. Mestinya saya bisa takperlu ikut OPSPEK tingkat Universitas yang berlangsung selama 2 hari (tahun lalu sudah), tapi ya kembali lagi malas ribet urus sana-sini. Lagian, OPSPEK 2 hari yang diselenggarakan fakultas Teknik mesti saya ikuti (tahun lalu khan beda fakultas). Akhirnya saya ikuti juga.
Tapi banyak pengalaman menarik dan merasa ringan OPSPEK tahun ini. Saya pernah merasakan OPSPEK, yang dipentingkan adalah mental kita mesti kuat, harus kompak, disiplin, dimarahin karena salah, temen salah ikut dihukum, gakberbuat salah juga dihukum karena gaktoleran, dll ya udahlah santai aja, lakukan sebisanya. Bahkan saking santainya, terlebih sudah punya banyak pasukan temen se-kost, saya bisa masih sempat nyuci dan nyetrika. Tugas-2 saya pasrahkan sama temen2; tlg kamu buatin slempang, tolong kamu dengerin berita malam ini, tolong si C carikan aku ini-itu, dll.
Alhamdulillah semua berjalan lancar, termasuk acara nyebur ke sungai Code di belakang Teknik hingga Maghrib juga lancar.
Thursday, September 8, 1994
Opspek 5-8 September 1994
Nama : SUNARDI
nim : 94/96541/TK/19194
telah mengikuti OPSPEK 5-8 September 1994.
alhamdulillah selamat masih hidup heheh stelah mengikuti OPSPEK yang luar biasa berat, terutama saat 2 hari di tingkat fakultas teknik.
Inget;
- Universitas mensyaratkan rambut max 2 cm, eh fakultas maunya max 1 cm
- dijemur diatas pelataran teknik yang masih gersang dan di atas conblock yang sangat panas atas dan bawah sengatan matahari
- diceburkan kedalam sungai code
nim : 94/96541/TK/19194
telah mengikuti OPSPEK 5-8 September 1994.
alhamdulillah selamat masih hidup heheh stelah mengikuti OPSPEK yang luar biasa berat, terutama saat 2 hari di tingkat fakultas teknik.
Inget;
- Universitas mensyaratkan rambut max 2 cm, eh fakultas maunya max 1 cm
- dijemur diatas pelataran teknik yang masih gersang dan di atas conblock yang sangat panas atas dan bawah sengatan matahari
- diceburkan kedalam sungai code
Thursday, September 1, 1994
Konversi, cuma Agama dan Pancasila yg bisa
Kuliah selama satu tahun di Peternakan UGM telah memberikan banyak pengalaman, ilmu, dan nilai yang sangat banyak. Pengalaman dan ilmu takkan hilang, demikian juga nilai saya coba untuk berguna dengan cara konversi. Tapi sayang, yang bisa diakui cuma nilai Agama Islam I (2 SKS) dan Pancasila (2 SKS), yang lainnya takbisa dikonversi, wah....Soalnya, bidang ilmunya jauh, sehingga muatan keilmuannya walaupun masih dasar juga berbeda, atau malah karena dasar itu mesti kuat.
Ya udahlah, nikmati aja, malahan tambah kuat dan ilmu banyak. Seperti Matematika (Pt 2x2SKS, TE 2x3SKS), Fisika (Pt 2x2SKS, TE 2x3SKS), dll. Bahkan ilmu Pengetahuan Lingkungan yg sama2 2 SKS, materi sama, dosen sama dari Pertanian, tetap diminta ambil ulang (khusus matakuliah ini, saya dah tahu resepnya di Peternakan dan alhamdulillah dapat A)
Ya udahlah, nikmati aja, malahan tambah kuat dan ilmu banyak. Seperti Matematika (Pt 2x2SKS, TE 2x3SKS), Fisika (Pt 2x2SKS, TE 2x3SKS), dll. Bahkan ilmu Pengetahuan Lingkungan yg sama2 2 SKS, materi sama, dosen sama dari Pertanian, tetap diminta ambil ulang (khusus matakuliah ini, saya dah tahu resepnya di Peternakan dan alhamdulillah dapat A)
Monday, August 8, 1994
Surat Pengunduran Diri dari Peternakan
Ada peraturan di UGM bahwa mahasiswa tidak boleh ndobel kuliah di 2 jurusan yang berbeda, oleh karenanya saya mesti membuat surat pengunduran diri dari Fakultas Peternakan UGM, surat ditujukan ke Rektor UGM melalui Dekan Fakultas Peternakan.
