Wednesday, October 14, 2009

catatan perjalanan hidup

blog ini untuk menulis catatan perjalanan hidup yang telah berlalu, semoga semakin menambah rasa syukur, mengambil hikmah atas segala peristiwa, amien.

semoga ada manfaat bagi yang membaca, amien.

note;
utk memudahkan alur cerita berlangsungnya setiap peristiwa, penulisan cerita disesuaikan dengan tahun (mdh2an gak salah inget), atau bahkan bulan, hari, jam.

Monday, February 26, 2007

Urus Visa di Kedubes Malay di Jkt

Setelah kita punya paspor, maka dengan berbekal offer letter dari kampus tujuan kita, kita bisa buat single entry visa di Kedubes Malaysia di Jakarta. Jangan lupa juga bawa foto 3x4 dan 4x6, dan KTP atau identitas lain. Pengamanan di Kedubes sangat ketat, pastikan berlaku wibawa dan sopan. Kalau bayarnya murah cuma Rp 39.000.

Yang perlu diperhatikan adalah Jakarta jauh dari Jogja dan ternyata nggak bisa sehari selesai. Saya sempat merasakan kecele dengan ketidaktahuan ini. Saya dah berangkat ke Jakarta bawa koper, harapannya pagi urus visa di Kedubes, sore cari tiket pesawat langsung ke Malaysia. Eh ternyata nggak bisa sehari, ya udah dech. Balik Jogja maning.

Hari pertama datang intinya masukkan permohonan (form dah disediakan tinggal isi) beserta kelengkapannya. Offer letter mestinya asli (tapi bisa dinego dengan atasan). Saya juga cuma dapat copy dari scan, menghadap atasan dan takda masalah karena yang asli masih di Malay.

Next 3 days, ke Jakarta lagi naik keretaapi, paspor yang dah ditempelin single entry visa (utk tinggal 3 bulan) bisa diambil, setelah ini siap berangkat.

Wednesday, January 31, 2007

Undur diri dari jabatan, ijin sekolah

Mengingat keberangkatan ke Malaysia sudah ada kepastian (sebelumnya masih ragu ikut semester yang sudah berjalan sejak Des 06 atau ikut semester depan dimulai Juli 07). Beberapa kali kontak dengan Prof. Jafri melalui perantara student yang disana (Pak Reza), dah diputuskan segera berangkat lebih baik.

Akhirnya saya membuat surat permohonan ke pimpinan (Dekan dan Rektor) untuk mengundurkan diri dari Kaprodi TE UAD. Alhamdulillah, takda masalah. Juga saya minta ijin sekolah, dan tentu minta sangu yang banyak heehee.

Tuesday, January 2, 2007

Membuat Paspor

Membuat paspor ternyata gampang-gampang susah, gampang kalo tahu detail persyaratan dan prosedur, susah kalo belum tahu (lha iyalah).

Begini pengalaman yang saya tempuh;
1. Sebagai dosen, saya dah punya contekan untuk dibawa ke TU fakultas agar dibuatkan surat pengantar dari Dekan, intinya dekan membuat surat ke kantor imigrasi bahwa Dosen ini mau tugas belajar, mohon dibantu dalam pembuatan paspor. Jika istri kita juga bekerja, sama juga sila minta pengantar dari atasannya.

2. Surat pengantar kita lengkapi dengan copy KTP dan copy KK, bawa ke kantor imigrasi terdekat (tidak harus sesuai domisili/KTP); Jogja ada, Solo ada, Wonosobo ternyata juga ada.

3. Di imigrasi, ada borang permohonan, kita isi saja kemudian kita serahkan ke petugas. Bayar Rp 265.000 (paspor 48 halaman, 5 tahun), pakai wawancara sebentar (intinya buat paspor mau utk apa). Dan 3 hari kemudian foto dan paspor selesai bisa diambil.

Gampang khan

Thursday, December 14, 2006

Rizki tak kemana, kembali dapat tawaran S3

Alhamdulillah, rizki tak kemana, hari ini dapat email tawaran S3 dari Dr Jafri UTM Malaysia.

Alhamdulillah setelah tahun 2004 gakjadi berangkat, mudah2an inilah memang saat yang tepat untuk berangkat S3 ke Malaysia, amien.

Friday, July 7, 2006

Pindahan lagi, nemeni adik ngontrak rumah

Selalu pindah rumah, seolah hidup di jaman purba kala, nomaden hehe

Adik ipar (Om Tazky, adiknya istri) tahun ini sekolah SMA Muh 1 Jogja (Muhi). Karena gak mungkin tinggal di rumah kami yang kecil dan jauh dari Muhi, maka oleh mertua dia akan dikontrakkan rumah di dekat sekolahan, tepatnya di Kricak Jl. Magelang. Oke, tak masalah. Cuma syaratnya satu: minta ditemeni saya dan istri...walah, pindahan lagi nie..