Kepada Yth. Rektor UGM Yogyakarta
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya;
Nama : SUNARDI
NIM : 93/90849/PT/02999
mohon mengundurkan diri dari Fakultas Peternakan UGM karena diterima di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UGM untuk tahun akademik 1994/1995.
Atas terkabulnya permohonan ini saya ucapkan banyak terima kasih.
Yogyakarta, 8 Agustus 1994
Hormat saya,
SUNARDI
Kepada Yth. Rektor UGM Yogyakarta
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya;
Nama : SUNARDI
NIM : 93/90849/PT/02999
mohon mengundurkan diri dari Fakultas Peternakan UGM karena diterima di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UGM untuk tahun akademik 1994/1995.
Atas terkabulnya permohonan ini saya ucapkan banyak terima kasih.
Yogyakarta, 8 Agustus 1994
Hormat saya,
SUNARDI
Friday, July 8, 1994
Pindah Elektro, UGM pas naik SPP
Momen pindah Elektro bukan momen yang pas untuk hitungan SPP, karena mulai tahun 1994 ini, UGM menaikkan SPP (biasanya SPP 2 tahun sekali naik, yg naik khusus mhs baru).
Nah, pas tahun 1994 ini, SPP naik dari Rp 180.000 menjadi Rp 250.000 (eksakta) dan dari Rp 150.000 menjadi Rp 225.000 (non eksakta). Yah, belum beruntung masuk Elektro tahun lalu.
Kalo gaksalah besaran biaya SPP ini banyak menuai protes dari mahasiswa, tapi tetep dipertahankan. Kompensasinya (gaktahu negosiasi dan dealnya seperti apa), besaran SPP ini bertahan sangat lama (tidak dinaikkan) dalam jangka 4/5 tahun kedepan,
Nah, pas tahun 1994 ini, SPP naik dari Rp 180.000 menjadi Rp 250.000 (eksakta) dan dari Rp 150.000 menjadi Rp 225.000 (non eksakta). Yah, belum beruntung masuk Elektro tahun lalu.
Kalo gaksalah besaran biaya SPP ini banyak menuai protes dari mahasiswa, tapi tetep dipertahankan. Kompensasinya (gaktahu negosiasi dan dealnya seperti apa), besaran SPP ini bertahan sangat lama (tidak dinaikkan) dalam jangka 4/5 tahun kedepan,
Thursday, July 7, 1994
Diterima S1 Teknik Elektro UGM
Ditemani Baihaqi, temen setiaku....
Pagi-pagi kami jalan2 olahraga (jalan kaki beneran) dari kost di Karangmalang menuju Kantor Pusat UGM sambil mau minta koran gratis yang memuat pengumuman kelulusan UMPTN 94.
Dag-dig-dug rasanya hati ini, tetep di Peternakan, pindah Elektro, atau pindah KU. Semua tentu ada plus minusnya, pasrahkan Allah pilihkan terbaik utk saya, insyaAllah.
Dan akhirnya, alhamdulillah, tertulis nama SUNARDI sebagai salah seorang yang diterima di S1 Teknik Elektro UGM, cocok dengan nomor ujian yang sama miliki....
Alhamdulillahi rabbil aalamien. Girangnya hatiku, berbunga-bunga berjalan kaki kembali ke KarangMalang dengan penuh kebahagiaan.
Namun sayang, temen seperjuangan sekamar Teguh tidak ketrima, ikhtiar dan doa setahun terakhir bukan sia2, tapi mungkin Peternakan itulah yg terbaik utkmu
Pagi-pagi kami jalan2 olahraga (jalan kaki beneran) dari kost di Karangmalang menuju Kantor Pusat UGM sambil mau minta koran gratis yang memuat pengumuman kelulusan UMPTN 94.
Dag-dig-dug rasanya hati ini, tetep di Peternakan, pindah Elektro, atau pindah KU. Semua tentu ada plus minusnya, pasrahkan Allah pilihkan terbaik utk saya, insyaAllah.
Dan akhirnya, alhamdulillah, tertulis nama SUNARDI sebagai salah seorang yang diterima di S1 Teknik Elektro UGM, cocok dengan nomor ujian yang sama miliki....
Alhamdulillahi rabbil aalamien. Girangnya hatiku, berbunga-bunga berjalan kaki kembali ke KarangMalang dengan penuh kebahagiaan.