Demi menjaga dan mengayomi adik ragil, okelah akhirnya kami pindahan. Rumah Cepoko sementara hanya ditengok sewaktu-waktu.

Friday, June 30, 2006

Pakdhe Samto wafat

Innalillaahi wa inna ilaihi raaji'uun....

Pakdhe Samto (yang lama mendidik diriku sewaktu SD) hari ini wafat, Maghrib - Isya masih sholat ke masjid, shubuh gak segera bangun sehingga dibuka rumahnya, ternyata Allah telah memanggilnya.

Semoga khusnul khatimah, diterima semua amal ibadah dan diampuni segala khilaf/dosa, amien3x.

Sunday, May 28, 2006

Pulang, Mengungsikan istri

Sehari setelah gempa, saya putuskan memulangkan istri ke Wonosobo. Dia merasa sangat tidak enjoy dengan hidup di tenda, terutama pengalaman semalam tenda basah dan hujan menguyur, tidur tidak nyenyak. Saya berencana hanya satu hari nganter istri, seterusnya saya akan segera kembali ke Jogja bersama teman2 perumahan menjaga perumahan kami.

Alhamdulillah jalanan walau masih padat tapi masih normal, soalnya terdengar banyak kabar kalo kemarin jalanan sangat hiruk pikuk, orang banyak berlarian maupun berkenderaan lalu lalang dengan penuh ketidakpastian ketakutan tsunami.

Bahkan temen saya cerita; ”benernya saya gakyakin kalo tsunami air nyampai di Jogja, tapi karena semua orang berlarian, saya dan keluarga akhirnya juga ikut lari mencari tempat tinggi”. Padahal tempa tinggi adalah Sleman, sementara gunung Merapi di Sleman juga ada tanda2 meletus, komplitlah sudah ketakutan mereka sehingga jalanan penuh sesak.

Saturday, May 27, 2006

Hujan, Tenda Bocor, gempa susulan banyak....

Hari itu, berjalan serasa sangat lambat. Langit terik, debu banyak, gempa susulan masih banyak terjadi. Kita semua warga melengkapi semua peralatan untuk tenda dan dapur bersama. Was-was adanya tusnami sebagaimana Aceh 26 Desember 2004 kadang membayang di sebagaian warga, tapi alhamdulillah dapat kita redakan; laut selatan jaraknya lebih dari 30 Km, ketinggia Jogja dengan laut terpaut jauh, kita lihat saja bukit/gunung di selatan kita, kalo mau tsunami, air mesti melebihi gunung tsb, apa mungkin.

Malam tiba, saatnya persitiwa menegangkan terjadi. Gelap gulita di seluruh perumahan dan di desa-desa sekeliling. Kami bergantian berjaga-jaga mengamankan perumahan. Kadang bersahutan dengan keamanan dari kampung sebelah, masalahnya kita taktahu siapa dia, itulah yang membuat kita deg-degan. Cerita perampokan, penjarahan dll saat gempa sering terdengar, itulah yang kami khawatirkan, tapi alhamdulillah di perumahan kami tak terjadi.

Malam penuh kegentingan tibalah saatnya menimpa kami. Disaat gempa masih sering terjadi, hujan gerimis dan sesekali lebat menerpa kami. Tenda basah kuyup, maklum kami sangat amatiran dan sebisanya. Masuk rumah nggak berani, akhirnya terbagi dalam beberapa kelompok dan tiduran di teras. Begitu hujan lebat masuk dalam rumah tapi pintu dibuka lebar2, ketika gempa terjadi semua berhamburan keluar rumah.

Jika gempa tiada, masuk lagi ke teras dan rumah, gempa berhamburan lagi. Demikian seterusnya. Pakaian kami hampir semua basah, tapi terkalahkan juga dengan rasa kantuk, bahkan saya pun tertidur saat duduk di teras dengan pakaian basah, kena gerimis lagi....
Malangnya nasib kami....

Buat tenda, buat dapur bersama....

Alhamdulillah, walaupun perumahan baru dengan penghuni baru sekira 20-an (total rumah 150an), kebersamaan dan kesigapan telah ditunjukkan semua warga. Semua bahu membahu tanpa ada komando kami membuat tenda, apapun yang bisa dijadikan tenda kita berdirikan untuk tempat berteduh bersama, karena semua takut masuk rumah. Soalnya, gempa susulan masih sering terjadi dengan kekuatan yang masih cukup besar dan relatif sering.