Namun sayang, temen seperjuangan sekamar Teguh tidak ketrima, ikhtiar dan doa setahun terakhir bukan sia2, tapi mungkin Peternakan itulah yg terbaik utkmu
Wednesday, June 1, 1994
Milih Elektro lagi atau cita2 awal ambil Kedokteran
Setelah memastikan dan memutuskan ambil formulir, tibalah saatnya kebimbangan muncul lagi. Mau milih jurusan apa? Mau pindah kemana??? UGM jelas, mau pindah niversitas mana lagi yang lebih baik dan relatif dekat Sragen, cuma jurusan apa masih bingung.
Sama seperti halnya tahun lalu yang bingung milih jurusan, cuma sekarang sedikit lebih paham tentang jurusan-2 yang ada di UGM. Yang jelas saya hanya perlu milih 2 jurusan IPA di UGM.
Selain Peternakan, jurusan IPA di UGM serasa tidak ada yang sangat menarik bagiku; MIPA, Kehutanan, Pertanian, Kedokteran Hewan, Kedokteran Gigi, Kedokteran Umum (KU).
Eh, setelah saya fikir2, saya teringat bahwa dulu saat kelas 2 SMA, selain ingin jadi Guru Matematika/Fisika saya sempat pernah punya cita-cita jadi dokter, apa sekarang saatnya saya ndaftar KU ya. Saya pikir2, saya khan sudah kuliah dengan menghafal banyak bahasa latin di Peternakan, paling di KU juga lebih kurang sama ngapalin2 juga. Cuma, daripada susah2 ngapalin kuliah di Peternakan, mending KU aja ya.
Tapi kalo ntar bisa masuk KU tapi nggak bisa lulus karena susahnya, gimana? Yah, kuliah dimanapun kemungkinan gakbisa lulus itu selalu ada, Okelah akhirnya mantap diambil.... ya dapat 1. KU. Eh, tapi takut dengan darah dan orang mati nggakbisa ilang, gimana nih....sementara biaran aja, ntar lama-2 juga nggak takut hehe
Saatnya kembali milih Teknik, tak ada lain selain Teknik Elektro (TE). Selain bergengsi (denger2 persaingannya paling ketat), yang lebih penting adalah tidak ada nggambarnya hehe karena saya tidak bisa dan tidak suka menggambar. Berarti T. Arsitektur, T. Sipil, T. Mesin, T. Geodesi, T. Geologi gak masuk.
T Kimia juga tidak masuk perhitungan (walaupun tidak ada nggambarnya) karena tidak suka pelajaran Kimia. Nuklir, takut, lagian daya tampungnya dikit, ntar temennya juga dikit. Wah, pilihan di Teknik terbatas sekali. Elektro lah satu-satunya, padahal saya gak suka Elektronika, tapi yah bergengsi dan harapannya besok kerjanya mudah dan enak. Ohya, kata temen di Elektro ntar ambil arus kuat aja, nggak ada elektronikanya hehehe.
Okelah dapat pilihan 1 lagi; Teknik Elektro akan kucoba lagi..
Akhirnya mantaplah sudah, sudah punya pilihan 1. KU dan pilihan 2. TE.
Tibalah mendekati hari untuk mengembalikan formulir pendaftaran, kebimbanganlagi-lagi hadir.
Kalo KU nomor 1, ntara gimana kalo ketrima, apa mau susah2 ngapalin istilah latin lagi, dan dijamin lebih sulit dan lebih seabrek, apalagi ada darah, orang mati, hi... takut. Denger2 juga, pilihan 1-2 KU dan TE tuch kebalik, mestinya pilihan 1-2 TE-KU sesuai dengan persaingan masuk yang lebih susah/ketat. Padahal takada yang tahu sebenarnya mana yang lebih tinggi/susah persainggannya, dan bisa jadi selalu berubah setiap tahun. Wah jadi bingung nih.
Ya Allah, gimana nih..... akhirnya keputusan saya ambil setelah sholat shubuh di Masjid Karang Malang, yah, saya harus mantap, milih sesuai urutan yang dianggap orang2 bener, 1. TE, 2. KU. Keduanya sama susahnya, pasrahkan pada Allah, kalo sekiranya TE terbaik bagi diriku, masukkan saya di pilihan 1. Jika terbaik KU bagi diriku, masukkan pilihan 2. Jika keduanya tidak baik bagi diriku, ya Peternakan tempat saya.
Sama seperti halnya tahun lalu yang bingung milih jurusan, cuma sekarang sedikit lebih paham tentang jurusan-2 yang ada di UGM. Yang jelas saya hanya perlu milih 2 jurusan IPA di UGM.
Selain Peternakan, jurusan IPA di UGM serasa tidak ada yang sangat menarik bagiku; MIPA, Kehutanan, Pertanian, Kedokteran Hewan, Kedokteran Gigi, Kedokteran Umum (KU).