Kita buat tenda di jalan masuk utama masuk perumahan yang memang sangat2 lebar. Taklupa, karena masih pagi, ibu2 juga dengan sigap segera mbuat dapur umum mbuat masakan, stok2 bahan makanan di dapur masing2 diangkut ke tenda. Alhamdulillah persaudaraan kami semakin erat. Makan pagi-tengah hari-dan makan malam bersama dengan makanan dan lauk seadanya.

Saya sengaja tidak membawa istri pulang ke Wonosobo karena ingin menikmati kebersamaan kekeluargaan diantara sesama warga perumahan. Terpikir jika disaat semua tetangga bahu membahu membuat tenda, bahu membahu mengamankan rumah, masak saya malah pergi meninggalkan mereka semua. Sebagai penghuni pertama, rasanya kok nggak bertanggungjawab kalo mau berbuat begitu. Ya, seharian dan semalaman, kami se-perumahan tidur dalam tenda.

Gempa.... istriku gimana ?????

Saya kehilangan kontak istri yang sendirian di rumah dan beribu perasaan menghantui apa yang terjadi dengan istri saya. Melihat orang2 berkumpul hati ini semakin sedih, ada apa yang terjadi. Melihat ada tetangga yang menatapku di dalam taxi, seolah ingin menyampaikan sesuatu, waduh hati ini sedih kabar apa.

Alhamdulillah, sesampainya di rumah, terjawablah sudah kesedihanku. Istriku dalam keadaan sehat walaupun agak takut dan trauma untuk masuk kedalam rumah. Ternyata saat gempa dia terperangkap di dalam rumah, nggak bisa membuka kunci rumah, tapi mungkin demikianlah cara Allah menyelamatkan. Soalnya, dinding pagar teras depan kami roboh, jika saat yang bersamaan istri bisa keluar rumah lewat tempat tsb, saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi.

Ya Allah, hari ini telah engkau selamatkan kami dari kematian, smg kami bisa mengambil hikmahnya dan menjadi hamba yang bersyukur dan semakin berserah diri kepada-Mu ya Allah, amien. Mobil kami alhamdulillah di garasi bagian dalam dan terbebas juga dari robohnya dinding pagar depan.

Kami segera ngubungi keluarga sebisanya sebelum batre HP habis, yang bisa ditelpon alhamdulillah, kalo nggak bisa ya cukup sms saja, yang penting mengabarkan bahwa keadaan kita sehat dan selamat, gakperlu gelisah.

Gempa Jogja 5.9 SR

27 Mei 2006 jam 6 pagi
Gempa bumi 5.9 Scala Richter melanda Yogyakarta.
Kami warga Jogja dan disekitarnya pagi ini jam 6 digemparkan dengan adanya gempa. Saat itu kami ber-4 (SND, AY, IH, NSW) dosen Teknik Elektro UAD semalam tidak pulang dan lemburan di kantor/kampus III lantai 2 untuk finishing membuat proposal PHK A2.

Awalnya kami taktahu ada apa, tiba2 guncangan hebat terjadi dan listrik seketika padam, untuk karena temen2 pada sigap langsung mengucap; “gempa.....lari keluar.... turun ke halaman”. Alhamdulillah, mlm itu AY dan NSW yang awalnya tidur, saya dan IH yang memang blas gak tidur, sehabis sholat shubuh semua di dalam 1 ruangan menghadap komputer untuk mencermati bersama proposal yang telah kita buat.

Begitu guncangan hebat terjadi, kami semua berhamburan keluar dan turun ke lantai dasar. Tampak pecahan genting beterbangan dan berserakan, alhamdulillah kami ber4 selamat takada kena satu apapun yang melukai. Bangunan kampus lantai 3 hampir semua roboh. Kami semua bergegas pulang untuk mengetahui kondisi keluarga dan rumah masing2, kita tinggalkan pekerjaan proposal.

Dalam perjalanan pulang, saat itu saya gakbawa mobil ke kampus (saya awalnya diboncengin IH, lalu naik taxi), kami lihat betapa hebatnya kekuatan gempa yang barusan terjadi. Banyak rumah roboh, pohon tumbang, debu2 mengepul, kendaraan terperosok, orang2 bergerombol dalam suasana tegang, ya tegang banget. Suasana semakin takmenentu ketika komunikasi via HP juga takbisa dilakukan.