Eh, setelah saya fikir2, saya teringat bahwa dulu saat kelas 2 SMA, selain ingin jadi Guru Matematika/Fisika saya sempat pernah punya cita-cita jadi dokter, apa sekarang saatnya saya ndaftar KU ya. Saya pikir2, saya khan sudah kuliah dengan menghafal banyak bahasa latin di Peternakan, paling di KU juga lebih kurang sama ngapalin2 juga. Cuma, daripada susah2 ngapalin kuliah di Peternakan, mending KU aja ya.
Tapi kalo ntar bisa masuk KU tapi nggak bisa lulus karena susahnya, gimana? Yah, kuliah dimanapun kemungkinan gakbisa lulus itu selalu ada, Okelah akhirnya mantap diambil.... ya dapat 1. KU. Eh, tapi takut dengan darah dan orang mati nggakbisa ilang, gimana nih....sementara biaran aja, ntar lama-2 juga nggak takut hehe
Saatnya kembali milih Teknik, tak ada lain selain Teknik Elektro (TE). Selain bergengsi (denger2 persaingannya paling ketat), yang lebih penting adalah tidak ada nggambarnya hehe karena saya tidak bisa dan tidak suka menggambar. Berarti T. Arsitektur, T. Sipil, T. Mesin, T. Geodesi, T. Geologi gak masuk.
T Kimia juga tidak masuk perhitungan (walaupun tidak ada nggambarnya) karena tidak suka pelajaran Kimia. Nuklir, takut, lagian daya tampungnya dikit, ntar temennya juga dikit. Wah, pilihan di Teknik terbatas sekali. Elektro lah satu-satunya, padahal saya gak suka Elektronika, tapi yah bergengsi dan harapannya besok kerjanya mudah dan enak. Ohya, kata temen di Elektro ntar ambil arus kuat aja, nggak ada elektronikanya hehehe.
Okelah dapat pilihan 1 lagi; Teknik Elektro akan kucoba lagi..
Akhirnya mantaplah sudah, sudah punya pilihan 1. KU dan pilihan 2. TE.
Tibalah mendekati hari untuk mengembalikan formulir pendaftaran, kebimbanganlagi-lagi hadir.
Kalo KU nomor 1, ntara gimana kalo ketrima, apa mau susah2 ngapalin istilah latin lagi, dan dijamin lebih sulit dan lebih seabrek, apalagi ada darah, orang mati, hi... takut. Denger2 juga, pilihan 1-2 KU dan TE tuch kebalik, mestinya pilihan 1-2 TE-KU sesuai dengan persaingan masuk yang lebih susah/ketat. Padahal takada yang tahu sebenarnya mana yang lebih tinggi/susah persainggannya, dan bisa jadi selalu berubah setiap tahun. Wah jadi bingung nih.
Ya Allah, gimana nih..... akhirnya keputusan saya ambil setelah sholat shubuh di Masjid Karang Malang, yah, saya harus mantap, milih sesuai urutan yang dianggap orang2 bener, 1. TE, 2. KU. Keduanya sama susahnya, pasrahkan pada Allah, kalo sekiranya TE terbaik bagi diriku, masukkan saya di pilihan 1. Jika terbaik KU bagi diriku, masukkan pilihan 2. Jika keduanya tidak baik bagi diriku, ya Peternakan tempat saya.
Wednesday, May 25, 1994
Tak terencana dg baik, eh ikut UMPTN lagi
Perjalanan hampir setahun kuliah di Fakultas Peternakan UGM, rasanya diri ini sudah mantap, sudah pas, kecuali utk satu hal yang menjadi momok saya, yaitu HAFALAN istilah latin.
Teguh Widagdo asal Pati, temen kuliah dan temen sekamar, sudah sedari awal masuk kuliah takbegitu berminat. Dia sudah punya keinginan kuat untuk UMPTN lagi. Tahun 1992 dan 1993 dia dah nyoba menjadikan pilihan utama Teknik Kimia, tapi selalau gak lolos dan 1994 keterima pilihan kedua Peternakan. Tahun 1994 dia masih belum patah arang dan berniat mendaftar lagi. Akhirnya kuliah di Peternakan dia nomorduakan, dia lebih fokus untuk belajar soal-soal dan mempersiapkan UMPTN 1994.
Lain halnya dengan diriku, sekali ndaftar UMPTN 1993 Teknik Elektro UGM sbg pilihan pertama kok gak keterima dan akhirnya keterima di Peternakan UGM, rasanya saya sudah mantap dan bersyukur terhadap apa yang telah saya dapatkan selama ini. Saya hanya ingin fokus study aja, nggak mau sibuk mikir ndaftar lagi, rasanya sudah banyak waktu, tenaga, pikiran yang saya curahkan selama 2 semester, masak mau saya tinggalkan percuma.
Namun, pikiran itu berubah. Disaat Teguh dengan semangatnya mengambil formulir UMPTN, saya kok berfikir ulang; ndaftar gak ya, daftar gak ya.........
berkecamuk fikiran di dalam hatiku beserta dorongan2;
- Ndaftar aja belum tentu ketrima, apalagi kalo nggak daftar ya nggak mungkin ketrima.
- Saya nggak mau merasa bersalah karena tidak mau mencoba untuk kedua kali, siapa tahu pertama gagal, kedua berhasil.
- Apa salahnya nyoba ndaftar, ketrima syukur, nggak ketrima ya gakpapa
- Jika ndaftar dan akhirnya ketrima, silakan, masih ada waktu untuk mikir dan milih pindah atau tetap di Peternakan, kalo nggak daftar ya nggak ada pilihan lain
- Untuk menghindari (siapa tahu) kelak menyesal kuliah di Peternakan, mumpung masih memungkinkan, coba aja daftar. Yang penting pernah berusaha selagi ada kesempatan.
Akhirnya kuputuskan ambil formulir UMPTN di UGM dengan pilihan IPA, kalo gaksalah bayar formulir Rp 35.000. berarti keputusan ini hanya sekira 2 atau 3 minggu sebelum UMPTN dilaksanakan.
Bismillah, smg Allah pilihkan yang terbaik bagi diriku.
Teguh Widagdo asal Pati, temen kuliah dan temen sekamar, sudah sedari awal masuk kuliah takbegitu berminat. Dia sudah punya keinginan kuat untuk UMPTN lagi. Tahun 1992 dan 1993 dia dah nyoba menjadikan pilihan utama Teknik Kimia, tapi selalau gak lolos dan 1994 keterima pilihan kedua Peternakan. Tahun 1994 dia masih belum patah arang dan berniat mendaftar lagi. Akhirnya kuliah di Peternakan dia nomorduakan, dia lebih fokus untuk belajar soal-soal dan mempersiapkan UMPTN 1994.
Lain halnya dengan diriku, sekali ndaftar UMPTN 1993 Teknik Elektro UGM sbg pilihan pertama kok gak keterima dan akhirnya keterima di Peternakan UGM, rasanya saya sudah mantap dan bersyukur terhadap apa yang telah saya dapatkan selama ini. Saya hanya ingin fokus study aja, nggak mau sibuk mikir ndaftar lagi, rasanya sudah banyak waktu, tenaga, pikiran yang saya curahkan selama 2 semester, masak mau saya tinggalkan percuma.
Namun, pikiran itu berubah. Disaat Teguh dengan semangatnya mengambil formulir UMPTN, saya kok berfikir ulang; ndaftar gak ya, daftar gak ya.........
berkecamuk fikiran di dalam hatiku beserta dorongan2;
- Ndaftar aja belum tentu ketrima, apalagi kalo nggak daftar ya nggak mungkin ketrima.
- Saya nggak mau merasa bersalah karena tidak mau mencoba untuk kedua kali, siapa tahu pertama gagal, kedua berhasil.
- Apa salahnya nyoba ndaftar, ketrima syukur, nggak ketrima ya gakpapa
- Jika ndaftar dan akhirnya ketrima, silakan, masih ada waktu untuk mikir dan milih pindah atau tetap di Peternakan, kalo nggak daftar ya nggak ada pilihan lain
- Untuk menghindari (siapa tahu) kelak menyesal kuliah di Peternakan, mumpung masih memungkinkan, coba aja daftar. Yang penting pernah berusaha selagi ada kesempatan.
Akhirnya kuputuskan ambil formulir UMPTN di UGM dengan pilihan IPA, kalo gaksalah bayar formulir Rp 35.000. berarti keputusan ini hanya sekira 2 atau 3 minggu sebelum UMPTN dilaksanakan.
Bismillah, smg Allah pilihkan yang terbaik bagi diriku.
Monday, April 4, 1994
Susahnya menghafal banyak istilah latin
Kuliah di Peternakan sebenarnya banyak enaknya juga. Temen-temennya ramah dan baik hati, mungkin karena kebanyakan dari kampung seperti diriku. Sehingga pola hidup dll
lebih kurang sama.