Kami takmenduga dan mengira bahwa ini gempa tektonik. Soalnya dalam bulan2 terakhir ini, kami disibukkan dengan berita semakin meningkatnya aktivitas gunung Merapi Sleman (utara Jogja) yang mengeluarkan lahar dan diperkirakan bisa sewaktu2 meletus. Eh, info terakhir ternyata ini gempa berpusat di Bantul (selatan Jogja).

Setelah evakuasi dan pendataan korban berhari2 dilaksanakan, tercatat korban tewas lebih dari 6000 orang. Alhamdulillah, perumahan kami semua selamat, cedera yang haus ke RS pun tiada. Kalo kampung sebelah, denger2 ada 5 orang yang meninggal tertimpa bangunan rumah.

Saturday, December 31, 2005

Mengundurkan diri dari PHK A1 TE UAD

Tahun 2005 ini saya lewati dengan penuh kesibukan yang sangat luar biasa, baik urusan pribadi tentang pernikahan maupun urusan kantor (kaprodi maupun ketua A1). Biasanya rapat Prodi hari Senin minggu ke-1 dan ke-3, sementara rapat A1 minggu ke-2 dan ke-4, begitu seterusnya.

sMaka saya putuskan, tahun 2006 tongkat kepemimpinan A1 saya serahkan IH yang selama ini bg bendahara dan juga tim think thank inti memang sangat concern dan tahu banyak. Saya akan fokus di Prodi dan mempersiapkan tim untuk membuat proposal PHK A1 untk tahun anggaran 2007-2009 sbg kelanjutan dari A1 2005-2006

Sunday, September 11, 2005

11 Sept 2005: MENIKAH

TERLALU BANYAK CERITA KEBAHAGIAAN

Thursday, August 25, 2005

Dapet SK Akre B utk TE UAD

Alhamdulillah, dengan penuh perjuangan akhirnya dapatlah kita AKREDITASI B.
Jayalah TE UAD.

Baru pengalaman sekali mengajukan akre langsung dapat B, maknanya SK berlaku utk 5 th, kalo C cuma 3th.

Kita siapkan yang terbaik kedepan, semoga 2010 akre bisa bertahan syukur meningkat, amien,.

jazakallah kk utk semua tim dan semuanya

Thursday, May 5, 2005

Penghuni Pertama Perum CGI

Sebagaimana cerita yang telah terjadi, urusan rumah dan perumahan ternyata memang njlimet dan banyak molornya. Demikian juga perumahan kami, awalnya dijanjikan Januari, lalu Pebruari, April, .....

Namun demikian alhamdulillah bulan Mei ini, rumah kami sudah benar-benar tampak siap ditempat, kecuali 2 hal; yaitu sumur masih terlalu dangkal airnya dan belum ada pompa air, sedangkan jaringan listrik sudah terpasang tapi belum ada arus.
Teringat janji developer yang selalu molor, sementara saya sudah selalu bersabar untuk berkali-kali menunda untuk segera menempati rumah baru, mungkin salah satu cara untuk menekan developer agar segera menepati janjinya adalah SEGERA TEMPATI RUMAH walau dengan kondisi seadanya.

Akhirnya benar, Mei ini saya menempati rumah baru saya, dengan segala kondisi dan situasinya;
1. Tanpa pompa air, saya teringat masa kecil menggunakan anugerah tangan untuk menimba air di sumur.
2. Tanpa listrik, saya kontak petugas lapangan minta 1 sumber listrik darimana datangnya, walau hanya saya gunakan untuk satu lampu penerang.
3. Belum ada pagar sekeliling rumah, serasa hidup di tengah hutan, dengan suara jangkrik yang menemani.

Alhamdulillah selama lebih kurang sebulan menjadi penghuni pertama dan satu-2nya, selamat dari orang jahat maupun hantu jahat hehehe.
Penghuni selanjutnya alhamdulillah mulai berdatangan; Mbak Yeni TU UAD di C-30 dan Pak Indra (dosen STTNas) di D-6.

Saturday, January 1, 2005

Latihan jadi pejabat kecil2an

Tahun 2005 ini bakal menjadi tahun sibuk bagi saya. Selain memiliki amanah mengetuai tim utk menjalankan program2 yang telah kami rancang dalam proposal A1, saya juga mendapat amanah baru sebagai Kaprodi.

Ceritanya saat akhir tahun 2004, saat saya dan IH mengikuti pembekalan bagi calon penyelenggara PHK Depdiknas di Hotel Novotel Solo, dilakukan pemilihan Kaprodi secara serentak di UAD. Tercatat Kaprodi baru yang terpilih di FTI adalah Zahrul (TK), Ani (IND), Rusydi (INF), dan Sunardi (TE).
Bismillah melangkah.....