Secara keilmuan, saya juga suka dengan berinteraksi dengan hewan-hewan peliharaan. Sedari awal saya sudah mantap akan masuk jurusan Budidaya Peternakan. Saya mau mengembangkan diri pada usaha peternakan.
Namun sayang, ilmunya tidak seperti yang saya harapkan dalam hal-hal praktis bagaimana membudidayakan ternak. Yang banyak malah menghafal istilah-istilah latin yang sedemikian banyaknya, terutama pada di Mata Kuliah Zoologi, Botani.
Apalagi praktikum Zoologi (semester 1) dilaksanakan di Fakultas Biologi, asisten praktikum galak-galak, serasa opsek terus setiap praktikum. Saking susahnya, saking tegangnya, nilai pretest (ujian sebelum praktikum) selalu dapat nilai jelek. Bahkan satu ketika, karena baru mendadak balik dari Sragen, waktu menghafal kurang, hafalan rontok semua di jalan, jadilah bobrok nilaiku.
Kalau Praktikum Botani, walaupun di Biologi, suasananya lain (semester 2), asistennya enak, santai, dan helpfull. Kalo lihat preparat pakai mikroskop nggak bisa lihat, tinggal panggil mbak asisten, dengan senang hati dia akan membantu menemukan sebenarnya apa yang akan kita cari dan lihat.
Ada juga kuliah tapi ada nggambarnya, wah malu nggak bisa nggambar. Diminta dosen menggambar kerbau, eh jadinya kok kayak gambar kucing hehehe.
Yang mengasyikkan di tahun pertama malah adanya Mata Kuliah Dasar berupa Fisika dan Matematika. Serasa kayak di SMA, walaupun lebih rumit tapi bisa dinikmati, tapi ada pula Kuliah Kimia, nah ini juga susah banget.
lebih kurang sama.
Secara keilmuan, saya juga suka dengan berinteraksi dengan hewan-hewan peliharaan. Sedari awal saya sudah mantap akan masuk jurusan Budidaya Peternakan. Saya mau mengembangkan diri pada usaha peternakan.
Namun sayang, ilmunya tidak seperti yang saya harapkan dalam hal-hal praktis bagaimana membudidayakan ternak. Yang banyak malah menghafal istilah-istilah latin yang sedemikian banyaknya, terutama pada di Mata Kuliah Zoologi, Botani.
Apalagi praktikum Zoologi (semester 1) dilaksanakan di Fakultas Biologi, asisten praktikum galak-galak, serasa opsek terus setiap praktikum. Saking susahnya, saking tegangnya, nilai pretest (ujian sebelum praktikum) selalu dapat nilai jelek. Bahkan satu ketika, karena baru mendadak balik dari Sragen, waktu menghafal kurang, hafalan rontok semua di jalan, jadilah bobrok nilaiku.
Kalau Praktikum Botani, walaupun di Biologi, suasananya lain (semester 2), asistennya enak, santai, dan helpfull. Kalo lihat preparat pakai mikroskop nggak bisa lihat, tinggal panggil mbak asisten, dengan senang hati dia akan membantu menemukan sebenarnya apa yang akan kita cari dan lihat.
Ada juga kuliah tapi ada nggambarnya, wah malu nggak bisa nggambar. Diminta dosen menggambar kerbau, eh jadinya kok kayak gambar kucing hehehe.
Yang mengasyikkan di tahun pertama malah adanya Mata Kuliah Dasar berupa Fisika dan Matematika. Serasa kayak di SMA, walaupun lebih rumit tapi bisa dinikmati, tapi ada pula Kuliah Kimia, nah ini juga susah banget.
Sunday, October 10, 1993
kost 2; Karangmalang E22
Sebulan bersama Ibnu Mashar dan Warsito di Karangasem, status saya masih numpang. Benernya kamar cuma 4, tapi yang kost mana yang numpang mana saya sendiri juga gakbegitu jelas. Sedemikian akrabnya mereka sehingga seolah sudah menjadi sebuah keluarga. Banayakn sudah semester tua, ada yg dari Teknik, Kehutanan, dll.
Bagi saya, karena numpang harus segera mencari kost yang definitif. Saatnya kost yang saya idamkan datang. Saat itu berawal dari adanya bimbingan Pendampingan Agama Islam (PAI) yang diselenggarakan setiap Ahad oleh kakak-kakak kelas yang tergabung dalam Sie Kerohanian Islam (SKI) Fak Peternakan. Dalam 1 forum diskusi kecil, saat ta'aruf/perkenalan dengan teman2, termasuk tentang kost, akhirnya saya diajak oleh salah satu mereka untuk bergabung di tempat kost yang saya inginkan.
Teguh Widagdo, itulah temen saya itu berasal dari Pati, mengajak kost bareng di Karangmalang E22. Kita akhirnya menyewa 1 kamar dengan sewa Rp 250.000/tahun ditanggung berdua. Rumah bagian belakang ditempati oleh tuan rumah. Kost bentuknya ada rumah depan, ada 6 kamar kebanyakan diisi @ 2 orang dan kebanyak mhs IKIP Negeri (Karangmalang memang berdampingan dengan IKIP, juga di belakang Fpeternakan UGM). Teringat Ikhsan Gunungkidul (Math IKIP 92), Untung Klaten (Sastra Jawa 93), Muniroh Salatiga (laki2 lho, Kimia IKIP 94), juga ada Mufti Pemalang (Peternakan 93 juga).
Ada juga kost yang lebih banyak lagi posisi bangunannya di depan samping kiri (mungkin 10-an kamar). Salah satu yang paling akrab adalah Baihaqi dari Pekalongan (kelak hingga berpuluh2 tahun kami tetep akrab).
Ada juga kost putri, posisi bangunannya depan kanan, tapi alhamdulillah kami dijaga betul sama tuan rumah untuk tidak berhubungan dengan mereka, alias kita betul2 terjaga dari hal2 yang tidak diinginkan, bahkan kenal mereka pun tidak.
Alhamdulillah, dah dapt kost sesuai yang diinginkan. Walaupun kost 2 x 3meter berdua, berdinding tripleks, beralaskan tikar, kami bisa menikmatinya
Bagi saya, karena numpang harus segera mencari kost yang definitif. Saatnya kost yang saya idamkan datang. Saat itu berawal dari adanya bimbingan Pendampingan Agama Islam (PAI) yang diselenggarakan setiap Ahad oleh kakak-kakak kelas yang tergabung dalam Sie Kerohanian Islam (SKI) Fak Peternakan. Dalam 1 forum diskusi kecil, saat ta'aruf/perkenalan dengan teman2, termasuk tentang kost, akhirnya saya diajak oleh salah satu mereka untuk bergabung di tempat kost yang saya inginkan.
Teguh Widagdo, itulah temen saya itu berasal dari Pati, mengajak kost bareng di Karangmalang E22. Kita akhirnya menyewa 1 kamar dengan sewa Rp 250.000/tahun ditanggung berdua. Rumah bagian belakang ditempati oleh tuan rumah. Kost bentuknya ada rumah depan, ada 6 kamar kebanyakan diisi @ 2 orang dan kebanyak mhs IKIP Negeri (Karangmalang memang berdampingan dengan IKIP, juga di belakang Fpeternakan UGM). Teringat Ikhsan Gunungkidul (Math IKIP 92), Untung Klaten (Sastra Jawa 93), Muniroh Salatiga (laki2 lho, Kimia IKIP 94), juga ada Mufti Pemalang (Peternakan 93 juga).
Ada juga kost yang lebih banyak lagi posisi bangunannya di depan samping kiri (mungkin 10-an kamar). Salah satu yang paling akrab adalah Baihaqi dari Pekalongan (kelak hingga berpuluh2 tahun kami tetep akrab).
Ada juga kost putri, posisi bangunannya depan kanan, tapi alhamdulillah kami dijaga betul sama tuan rumah untuk tidak berhubungan dengan mereka, alias kita betul2 terjaga dari hal2 yang tidak diinginkan, bahkan kenal mereka pun tidak.
Alhamdulillah, dah dapt kost sesuai yang diinginkan. Walaupun kost 2 x 3meter berdua, berdinding tripleks, beralaskan tikar, kami bisa menikmatinya
Monday, September 6, 1993
Opspek 6-9 September 1993
Opsepek = Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus.
Setelah melalui dan mengalami sendiri, ternyata baru tahu....o...opspek begini toh, pantesan banyak yang membicarakan dan berpendapat terlalu berat dan mesti dievaluasi keberadaannya.
Setiap kampus mungkin berbeda menu kegiatan dan jangka waktunya, tapi di UGM dilaksanakan dalam 4 hari, yang terbagi kedalam 2 hari Universitas dan 2 hari fakultas dengan pola U-F-F-U.