Wednesday, October 6, 2004

Menyusun proposal PHK A1 2005-2006

Akhir 2003 sudah ada keputusan Dikti bahwa proposal PHK A1 2004-2005 TE UAD dinyatakan gagal....wah sedih sangat mendengarnya. Di UAD yang lolos ada 2, yaitu Teknik Industri dan Ekonomi Pembangunan (EP)....selamat-selamat,....

Namun demikian kami tak putus asa, kami segera berbenah dan mengumpulkan segala perhatian untuk memperbaiki proposal dan akan kita ajukan lagi. Saya ditunjuk jadi ketua tim penyusunan proposal. Kita lihat kembali kelemaha2 yang ada untuk kemudian kita perbaiki dan kita lengkapi sehingga lebih komprehensif.

Bantuan temen2 di Industri dan EP sangat membantu kami, terlebih juga dukungan penuh dari PR 1 (Pak Widodo) yang sering memfasilitasi pertemuan untuk perbaikan kualitas proposal.

Alhamdulillah akhirnya seleksi proposal kami lolos, dilanjutkan site visit (rektorat-dekanat-prodi-tim) alhamdulillah juga lolos.... alhamdulillah, kita berhasil mendapatkan PHK A1 2005-2006 dengan dana 500jt. Kami berjuang bersama Teknik Kimia UAD yang sama2 tahun lalu gagal, tahun ini juga sama2 lolos, alhamdulillah..

Thursday, September 9, 2004

Adik2ku dh dapat tempat kuliah

Setelah kesana-kemari bolak-balik datang untuk searching, daftar, ujian, dll....

alhamdulillah akhirnya bisa mendapatkan tempat kuliah, semoga ini yang terbaik bagi mereka dan masa depan mereka, amien3x.

1. Sukamti (adik ke-7) - DIV Kebidanan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta
2. Surono (adik ke-8) - S1 Teknik Sipil UNS Solo
3. Titin (putri Lik Sulud) - D3 Kebidanan STIKES Muhammadiyah Kudus.

Alhamdulillah, selamat belajar adik2, semoga sukses hingga lulus dan bermanfaat bagi ummat...

Sunday, August 8, 2004

Takmerasa perlu punya Rumah

Memiliki rumah adalah impian banyak orang, takterkecuali temen2 sekantor. Tapi gaktahu kenapa, saya merasa biasa-biasa aja terhadap kebutuhan yang satu ini, yang aneh siapa ya hehe. Mungkin karena diriku belum berkeluarga sehingga rumah belum menjadi kebutuhan. Sebagaimana sekira pertengahan 2003 ada developer datang ke kampus dengan penawaran rumah di Perumahan, saya blas gaktertarik, apalagi harganya kok mahal ya.

Namun pikiran itu berubah, takberapa lama kemudian ada developer lain datang digandeng UAD melakukan penawaran rumah di Perumahan Cepoko Griya Indah (CGI). Jl. Wonosari Km 9. wah saya jadi tertarik, lokasinya di timur kota, dari/ke Sragen lebih enak. Lagian, ini yang membuat lebih tertarik; DP 20% harga rumah dibayari UAD. Asyik dong.

Akhirnya saya mengajukan diri untuk berminat membeli 1 kavling dan memasukkan berkas untuk seleksi UAD guna mendapatkan bantuan uang DP dengan syarat2 yang telah ditetapkan, diantaranya telah mengabdi 2 th (dosen) atau 4 th (karyawan) dan benar-benar belum memiliki rumah. Alhamdulillah akhirnya disetujui.
Kami memilih kavling yang berderet dan berharap kelak jadi tetangga baik di kantor maupun di rumah, (total UAD ada 30-an) diantaranya;
C-28 Agung Rahmadi (dosen Fisika)
C-29 Sunardi (dosen Elektro)
C-30 Yeni (karyawan Keuangan)
C-31 Suripto (dosen Ekonomi)
C-32 Ardiansyah (dosen Informatika)
C-34 Zaenal (karyawan FKM).

Mulailah saya punya sedikit belajar bagaimana mau punya rumah, mau seperti apa, bahan baku rumah, sering nengok lokasi dan perkembangan bangnan, dst. Saya juga sedari awal menggeser (saat awal masih tahap gambar) bangunan kamar mandi yang sedianya disamping saya minta dibuat dibelakang rumah. Cuma urusan gitu aja juga mesti bayar tambahan 1.5jt wah.wah...

Janji developer; pembuatan rumah akan selesai selama 4 bulan dengan harapan Januari 2005 sudah bisa ditempati.