Hal-hal yang kaged dan tidak mengenakkan sebagai ujian mental selama Opspek;
1. Saat datang hari pertama ke fakultas utk dikumpulkan dan digiring ke Universitas, saya berjalan dengan santainya seperti penataran P4. Eh lha kok dibentak2 sama kakak kelas, ada apa tho ini, terlambat dikit aja lho, salah saya apa, pikirku seperti itu
2. Saat saya angkat jari menjawab siapa yg belum sarapan dengan harapan dikasihani dan tak dihukum berat, eh malah dibentak lebih keras dan dihukum tambahan, piye tho iki
3. Saat dikumpulkan di lapangan tingkat universitas, saya tidak dapat kelompok, karena warna pink saya beda dengan warna pink lainnya, waduh... kayak buta warna aja nih (saya gak tahu warna-warna, tanya penjual bilang pink dikasih merah ya manut aja)
Setelah melalui dan mengalami sendiri, ternyata baru tahu....o...opspek begini toh, pantesan banyak yang membicarakan dan berpendapat terlalu berat dan mesti dievaluasi keberadaannya.
Setiap kampus mungkin berbeda menu kegiatan dan jangka waktunya, tapi di UGM dilaksanakan dalam 4 hari, yang terbagi kedalam 2 hari Universitas dan 2 hari fakultas dengan pola U-F-F-U.
Hal-hal yang kaged dan tidak mengenakkan sebagai ujian mental selama Opspek;
1. Saat datang hari pertama ke fakultas utk dikumpulkan dan digiring ke Universitas, saya berjalan dengan santainya seperti penataran P4. Eh lha kok dibentak2 sama kakak kelas, ada apa tho ini, terlambat dikit aja lho, salah saya apa, pikirku seperti itu
2. Saat saya angkat jari menjawab siapa yg belum sarapan dengan harapan dikasihani dan tak dihukum berat, eh malah dibentak lebih keras dan dihukum tambahan, piye tho iki
3. Saat dikumpulkan di lapangan tingkat universitas, saya tidak dapat kelompok, karena warna pink saya beda dengan warna pink lainnya, waduh... kayak buta warna aja nih (saya gak tahu warna-warna, tanya penjual bilang pink dikasih merah ya manut aja)
Sunday, September 5, 1993
OPSPEK itu apaan sich
Sewaktu penataran P4, banyak temen2 yang sering mengungkit dan menanyakan tentang OPSPEK yang dikatakan sebagai kurang baik dan perlu perbaikan.
Sering saya mendengarkan kata-kata Opspek, tapi sebenarnya saya tak paham dan kurang tertarik utk mencari makna yang sebenarnya.
Saya baru tahu sedikit setelah penataran P4 selesai dan kemudian dilanjutkan Opsepk. Sehari menjelang opspek, kami dikumpulkan oleh kakak-kakak kelas yang tergabung dalama BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), baik di tingkat fakultas maupun tingkat universitas. oh...Opspek itu kayak penataran, tapi ada tugas2 yang mesti dikerjakan, tidak seperti P4 yg hanya duduk dan mendengarkan, sederhana pikirku sampai saat ini.
Okelah, takmasalah, walaupun ada yang sedikit rada aneh-aneh;
- buat tas dari karung gandum, kenapa mesti demikian
- pakai topi desain khusus (=aneh2)
- buat papan nama sendiri di dada, tapi besar banget
- buat potongan lambang UGM
- bawa telor mentah dan mateng
- pakai kaos (fakultas), baju putih panjang (universitas)
- gak boleh ini itu
Benernya Opspek itu kegiatan apaan sich heheh mulai bingung dech
Sering saya mendengarkan kata-kata Opspek, tapi sebenarnya saya tak paham dan kurang tertarik utk mencari makna yang sebenarnya.
Saya baru tahu sedikit setelah penataran P4 selesai dan kemudian dilanjutkan Opsepk. Sehari menjelang opspek, kami dikumpulkan oleh kakak-kakak kelas yang tergabung dalama BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), baik di tingkat fakultas maupun tingkat universitas. oh...Opspek itu kayak penataran, tapi ada tugas2 yang mesti dikerjakan, tidak seperti P4 yg hanya duduk dan mendengarkan, sederhana pikirku sampai saat ini.
Okelah, takmasalah, walaupun ada yang sedikit rada aneh-aneh;
- buat tas dari karung gandum, kenapa mesti demikian
- pakai topi desain khusus (=aneh2)
- buat papan nama sendiri di dada, tapi besar banget
- buat potongan lambang UGM
- bawa telor mentah dan mateng
- pakai kaos (fakultas), baju putih panjang (universitas)
- gak boleh ini itu
Benernya Opspek itu kegiatan apaan sich heheh mulai bingung dech
Subscribe to:
Posts (Atom)



